KARTINI OH KARTINI

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Raden_Adjeng_Kartini.jpg

KARTINI OH KARTINI

(pergeseran esensi itu halal)

Di beranda teman-teman facebook dan beberapa postingan teman-teman multiply bertemankan Hari Kartini. Saya baru inget kalau hari ini tanggal 21 April, tanggal lahir Kartini ya? Dulu heboh sangat mengucapkan selamat hari Kartini pada teman-teman perempuan dan ibuku dan ibu pacarku dan ibu teman-teman dekatku. Sekarang kok rasanya agak ampang (hambar, Bahasa Jawa).

Esensi peringatan Hari Kartini kan katanya emansipasi wanita Indonesia. Itu esensi yang saya pahami dari interpretasi para sejarawan terhadap aktivitas hidup kartini yang pernah jadi perempuan Jawa kuno, anak bupati ningrat, sekolahnya nggak tutug (selesai hingga tuntas, Bahasa Jawa), pertemanannya dengan para orang Belanda membuahkan publisitas yang bisa jadi tidak pernah dia sangka lalu menjadi isitri bupati juga. Yang saya tangkap adalah sebuah empati para sahabat Belanda terhadap Kartini yang kayaknya sih pengen sekolah ke Belanda sehingga bisa bebas dari kungkungan budaya.

http://edyraguapo.blogspot.com/2012/04/mengelilingi-jepara-bumi-kartini.html

KARTINI BISA JADI BETE

Nah, sekarang para wanita Jawa yang telah lepas dari kungkungan budaya Jawa kuno (pingitan, diskriminasi, pelecehanan, dll) mau apa? Apakah Hari Kartini ini sekedar merayakan kemenangan nilai baru ini? Atau sebenarnya hanya sekedar peringatan sejarah yang tercipta karena kepentingan politis saja?

Kalau mau sih bisa saja saya mengucapkan Hari Kartini pakai sms kayak beberapa tahun lalu kepada semua teman perempuan di daftar kontak saya. Makan pulsa juga nggak apa-apa. Tapi kemudian terjadi pergeseran esensi dalam diri saya sendiri. Saya menjadi lebih cuek terhadap peringatan yang katanya untuk ini dan itu. Hari Kartini kek, Hari Ibu kek, Hari Wanita kek, mbuh sak karepmu…. itu adalah sebuah diskriminasi positif saya tahu tapi saya tidak mau membiarkan diri saya lupa bahwa esensi dari peringatan itu adalah supaya tidak lupa bersikap baik seperti seorang Kartini, bersikap hormat kepada ibu (refleksi Hari Ibu), menghormati hak-hak wanita (Hari Wanita), dll. Kalau hanya terpaku pada peringatan yang ternyata hanya setahun sekali apalagi kalau diidentikkan dengan para siswa berpakaian tradisional terutama pakaian adat Jawa kok rasanya Ibu Kartini akan merasa bersalah namanya kena catut para sejarawan politis tersebut.

Kata Kartini, “Buset dah, mereka yang mau hura-hura nyuruh perempuan kerja lebih keras dan tertipu eh nama gue yang dikata emansipasi… Suwek dah gue”.

http://tutinonka.wordpress.com/2011/04/21/kartini-siapakah-dirimu/

KARTINI DAN AGAMA

Saya tidak suka mengaitkan Kartini dengan agama apapun baik Islam maupun Kristen. Saya sudah membaca ulasan orang-orang yang menganggap Kartini adalah milik Islam, saya juga membaca buku Pram “Panggil Aku Kartini Saja” yang ada sebagian di dalamnya mengatakan bagaimana Kartini tertarik pada Kristen. Buat saya orang yang suka mengklaim “Oh, ini punya gue. Oh itu punya kita…” adaalh termasuk kaum miskin ilmu karena justru dengan mengatakan demikian akan terlihat jelas biasnya.

Kenapa harus mengaitkan emansipasi dengna agama tertentu? Kalau mau mengulas tentang woman liberation (kemerdekaan wanita) nggak usah deh pakai dalil kitab-kitab suci. Itu hanya komoditi agama saja akhirnya. Coblah baca buku Kebebasan Wanita semua jilid 1 – 6. Buku ini ditulis oleh Abdul Halim Abu Syuqqah dan kesimpulan saya adalah semua peristiwa tentang wanita yang diulas oleh Abu Syuqqah tersebut menjadi sangat penting bukan karena wanita-wanita itu orang Islam. Para wanita tersebut dihargai oleh sudut pandang Abu Syuqqah yang menghargai wanita dengan lebih baik.

Pada dasarnya Abu Syuqqah adalah ilmuwan yang sangat menguasai bahasa Arab dan tahu bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang MAU TIDAK MAU, SETUJU TIDAK SETUJU adalah bahasa yang BIAS GENDER. Ada benda perempuan dan lelaki; dan “jenis kelamin” kata itu bisa berubah berdasarkan situasinya. Kalau Anda mau masuk ke pesantren-pesantren yang masih saklek dalam menafsirkan kitab Uqud Al-Jain (uquddulujain) bisa saja Anda bilang bahwa pada dasarnya Islam tidak begitu, itu hanya penafsiran yang salah. Oooh jangan salah ya… Orang di Arab juga banyak yang salah dalam menafsirkan perbudakan – pada kenyataannya para TKW kita dianggap hamba sahaya (budak) di negeri tujuan ibadah terspektakuler dan termenguntungkan di seluruh dunia ini – ibadah hajji.

http://www.navila.co.id/2010/04/kartini-mati-dibunuh-membongkar.html

PERINGATAN DAN TAFSIR

Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa apapun yang kita rayakan tidak kemudian menjadi sangat penting untuk kita klaim sebagai milik satu kelompok saja; bahwa kemudian ada esensi yang berbeda yang dipahami oleh orang lain itu juga bukan merupakan penyimpangan nilai. Yang sangat baku adalah bahwa wanita tidak dihormati oleh (penafsiran) agama tertentu adalah karena ada sekelompok manusia yang ingin mengambil keuntungan dengan menawarkan tafsir terhadap agama tersebut sehingga secara sadar atau tidak, rela atau tak rela pengikutnya menginternalisasinya menjadi sebuah kebenaran nilai dan nilai kebenaran tanpa mau berpikir dan bersikap kritis terhadapnya.

Kalau Anda muslim dan mengatakan bahwa Kartini begini-begitu karena dia memahami Al Quran dengan baik, that’s fine. Bisa jadi itu benar asal itu Anda pahami tidak dengan ego yang mendominasi. Tidak berarti seseorang yang sedang belajar Al Quran kemudian mendapatkan 100% pemahaman benarnya dari Al Quran yang dia baca. Bisa saja dia memang sudah memahami nilai kebenaran itu sejak awal. Al Quran bisa saja dijadikan sebagai penopang atau justifikasi sosial sehingga seseorang tidak menanggung malu atau tak nyaman jika orang-orang bertanya mengapa dia berpikiran demiki
an. Apakah itu kebenaran Al Quran? Belum tentu… Benar atau tidak benar adalah kekuatan tafsir.

Jika Anda orang Kristen dan berpikir bahwa Kartini juga pernah mendatangi gereja dan mengagumi ajarannya tentang kasih itu juga tidak menjadi masalah asalkan Anda tidak memaksakan kehendak bahwa kemudian Kartini bisa saja menyembunyikan kekristenannya karena ketakutan pada budaya di masanya. Jika saja itu benar, tidak juga menjadikan masyarakat menyebutnya Kartini yang baru.

Pendekatan Anda terhadap peristiwa di sekitar Anda adalah bentuk kesepakatan Anda terhadap apa yang Anda yakini. Anda sepakat bahwa tuhan itu satu? Anda sepakat tuhan itu banyak? Itu karena Anda sepakat terhadapnya – tidak menjadikan itu benar atau salah. Bahkan ketika Anda sepakat bahwa tuhan itu tidak dikenal; itu juga kesepakatan Anda terhadap eksistensi tuhan.

Jadi Hari Kartini sebagai peringatan dan bagaimana Anda menyikapinya adalah kesepakatan Anda terhadap keyakinan Anda. Dan itu bebas.

YANG TIDAK BENAR

Yang tidak benar adalah ketika klaim datang dan menyebabkan kekritisan menjadi bias, kesepakatan menjadi kekuasaaan dan chaos (kekacauan, mbuh bahasa opo) muncul dan manusia saling membunuh baik membunuh kemerdekaan berpikir maupun menghilangkan nyawa sesama manusia.

Rumah kecilku di bantaran kali Cisadane – 21 April 2012 – 4:14 sore

Igauan karena galau nggak bisa nonton konser Dream Theater

Gambar diambil dari lama-lama yang tertulis di bawahnya

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

Listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islami (AMPLI)

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Dinamisasi Otak dan Hati dengan berbagi informasi, ilmu dan pengetahuan

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

My First Orchid

LEARNING TO CARE FOR YOUR FIRST ORCHID

DBR Foundation Blog

Coming together to solve global problems

Lukecats

About cats and man

%d bloggers like this: