JIKA TEMANKU PELANGI
Ketika seseorang membelimu
Dengan seporsi makanan enak dan segelas minuman segar
Dengan selembar voucher belanja
Dengan voucher handphone untuk tetap bisa bicara
Dengan ongkos taksi supaya kau bisa pulang malam
Apakah kau serta-merta menerimanya?
Aku tidak!
Aku tidak menerimanya.
Aku hanya menerima
Orang-orang
Yang membeliku dengan warna pelangi.
Pelangi di jiwaku:
Merahku memberanikan
Jinggaku menguatkan
Kuningku memenangkan
Hijauku menyegarkan
Biruku menenangkan
Nilaku menghargai
Unguku menghormati
Terima kasiku pada mereka
Kutinggalkan pembeli teman untuk kembali pada pelukis pelangi jiwaku.
Rumah kecil di tepi Kali Cisadane
8 Agustus 2012 – 4:26 sore
Foto dipinjam dari http://www.perutgendut.com/media/read/Pelangi-didalam-sebuah-kue/443
