TIADA GARIS MELAINKAN TITIK
(esensi benda yang tak sesungguhnya absolut)
Mili, senti, desi, meter, deka, hekto, kilo…
Apa kau menamakannya jika bukan satuan panjang?
Panjang yang kau lewati ialah jarak?
Jarak bukan ruang sebenar
Dia sekedar jeda antara dua titik yang mesti kutempuhi
Selagi kau menimbang berat dacinmu
Sebagai imbalan terwujudnya anganku
Ada garis menghubungkan dua titik
Garis lurus atau lengkung
Garis nyata atau abstrak
Ruas kunyit kau hitung garis, juga ruas bambu dan tebu.
Seruas kunyit berasa getir.
Seruas bambu berasa tawar.
Seruas tebu berasa manis.
Tapi
Ketika belum meruas,
Kau sebut apa jika bukan dua titik bertumpu satu?
Atau satu titik berpribadi dua?
Adakah getir kunyit?
Atau tawar rebung?
Atau manisnya tebu?
Titik menjauh terbawa regangan masa.
Titik mengembang terisi pulasan rasa.
Masa dan rasa memanjangkan banjaran titik
Sambung menyambung menjadi sebilah garis
terukur satuan nisbi.
Kau sebut titik itu kecil?
Sekecil apa?
Bolehkah bulatan yang kau pijak ini kusebut titik –
Padahal ada bertrilyun garis melintang pukang?
Atau boleh kusebut jarak antara kita dengan Batara Surya itu garis
Sedangkan multi galaksi tak hingga
Mengingkari sang bola api raksasa?
Mata mensuperiorkan garis
Titik tersipu di balik kejujuran hatimu
Garis memeluk titik dalam buai rahasianya
Titik menjunjung garis dalam kekuatan rahasianya
Mana yang kau mau dalam keberadaanku? Sebagai titik atau garis?
Atau keduanya?
Tiada garis melainkan titik.
November 3, 2008 – 3:44pm
Gambar merupakan sebuah struktur kimia apabila dilihat oleh mata telanjang berbentuk benda.