January 14, 2008
rike jokanan

no comments

dialogue hati dan otakku

Olala, apakah api itu padam?

Tidak, jawab hatiku pada otakku.

Lalu mengapa gelap gulita?

Pelita itu tertutup kabut, kata hatiku padanya.

Padahal kita kita mesti berjalan di alam gelap…

Kita henti dulu, biar halimun menyingkir lewat, hatiku menghiburnya.

Berapa lama?

Hingga tiada halangan untuk berjalan baik itu halimun ataupun keraguanmu, kata hatiku tersenyum padanya.

Wahai, mari bersenandung…

Ayo, suara jernih bikin kita ceria, sambut otakku pada hatiku.

Adakah kidung cinta?

Selalu ada laras cinta dalam karunia-Nya, jawab otakku optimis.

Mari, mari, tetapkan nadanya.

Yep! Lihat partitur ini wahai hatiku… 1, 2, 3, mulai, perintah otakku.

Alhamdulillah… (seru mereka bersama)

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: