July 26, 2008
rike jokanan

6 comments

NAIK GAJI

NAIK GAJI

Claudia Barron berkunjung selama 3 hari ke kantor Indonesia dengan agenda evaluasi dan konsolidasi, internal audit in short. Claudia Barron ini Quality Director untuk social compliance auditting company tempat saya nyari duit untuk beli nasi dan lauk untuk sehari-hari.

Pertama ketemu agak jiper juga karena prasangka yang ada adalah dia akan mengevaluasi kerja kami disini kalau perlu kami ditongkrongi satu per satu. Waduh… kerja diliatin bule yang notabene atasan kami. Nervous banget. Bukan bule sih tapi orang Mexico yang lahir dan besar di US. Beliau bungsu dari 11 bersaudara. Usianya sekitar 48-an. Strong, smart, fast-paced, personable dan mandiri. Karakter yang sangat tepat sebagai seorang pemimpin bagi kami yang lemes, lambat, cengeng dan lemah ini.

Ok, Guys! Let’s move. Meeting hari pertama, masih agak ringan karena yang diomongin hanya revenew per tahun dan apa yang harus kami persiapkan ke depan plus iming-iming janji manis yang membuat kami berjingkrakan tak tahu malu.

Tapi setelah itu… ada acara wawancara yang dilakukan tertutup satu per satu. Satu orang bisa mencapai setengah jam. Pakai Bahasa Inggris lagi… Oh, my gosh! (meminjam ekspresi yang paling sering dia ucapkan)

Siangnya makan di rumah makan Padang, satu-satunya pilihan dia karena rasa pedas yang dijanjikan oleh raja cabe di kantor kami dan kriteria yang diajukan Clau: “jalan tidak lebih dari 5 menit”. Makannya sedikit dan banyak sayur.

Keesokan harinya, ada salah satu rekan kami yang diajak serta ke Starbucks Kemang untuk wawancara lanjutan karena Clau sedang ingin sekali minum kopi. Ya Allah, segitunya itu Mexican. Walhasil selama sejam mereka ngobrol di warung kopi itu dan membawa pulang oleh-oleh roti pohon (lapis legit Jerman yang menurut saya masih kalah lezat dibanding lapis legit bikinan langganan ibu saya) dan roti dari Kamome. Sebagai kompensasinya, yang tidak ke Starbucks boleh delivery order pizza. Kata Claudia,”The pizza is not as good as the one in LA. Right, Dod?” (Dia bicara pada bos kami yang dulu ngantornya di LA, kami sih pura-pura nggak denger karena lagi keringetan ditongkrongin seharian. Sementara bos kami hanya tersenyum, mungkin dia lupa rasa pizza LA atau tidak setuju dengan lidah Clau.)

Hari ketiga acara konsolidasi tetek bengek yang bikin kami berdecak kagum membayangkan seberapa sibuk kami akan juggling kerjaan mulai bulan Agustus depan hingga Februari tahun depan.

Acara terakhir adalah wawancara satu per satu lagi tapi kali ini didampingi bos besar Indonesia. Ternyata acara tawar-menawar gaji.

Saya ketiban sampur (terpilih, Bahasa Jawa) dipanggil pertama.

Setelah assessment de el el, Clau tiba pada keputusan terakhir. Saya naik gaji tahun ini.

5.5%

Kabarnya tak ada teman yang melompati angka tersebut. Sampai-sampai salah seorang dari kami menolak menandatangani raise sheet-nya. Clau merayakan kemenangannya bersama kami di Sushi Tei, Senayan City.

July 24, 2008

6 thoughts on “NAIK GAJI

  1. Allhamdulillahh…dah naik gaji…saya ikut senang nih…he..he..he…

    Like

  2. Selamat ya mbak, kalau ada lowongan bilang-bilang ya, he he he

    Like

  3. hpoerwanti said: saya ikut senang nih…

    kalau ikut seneng, ayo sini traktir aku ya. lho ho ho ho…

    Like

  4. bambangpriantono said: Selamat ya Mbak….

    swun, Dik… sampeyan juga wis naik gaji, kan? selamat pisan yo 🙂

    Like

  5. kopiradix said: Selamat ya mbak, kalau ada lowongan bilang-bilang ya, he he he

    makasih, Mas. ada lowongan, di bawah tangga masih lowong ha ha ha…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: