
KEPOMPONG DITINGGALKAN KUPU-KUPUNYA
Kepompong ini merindukan kupu-kupu
Kemanakah makhluk cantik yang pernah mendekam di dalamku?
Yang dulu kuselimuti dengan cangkang lenturku,
Yang dulu pernah mendengkur dalam kantongku,
Yang dulu pernah berendam dalam cairan lembutku,
Yang dulu berpuasa dalam bisuku.
Dia ‘tlah meninggalkan lubuk ini
Si cangkang kepompong bodoh ini
Jelek pun tiada berguna lagi
Ketakbermanfaatan sedang dia tangisi
Keberadaannya sedang dia sesali
Waktu telah menggerus asa yang dia kebiri.
Andai kau bertemu si kupu-kupu,
Tolong, Kawan, kau beritahu
Bahwa aku, si kepompong kosong ini, sedang menunggu
Kuharap ia mau menyambangiku
Menclok* sejenak menghibur kefanaanku
Menari berputar napak tilas proses hidup yang kian melayu
Kepompong jelek ini
Tak sadar arti proses dan prosesi
Sepasang keberadaan yang sepanjang hidup harus dia alami
Setiap tahap menempati jangka yang nisbi
Sebentar dan lama bukanlah janji
Yang ada hanyalah membuka-buka pintu misteri
Kepompong menangis
Kupu-kupu menari dan berdendang
Telur berserakan di dedaunan
Ulat tetasan merangkak kemana-mana
Lalu?
Aku, kepompong itu tujuan selanjutnya…
September 25, 2008 – 10:57pm
* menclok: hinggap
di Boyolali hanya sehari jadi nggak sempat menikmatinya lama-lama dan itupun sudah cukup bikin terkesima.Tulungagung, Jawa Timur. saya Tangerangnya di kompleks Imigrasi. walah mau nyari buku sampai ke Lippo Karawaci? Cilegon deket Anyer, duh indahnya Anyerku…
LikeLike
tepattt..klo saya sd suka olahraga, lapangan kami bisa melihat panorama merapi n merbabu secara seimbang..jadi ilusi kami tentang gunung adalah dua berjajar dalam keseimbangan..seperti biasa kami lihat di lapangan itu..jawa timur njih mbak? tangerangnya mana mbak? (sok tau banget ya mbak..)..hehehe..saya pernah tinggal di cilegon selama 7taun..seringnya ke karawaci..mentog nyari buku di gramed..
LikeLike