BERKISAH TENTANG YANG TAK BERSUARA

BERKISAH TENTANG YANG TAK BERSUARA

Kemarin saya ketemu petani yang sedang panen di area Kalasan, Sleman. Diantara sekian banyak petani ada seorang petani muda yang menurut saya menyebalkan karena begitu melihat aku datang dia langsung dengan sangat menantang sesumbar tentang segala hal yang nantinya akan kami tanyakan. Rupanya dia sudah dapat bocoran bahwa kami datang untuk memeriksa apakah beberapa praktik lapangan sesuai dengan juklak yang berlaku.

Petani yang lain cenderung diam, beberapa takut-takut menyingkir mungkin terprovokasi oleh si muda bermulut lantang tadi.

Si mulut lantang terus-terusan “merangsek” seakan menarik perhatianku supaya dia kami pilih menjadi yang diwawancara hari ini supaya nanti bisa memberikan masukan (yang saya curigai) tidak valid dan tidak jujur. Maka dengan berani pula saya tidak melirik dia sama sekali dan mengabaikan dia sampai akhirnya dia diam. Sampai akhirnya partner kerja saya bergabung saya tak sudi mengangkat si mulut lantang sebagai topic diskusi kami. Si mulut lantang terlalu murah buat kujadikan bahan laporan.

Para petani lain masih diam dan menatap penuh kepolosan. Merekalah para petani yang ingin kuajak cerita. Cerita tentang mengapa kami datang. Mereka juga yang ingin kami dengarkan yaitu orang-orang yang hatinya bicara dengan lembut, yang jiwanya tidak kasar, yang tujuan hidupnya bukan untuk memperkosa tujuan hidup orang lain.

Kusapa mereka dengan ramah, sehangat yang saya ikhlaskan. Dan, mereka pun dengan sangat terbuka menghampiri kami, menghapus takut dan curiga yang tadinya menggantung di bawah mendung yang memuntahkan air hujan.

Dan, benar saja: informasi yang mereka berikan sangat lugu, sedikit distorsinya, tidak seperti yang sudah diisyaratkan oleh si mulut lantang yang masih juga menarik perhatian dengan mengendarai motornya sambil menarik gas keras-keras. Go to hell you f**king young man!

Ah, hidup membuatku makin bersyukur ketika bisa berkisah tentang yang tak bersuara, orang-orang polos yang tak bertendensi atau berpretensi. Maafkan aku wahai Tuhan karena kejahatan ini tapi kadang hidup jadi tenang jika berhasil menguak kebusukan manipulator!

Tanda terima kasih kepada para petani di daerah Kalasan. Semoga tahun depan panennya bagus, Pak, Bu…

Jl. Adisucipto DIY – 23 September 2010 – 7:25 malam

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

Listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islami (AMPLI)

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Dinamisasi Otak dan Hati dengan berbagi informasi, ilmu dan pengetahuan

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

My First Orchid

LEARNING TO CARE FOR YOUR FIRST ORCHID

DBR Foundation Blog

Coming together to solve global problems

Lukecats

About cats and man

%d bloggers like this: