September 23, 2010
rike jokanan

6 comments

BERKISAH TENTANG YANG TAK BERSUARA

BERKISAH TENTANG YANG TAK BERSUARA

Kemarin saya ketemu petani yang sedang panen di area Kalasan, Sleman. Diantara sekian banyak petani ada seorang petani muda yang menurut saya menyebalkan karena begitu melihat aku datang dia langsung dengan sangat menantang sesumbar tentang segala hal yang nantinya akan kami tanyakan. Rupanya dia sudah dapat bocoran bahwa kami datang untuk memeriksa apakah beberapa praktik lapangan sesuai dengan juklak yang berlaku.

Petani yang lain cenderung diam, beberapa takut-takut menyingkir mungkin terprovokasi oleh si muda bermulut lantang tadi.

Si mulut lantang terus-terusan “merangsek” seakan menarik perhatianku supaya dia kami pilih menjadi yang diwawancara hari ini supaya nanti bisa memberikan masukan (yang saya curigai) tidak valid dan tidak jujur. Maka dengan berani pula saya tidak melirik dia sama sekali dan mengabaikan dia sampai akhirnya dia diam. Sampai akhirnya partner kerja saya bergabung saya tak sudi mengangkat si mulut lantang sebagai topic diskusi kami. Si mulut lantang terlalu murah buat kujadikan bahan laporan.

Para petani lain masih diam dan menatap penuh kepolosan. Merekalah para petani yang ingin kuajak cerita. Cerita tentang mengapa kami datang. Mereka juga yang ingin kami dengarkan yaitu orang-orang yang hatinya bicara dengan lembut, yang jiwanya tidak kasar, yang tujuan hidupnya bukan untuk memperkosa tujuan hidup orang lain.

Kusapa mereka dengan ramah, sehangat yang saya ikhlaskan. Dan, mereka pun dengan sangat terbuka menghampiri kami, menghapus takut dan curiga yang tadinya menggantung di bawah mendung yang memuntahkan air hujan.

Dan, benar saja: informasi yang mereka berikan sangat lugu, sedikit distorsinya, tidak seperti yang sudah diisyaratkan oleh si mulut lantang yang masih juga menarik perhatian dengan mengendarai motornya sambil menarik gas keras-keras. Go to hell you f**king young man!

Ah, hidup membuatku makin bersyukur ketika bisa berkisah tentang yang tak bersuara, orang-orang polos yang tak bertendensi atau berpretensi. Maafkan aku wahai Tuhan karena kejahatan ini tapi kadang hidup jadi tenang jika berhasil menguak kebusukan manipulator!

Tanda terima kasih kepada para petani di daerah Kalasan. Semoga tahun depan panennya bagus, Pak, Bu…

Jl. Adisucipto DIY – 23 September 2010 – 7:25 malam

6 thoughts on “BERKISAH TENTANG YANG TAK BERSUARA

  1. Belajarlah dari petualangan, maka kau akan temukan esensi kehidupan dari sana.

    Like

  2. smallnote said: Belajarlah dari petualangan, maka kau akan temukan esensi kehidupan dari sana.

    yup! aku sukakan bertualang karena membuatku makin bodoh dan mau belajar terus…

    Like

  3. smallnote said: Belajarlah dari petualangan, maka kau akan temukan esensi kehidupan dari sana.

    nice :)kadang wlaupun dalam kediaman matabatin kita bisa menilai siapa yg sebenarnya benar :)rencananya aku ke jogja lho.. januari.. kondangan hehe

    Like

  4. musimbunga said: nice :)kadang wlaupun dalam kediaman matabatin kita bisa menilai siapa yg sebenarnya benar :)rencananya aku ke jogja lho.. januari.. kondangan hehe

    benar, Mbak. apalagi kalau kita mau mengasah kejernihan batin kita.lho… Januari masih lama, bulan itu aku belum tentu tugas di Jogja seperti sekarang…

    Like

  5. musimbunga said: nice :)kadang wlaupun dalam kediaman matabatin kita bisa menilai siapa yg sebenarnya benar :)rencananya aku ke jogja lho.. januari.. kondangan hehe

    kalo di bogor kopdaran nyok?

    Like

  6. musimbunga said: kalo di bogor kopdaran nyok?

    mau banget… aku masih tugas di Jogja sampai 2 minggu (minggu depan balik ke Tangerang). ntar aku PM kalau udah nyampai sana ya… aku udah lama nggak dolan ke Bogor lho…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: