Advertisements

PAHLAWAN KESIANGAN

PAHLAWAN KESIANGAN

(pahlawan yang kurang suka bangun siang tapi tetap semangat)

Kenalan saya yang ini sangat unik. Dia sangat suka bangun siang atau tepatnya tidak bisa bangun pagi dengan banyak sekali alasan: tidur telat lah, kecapekan lah, nggak dengar suara weker lah, udah bangun tidur lagi lah, hari libur lah, dll. Yang pasti satu: tidak pernah dalam seminggu dia bangun pagi lebih dari dua kali dan paling pagi dia bangun jam 7. Tapi kalau dalam hal menolong teman, jangan diragukan. Biarpun bangun siang tetap saja dia bersedia membantu dengan syarat temannya sanggup menunggu paling cepat jam 11 baru bisa terbantu. Pahlawan kesiangan? J

Saya sendiri nggak begitu mengerti kenapa ada sebutan pahlawan kesiangan karena biarpun kesiangan tetep saja jika seseorang berjasa maka ada nilai lebih yang patut disematkan bintang jasa.

Saya tak hendak bicara tentang asal mula pahlawan kesiangan karena belum pernah ada cerita tentang pahlawan kemerdekaan/nasional/revolusi/dll yang bangun siang. Yang saya tahu ada yang bergelar pahlawan tapi alasannya tidak masuk akal. Contohnya: seseorang diberikan tanda jasa (hanya) karena dia pernah mengantarkan surat perintah; selain itu ya nggak pernah muncul di medan perang atau medan negosiasi dengan pihak musuh. Ada juga pahlawan yang nggak jelas perannya padahal (mungkin) sangat berjasa dan tanda di kuburannya hanya sepotong bambu runcing dan bendera merah-putih dari seng.

Tidak ada maksud buruk me-ngenyek (menganggap rendah, Bahasa Jawa) pahlawan tak dikenal atau melecehkan pahlawan yang teregistrasi di dokumen negara. Saya cuma ingin menekankan pada diri saya sendiri bahwa jasa yang disematkan kepada seseorang ternyata tidak berbanding lurus dengan apa yang telah dilakukannya selama hidup. Bisa saja seseorang bermanfaat justru setelah matinya.

Bermanfaat setelah matinya itu bisa saja berarti dua hal:

  1. lebih baik dia mati daripada hidup nyusahin orang; bisa secara mental, spiritual, fisik, social dan metafisikal
  2. jasa-jasanya baru dirasakan atau disadari setelah dia mati

Mana yang Anda pilih bagi hidup Anda? Dikenang setelah mati karena ketika hidup Anda terlupakan? Atau disubya-subya (dipuji-puja, Bahasa Jawa) orang sejak hidup hingga mati?

Anda yang menentukan. Jangan biarkan orang lain menyetir hidup Anda.

SELAMAT HARI PAHLAWAN!!!

Salam,

Rike

Semarang, Jl. Majapahit di masa rehat – 10 November 2010, 3:36 sore

Advertisements

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Inner Peace

True wealth is the wealth of the soul

Luna

Every now and then my head is racing with thoughts so I put pen to paper

(Metanoia)

Fan of GOD

The Art of Blogging

For bloggers who aspire to inspire

Verona

- Renee verona -

The Travellothoner

Travel, Running, Fitness, Life, Writing.

Learning to write

Just your average PhD student using the internet to enhance their CV

a.mermaid'spen_

You can't deny Art!

New Lune

A blog full of tips, inspiration and freebies!

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

Listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

%d bloggers like this: