December 18, 2010
rike jokanan

10 comments

Mengenali Cakrawala Yang Melintas

MENGENALI CAKRAWALA YANG MELINTAS

Kukira cakrawala berhenti

Ternyata dia melintas

Seperti burung-burung yang berderet membentuk huruf V

Mencari tujuan yang telah ditemukan sebelum beranjak pergi.

Cakrawala itu

Itu? Jauhkah kau sebut itu?

Atau cakrawala ini?

Yang dekat bersanding dengan aliran jiwa

Yang memusat di jantung yang terus berdetak.

Cakrawala mengintip langit

Membuka jalan yang dipasangi rantai seperti

Yang dilintasi para bintang diatas karpet merah,

Indahnya….

Cakrawala itu perlahan kuluaskan agar napasku lebih lega

Tanpa mesti memakai topeng penyaring udara.

Lebih cepat cakrawala kudorong,

Makin lega rasa yang kusimpan.

Agaknya niscaya.

Cakrawala menjadi kebaikan

Yang tak pernah terbayang sebelum kumati dalam tubuhku ini.

Rasanya semacam onggokan jiwa yang siap meledak

Dan mendobrak jalan ke surga.

Cakrawala ini

Cakrawala itu

Tak ada pemisah antaranya.

Penautnya adalah jantungku

Yang tak hendak mengungsi

Biarpun bencana menguntiti.

Pinang, 12/12/10 – 2:52 siang

10 thoughts on “Mengenali Cakrawala Yang Melintas

  1. Selamat sore, selamat menikmati indahnya cakrawala.Pinang? Apa jeng sedang di Pulau Pinang, Malaysia?

    Like

  2. bundel said: Selamat sore, selamat menikmati indahnya cakrawala.Pinang? Apa jeng sedang di Pulau Pinang, Malaysia?

    bukan, Bunda… Pinang adalah nama kecamatan di Kodya Tangerang, sekarang saya tinggal di daerah tersebut. bagaimana kabar Bogor?

    Like

  3. rikejokanan said: bukan, Bunda… Pinang adalah nama kecamatan di Kodya Tangerang, sekarang saya tinggal di daerah tersebut. bagaimana kabar Bogor?

    Oh, Pinang Tangerang? Bogor mendung dan bolak-balik gerimis jeng. Untung saya punya teras yang sangat luas, memadai untuk mindah jemuran ke bawah atap hehehe………

    Like

  4. bundel said: Oh, Pinang Tangerang? Bogor mendung dan bolak-balik gerimis jeng. Untung saya punya teras yang sangat luas, memadai untuk mindah jemuran ke bawah atap hehehe………

    iya… Bogor masih relevan jadi kota hujan ya, Bun?btw, kalau rumah saya udah sangat minim. nggak pernah nyuci di rumah karena udah tidak punya space untuk njemur cucian. saya laudry kiloan aja, Bun…

    Like

  5. bundel said: Oh, Pinang Tangerang? Bogor mendung dan bolak-balik gerimis jeng. Untung saya punya teras yang sangat luas, memadai untuk mindah jemuran ke bawah atap hehehe………

    menyimakk….dari pinang juga… :p

    Like

  6. ohtrie said: menyimakk….dari pinang juga… :p

    halah… melu-melu bae… situ kan di daerah Kebon Nanas to…

    Like

  7. rikejokanan said: halah… melu-melu bae… situ kan di daerah Kebon Nanas to…

    hahaha..lorku 10 langkah wis melu cikokol mbakk…. tapi aku isih nang pinang jee.. exs cipondoh…

    Like

  8. ohtrie said: hahaha..lorku 10 langkah wis melu cikokol mbakk…. tapi aku isih nang pinang jee.. exs cipondoh…

    sing penting negarane padha: Tangeran alias Tangerang. nek jare kancaku Tangerang ki kutapraja… eks pertanda batas jajahan Belanda dengan tanah merdeka. hebat tenan jiwaku iki tinggal di tempat merdeka he he he…

    Like

  9. rikejokanan said: nek jare kancaku Tangerang ki

    kota penjara mBakk..wakakakk

    Like

  10. ohtrie said: kota penjara mBakk..wakakakk

    ada juga yang bilang dulunya “tempat jin buang anak” ha ha

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: