IBUKU DI HARI IBU

IBUKU DI HARI IBU

Tadi kutelpon ibuku, menyampaiakan kabar baikku dan mendengarkan suaranya yang merdu. Ternyata beliau juga ingat hari ini Hari Ibu. Ketika kuucapkan “Selama Hari Ibu ya, Bu…”, beliau serta-merta berterima-kasih dan lalu mendendangkan doa-doa untukku.

Wanita itu, ibuku.

Selalu ramah menyambutku dengan suaranya yang mendayu dan syahdu. Sabar bikin musuh gentar tetapi tetap lembut mengurai ruwetnya akar-akar syaraf anaknya ini.

Apa yang mesti kuucapkan padanya, sudah kulakukan pagi tadi. Tapi apa yang mesti kuberikan kepadanya sebagai bingkisan Hari Ibu? Entah… Sesuatu tidak cukup membayar kenangan hidupku denganya karena dia lebih dari segalanya yang kupunya.

Mata uang yang kutawarkan adalah cinta baktiku. Bisa saja dia tak cocok dengan bentuk kebaktianku, tapi akan selalu kulihat ketulusannya menerima laku doaku.

Oh, Ibuku…

Selamat Hari Ibu

Kupohonkan sejuta kemuliaan bagimu.

Salam cinta dan bakti…

LIA Taruna – 22 Desember 2010 – 1:25 siang

4 thoughts on “IBUKU DI HARI IBU

  1. jandra22 said: Selamat hari ibu, jadilah perempuan mandiri yang bisa jadi pelindung dan pencerah masyarakat di sekitarnya, ya jeng.

    terima kasih, Bunda… insya allah akan tetap semangat menjadi wanita mandiri dan merdeka; dan bisa memberikan sumbangan positif pada semesta raya. amin…

    Like

Comments are closed.