January 2, 2011
rike jokanan

5 comments

KALEIDOSKOP PENCERAHAN

KALEIDOSKOP PENCERAHAN

Sinar berpendar

Melolosi keakuan yang pernah mengasah kemarahan

Dan menajamkan lidah.

Burung-burung bercericit di tangkai-tangkai bunga menur

Mendamu bunganya agar wanginya terbang ke hidung

Lalu menyelusup ke seluruh urat wadag manusia.

Kadang desir getir masih menyerang.

Sesekali.

Lantas pergi seperti pemilik sayap syurga, nanti datang kembali.

Negeri antah berantah menjadi tempat pelarian sempurna

Menjadikan Alice bukan satu-satunya orang asing.

Pulangnya beroleh-oleh senyum atau airmata yang meringankan perjalanan.

Rangkaian listrik bersambung-sambung tanpa sela

Mengantar pijar-pijar gairah sepanjang milyaran syaraf.

Bersiap-sedia tanpa tidur. Tiada kantuk, meniru Tuhan.

Teriakan di gendang telinga seakan bisikan dari seberang benua.

Yang ditangkap syaraf adalah kehidupan nyata yang muncul di awang-uwungl.

Sekilas tak teraba. Demi waktu, yang tak tampak terbukti nyata.

Setetes demi setetes impian itu mendanau, merembesi daratan dan menyuburkannya.

Benih yang pernah beku menjadi gembur bersama tanah;

Alunan nada kehidupan bersiap menumbuhkan pohon raksasa bernama sejarah baru.

Kejujuran berkata-kata bukan lagi kejujuran yang terukur

Karena ternyata kamus bisa direvisi, makna bisa bertelur menetas dan beranak-pinak atau bercabang seperti akar-akar yang merasuki kewarasan bumi.

Kaleidoskop bukan lagi sejarah pendek yang ditakar dengan dacin 12 bulan.

Dia ulangan kejadian yang minta tempat di negeri kesetiaan manusia

Untuk menjadi dirinya yang sadar akan ketiadaannya.

Kelana jiwa,

Memberitakan perjalanannya kepada pribadi yang meringkuk dalam telinga

Sang dewa samudera.

Salam kepada warsa.

Bergulirlah

Bawa sungai ini ke lautan pencerahan.

Keramat, 1 Januari 2011 – 11:11 malam

5 thoughts on “KALEIDOSKOP PENCERAHAN

  1. malam tahun barujam 10 malam,aku masih terjebak macet,setelah seharian, membela kelayakan para pekerjayang selalu terlupakan.malam tahun barujam 11 malam,aku buka gerendel pintu besi,setelah berjam-jam menyeruak dari kemacetanyang menyibukkan kesabaran.malam tahun baru,jam 12 malam,aku pandang langit hitam,yang bopeng-bopeng karena kembang api warna-warniyang menandai tapal batas buatan manusia.tahun baru,sama saja.aku manusia,banyak lupa.

    Like

  2. Selamat ulangtahun untukmu, wahai tahun baru.Panjang umur saja bagimu.

    Like

  3. matur nuwun, Mas Fer. selamat ulang tahun, sem0ga rangkaian 12-dacin kita mengarungi lautan berkah.

    Like

  4. Jadi kaleidoskop ini berupa puisi? *garuk-garuk*

    Like

  5. smallnote said: Jadi kaleidoskop ini berupa puisi? *garuk-garuk*

    lho… tadinya malah mau aku bikin drama he he he

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: