KAWAN SETIA

KAWAN SETIA

Kawan,

Setiakah kau?

Menghalau gundah di sela nafasmu

Berselancar atas kekacauan harapanmu

Yang bertubrukan dengan gelak tawa di seberang jalan?

Kawan,

Setiakah kau?

Mengejar keinginan di antara tetesan keringatmu

Melaju melepas-tanggalkan pakaianmu

Demi ketulusan cintamu

Yang tak kau yakin benar-benar tak kan kau aliri airmata sesal…

Kawan,

Setiakah kau?

Membuangi ranjau-ranjau di halaman hatimu

Mengusir sepi yang lebih nyaring daripada pasar.

Air hujan mengabarimu berita gundah lagi,

Dan lagi,

Dan lagi…

Kawan,

Setiakah kau?

Pada ikrar di kala sepi

Batin di siang hari

Kedipan mata dalam kantuk

Lelap dalam jaga…

Setiakah kau?

Kawan,

Maafkan aku

Atas segala tanya hampa

Karena disana ada hati yang keruh:

Terselaputi pengkhianatan,

Tersaput penduaan,

Tersaruk kemarahan,

Terantuk kemayaan rasa,

Terhantam badai lagi,

Dan lagi,

Dan lagi…

Kawan setiakah kau?

Semarang – 26 September 26, 2011 – 9:10 malam – tentang kenangan segar

4 thoughts on “KAWAN SETIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s