April 21, 2012
rike jokanan

24 comments

KARTINI OH KARTINI

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Raden_Adjeng_Kartini.jpg

KARTINI OH KARTINI

(pergeseran esensi itu halal)

Di beranda teman-teman facebook dan beberapa postingan teman-teman multiply bertemankan Hari Kartini. Saya baru inget kalau hari ini tanggal 21 April, tanggal lahir Kartini ya? Dulu heboh sangat mengucapkan selamat hari Kartini pada teman-teman perempuan dan ibuku dan ibu pacarku dan ibu teman-teman dekatku. Sekarang kok rasanya agak ampang (hambar, Bahasa Jawa).

Esensi peringatan Hari Kartini kan katanya emansipasi wanita Indonesia. Itu esensi yang saya pahami dari interpretasi para sejarawan terhadap aktivitas hidup kartini yang pernah jadi perempuan Jawa kuno, anak bupati ningrat, sekolahnya nggak tutug (selesai hingga tuntas, Bahasa Jawa), pertemanannya dengan para orang Belanda membuahkan publisitas yang bisa jadi tidak pernah dia sangka lalu menjadi isitri bupati juga. Yang saya tangkap adalah sebuah empati para sahabat Belanda terhadap Kartini yang kayaknya sih pengen sekolah ke Belanda sehingga bisa bebas dari kungkungan budaya.

http://edyraguapo.blogspot.com/2012/04/mengelilingi-jepara-bumi-kartini.html

KARTINI BISA JADI BETE

Nah, sekarang para wanita Jawa yang telah lepas dari kungkungan budaya Jawa kuno (pingitan, diskriminasi, pelecehanan, dll) mau apa? Apakah Hari Kartini ini sekedar merayakan kemenangan nilai baru ini? Atau sebenarnya hanya sekedar peringatan sejarah yang tercipta karena kepentingan politis saja?

Kalau mau sih bisa saja saya mengucapkan Hari Kartini pakai sms kayak beberapa tahun lalu kepada semua teman perempuan di daftar kontak saya. Makan pulsa juga nggak apa-apa. Tapi kemudian terjadi pergeseran esensi dalam diri saya sendiri. Saya menjadi lebih cuek terhadap peringatan yang katanya untuk ini dan itu. Hari Kartini kek, Hari Ibu kek, Hari Wanita kek, mbuh sak karepmu…. itu adalah sebuah diskriminasi positif saya tahu tapi saya tidak mau membiarkan diri saya lupa bahwa esensi dari peringatan itu adalah supaya tidak lupa bersikap baik seperti seorang Kartini, bersikap hormat kepada ibu (refleksi Hari Ibu), menghormati hak-hak wanita (Hari Wanita), dll. Kalau hanya terpaku pada peringatan yang ternyata hanya setahun sekali apalagi kalau diidentikkan dengan para siswa berpakaian tradisional terutama pakaian adat Jawa kok rasanya Ibu Kartini akan merasa bersalah namanya kena catut para sejarawan politis tersebut.

Kata Kartini, “Buset dah, mereka yang mau hura-hura nyuruh perempuan kerja lebih keras dan tertipu eh nama gue yang dikata emansipasi… Suwek dah gue”.

http://tutinonka.wordpress.com/2011/04/21/kartini-siapakah-dirimu/

KARTINI DAN AGAMA

Saya tidak suka mengaitkan Kartini dengan agama apapun baik Islam maupun Kristen. Saya sudah membaca ulasan orang-orang yang menganggap Kartini adalah milik Islam, saya juga membaca buku Pram “Panggil Aku Kartini Saja” yang ada sebagian di dalamnya mengatakan bagaimana Kartini tertarik pada Kristen. Buat saya orang yang suka mengklaim “Oh, ini punya gue. Oh itu punya kita…” adaalh termasuk kaum miskin ilmu karena justru dengan mengatakan demikian akan terlihat jelas biasnya.

Kenapa harus mengaitkan emansipasi dengna agama tertentu? Kalau mau mengulas tentang woman liberation (kemerdekaan wanita) nggak usah deh pakai dalil kitab-kitab suci. Itu hanya komoditi agama saja akhirnya. Coblah baca buku Kebebasan Wanita semua jilid 1 – 6. Buku ini ditulis oleh Abdul Halim Abu Syuqqah dan kesimpulan saya adalah semua peristiwa tentang wanita yang diulas oleh Abu Syuqqah tersebut menjadi sangat penting bukan karena wanita-wanita itu orang Islam. Para wanita tersebut dihargai oleh sudut pandang Abu Syuqqah yang menghargai wanita dengan lebih baik.

Pada dasarnya Abu Syuqqah adalah ilmuwan yang sangat menguasai bahasa Arab dan tahu bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang MAU TIDAK MAU, SETUJU TIDAK SETUJU adalah bahasa yang BIAS GENDER. Ada benda perempuan dan lelaki; dan “jenis kelamin” kata itu bisa berubah berdasarkan situasinya. Kalau Anda mau masuk ke pesantren-pesantren yang masih saklek dalam menafsirkan kitab Uqud Al-Jain (uquddulujain) bisa saja Anda bilang bahwa pada dasarnya Islam tidak begitu, itu hanya penafsiran yang salah. Oooh jangan salah ya… Orang di Arab juga banyak yang salah dalam menafsirkan perbudakan – pada kenyataannya para TKW kita dianggap hamba sahaya (budak) di negeri tujuan ibadah terspektakuler dan termenguntungkan di seluruh dunia ini – ibadah hajji.

http://www.navila.co.id/2010/04/kartini-mati-dibunuh-membongkar.html

PERINGATAN DAN TAFSIR

Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa apapun yang kita rayakan tidak kemudian menjadi sangat penting untuk kita klaim sebagai milik satu kelompok saja; bahwa kemudian ada esensi yang berbeda yang dipahami oleh orang lain itu juga bukan merupakan penyimpangan nilai. Yang sangat baku adalah bahwa wanita tidak dihormati oleh (penafsiran) agama tertentu adalah karena ada sekelompok manusia yang ingin mengambil keuntungan dengan menawarkan tafsir terhadap agama tersebut sehingga secara sadar atau tidak, rela atau tak rela pengikutnya menginternalisasinya menjadi sebuah kebenaran nilai dan nilai kebenaran tanpa mau berpikir dan bersikap kritis terhadapnya.

Kalau Anda muslim dan mengatakan bahwa Kartini begini-begitu karena dia memahami Al Quran dengan baik, that’s fine. Bisa jadi itu benar asal itu Anda pahami tidak dengan ego yang mendominasi. Tidak berarti seseorang yang sedang belajar Al Quran kemudian mendapatkan 100% pemahaman benarnya dari Al Quran yang dia baca. Bisa saja dia memang sudah memahami nilai kebenaran itu sejak awal. Al Quran bisa saja dijadikan sebagai penopang atau justifikasi sosial sehingga seseorang tidak menanggung malu atau tak nyaman jika orang-orang bertanya mengapa dia berpikiran demiki
an. Apakah itu kebenaran Al Quran? Belum tentu… Benar atau tidak benar adalah kekuatan tafsir.

Jika Anda orang Kristen dan berpikir bahwa Kartini juga pernah mendatangi gereja dan mengagumi ajarannya tentang kasih itu juga tidak menjadi masalah asalkan Anda tidak memaksakan kehendak bahwa kemudian Kartini bisa saja menyembunyikan kekristenannya karena ketakutan pada budaya di masanya. Jika saja itu benar, tidak juga menjadikan masyarakat menyebutnya Kartini yang baru.

Pendekatan Anda terhadap peristiwa di sekitar Anda adalah bentuk kesepakatan Anda terhadap apa yang Anda yakini. Anda sepakat bahwa tuhan itu satu? Anda sepakat tuhan itu banyak? Itu karena Anda sepakat terhadapnya – tidak menjadikan itu benar atau salah. Bahkan ketika Anda sepakat bahwa tuhan itu tidak dikenal; itu juga kesepakatan Anda terhadap eksistensi tuhan.

Jadi Hari Kartini sebagai peringatan dan bagaimana Anda menyikapinya adalah kesepakatan Anda terhadap keyakinan Anda. Dan itu bebas.

YANG TIDAK BENAR

Yang tidak benar adalah ketika klaim datang dan menyebabkan kekritisan menjadi bias, kesepakatan menjadi kekuasaaan dan chaos (kekacauan, mbuh bahasa opo) muncul dan manusia saling membunuh baik membunuh kemerdekaan berpikir maupun menghilangkan nyawa sesama manusia.

Rumah kecilku di bantaran kali Cisadane – 21 April 2012 – 4:14 sore

Igauan karena galau nggak bisa nonton konser Dream Theater

Gambar diambil dari lama-lama yang tertulis di bawahnya

24 thoughts on “KARTINI OH KARTINI

  1. sugeng dinten kartini yuterus berjuang yo :Dbtw iku ana chaos ditulis lha mie ayame endi?*seblak sulak*

    Like

  2. sinisme ttg perayaan hari kartini dgn dalih “perbedaan gender”, miris memang, padahal gak bermaksud segitunya terhadap opini ini. sekarang gini aja, mending ambil inti konsep positif dari perjuangan sang pahlawan, setuju kan?

    Like

  3. btw, thanks untuk blog nya : )

    Like

  4. rembulanku said: sugeng dinten kartini yuterus berjuang yo :Dbtw iku ana chaos ditulis lha mie ayame endi?*seblak sulak*

    iyo, Laaa…. biar saja ada yang tidak setuju dengan kesetaraan karena aku memang aku nggak peduli dengan konsep kesetaraan yang ada. sekedar kemerdekaan berpikir saja yang kuinginkan. itu aja katanya udah kebanyakan hihihi….nah mangkane ora tak tulis asal bahasa asline mengko malah sing metu ketchup, chili, dll… sulakmu ki mengandung protein hewani rak? wulu pitik opo wulu banyak hihihi

    Like

  5. monikyosmeri03 said: sinisme ttg perayaan hari kartini dgn dalih “perbedaan gender”, miris memang, padahal gak bermaksud segitunya terhadap opini ini. sekarang gini aja, mending ambil inti konsep positif dari perjuangan sang pahlawan, setuju kan?

    kalau saya sih nggak positif ya nggak negatif, Mbak… netral saja. nggak ada ruginya kok kita berbeda. kalau semua perempuan saya juga susah masak pacaran sama sesama jenis dengan terpaksa? tapi kalau semua punya pikiran yang sama nanti ya rukun terus malah monoton; berantem nggak papa asal nggak saling bunuh baik bunuh semangat maupun bunuh manusianya.jadi being negative or positive buat saya bukan untuk saling menentang tapi untuk balancing, biar pendulum tetap berayun dan manusia tetap eksis karena pikirannya nggak mandheg 🙂

    Like

  6. monikyosmeri03 said: btw, thanks untuk blog nya : )

    sama-sama, Mbak… terima kasih juga atas kunjungan dan jejaknya… 🙂

    Like

  7. rikejokanan said: iyo, Laaa…. biar saja ada yang tidak setuju dengan kesetaraan karena aku memang aku nggak peduli dengan konsep kesetaraan yang ada. sekedar kemerdekaan berpikir saja yang kuinginkan. itu aja katanya udah kebanyakan hihihi….nah mangkane ora tak tulis asal bahasa asline mengko malah sing metu ketchup, chili, dll… sulakmu ki mengandung protein hewani rak? wulu pitik opo wulu banyak hihihi

    susah yen ngomong bab emansipasi, soale njuk dho kebablasen wis pokoke awake dewe ae urip ning dalan sing benersulaku seko rapia, lha yen ana kandungane protein opo meh tok nggo mut2an?*balang sandal*

    Like

  8. rikejokanan said: iyo, Laaa…. biar saja ada yang tidak setuju dengan kesetaraan karena aku memang aku nggak peduli dengan konsep kesetaraan yang ada. sekedar kemerdekaan berpikir saja yang kuinginkan. itu aja katanya udah kebanyakan hihihi….nah mangkane ora tak tulis asal bahasa asline mengko malah sing metu ketchup, chili, dll… sulakmu ki mengandung protein hewani rak? wulu pitik opo wulu banyak hihihi

    Kartini iku kancaku wong Cirebon lho, senajan saiki wis ra tau kepetuk maneh.Sing penting dudu dandanan Jawa kanggo tanda yen lagi Hari Kartini, ananging nuduhna yen sing rumangsa dadi wong wedok bisa nglakoni perane dadi ibu bangsa tur mandiri. Iku nek miturut aku lho.Selamat Hari Kartini jeng Rike!

    Like

  9. rikejokanan said: iyo, Laaa…. biar saja ada yang tidak setuju dengan kesetaraan karena aku memang aku nggak peduli dengan konsep kesetaraan yang ada. sekedar kemerdekaan berpikir saja yang kuinginkan. itu aja katanya udah kebanyakan hihihi….nah mangkane ora tak tulis asal bahasa asline mengko malah sing metu ketchup, chili, dll… sulakmu ki mengandung protein hewani rak? wulu pitik opo wulu banyak hihihi

    mantebbb tulisane kiiiii

    Like

  10. rembulanku said: susah yen ngomong bab emansipasi, soale njuk dho kebablasen wis pokoke awake dewe ae urip ning dalan sing benersulaku seko rapia, lha yen ana kandungane protein opo meh tok nggo mut2an?*balang sandal*

    iyo urip yo urip, emansipasi mbuh opo kuwi jenenge kok kelincipen hahahahahaaa…..iyo, iki aku durung sarapan butuh protein tak ngemut sandal mbok menowo sandale seka kulit hahahahahaaaa,,,

    Like

  11. bundel said: Kartini iku kancaku wong Cirebon lho, senajan saiki wis ra tau kepetuk maneh.Sing penting dudu dandanan Jawa kanggo tanda yen lagi Hari Kartini, ananging nuduhna yen sing rumangsa dadi wong wedok bisa nglakoni perane dadi ibu bangsa tur mandiri. Iku nek miturut aku lho.Selamat Hari Kartini jeng Rike!

    temannya Bunda yang namanya Kartini itu suka jaritan juga nggak, Bun?Bunda, mandiri itu buat saya sudah sangat mewah buat saya. dengan kemandirian saya bisa kemana-mana tanpa harus ditunggoni muhrim. coba bayangkan kalau saya nggak diberi kemandirian lak pasti kemana-mana harus bepergian sama lelaki haduuuhhh… pusing…selamat Hari Kartini juga, Bunda Juli…

    Like

  12. rengganiez said: mantebbb tulisane kiiiii

    lhaaahhhh iki sik nulis kucingku hihihi

    Like

  13. rikejokanan said: temannya Bunda yang namanya Kartini itu suka jaritan juga nggak, Bun?Bunda, mandiri itu buat saya sudah sangat mewah buat saya. dengan kemandirian saya bisa kemana-mana tanpa harus ditunggoni muhrim. coba bayangkan kalau saya nggak diberi kemandirian lak pasti kemana-mana harus bepergian sama lelaki haduuuhhh… pusing…selamat Hari Kartini juga, Bunda Juli…

    Kartininya modern banget. Rambutnya aja tiru-tiru dicat maroon. Untung dulu suaminya Dubes, jadi soal jaritan dia masih mau, wong wajib kalau ketemu dengan orang asing di suatu acara resmi. Tapi ya gitu, sudah kehilangan ciri khasnya wanita Jawa, lha jarik sekarang ‘kan jarik yang klemer-klemer nggak bisa diwiru, eh, ya dia jadi pake jarik yang rok gitu, yang di bagian belakang dibikin buntut kayak putri duyung kae lho. Wis jyan, enggak banget deh!

    Like

  14. rikejokanan said: lhaaahhhh iki sik nulis kucingku hihihi

    Lha mbok si Bob kucing kuwi kon nyambud gawe kantoran sisan, wong genah wis pinter ngene iki.

    Like

  15. bundel said: Kartininya modern banget. Rambutnya aja tiru-tiru dicat maroon. Untung dulu suaminya Dubes, jadi soal jaritan dia masih mau, wong wajib kalau ketemu dengan orang asing di suatu acara resmi. Tapi ya gitu, sudah kehilangan ciri khasnya wanita Jawa, lha jarik sekarang ‘kan jarik yang klemer-klemer nggak bisa diwiru, eh, ya dia jadi pake jarik yang rok gitu, yang di bagian belakang dibikin buntut kayak putri duyung kae lho. Wis jyan, enggak banget deh!

    Kartini-nya okem ya, Bun hihihi…btw, kalau rambutnya merah maroon jaritnya juga mesti di-sogan merah maroon biar kerennya makin matching hihihi…

    Like

  16. bundel said: Lha mbok si Bob kucing kuwi kon nyambud gawe kantoran sisan, wong genah wis pinter ngene iki.

    buka kantor konsultan khusus kucing yang bermasalah di kampung tuh ha ha ha… dia lagi ngambek ikannya habis jadi hari ini dia harus makan cemilan doang, Bun…

    Like

  17. rikejokanan said: lhaaahhhh iki sik nulis kucingku hihihi

    si bob nganggo konde?

    Like

  18. rengganiez said: si bob nganggo konde?

    waks….Bob kadung cukur gaya cowok kiye hihihi

    Like

  19. rengganiez said: si bob nganggo konde?

    …Sekarang para wanita Jawa yang telah lepas dari kungkungan budaya Jawa kuno (pingitan, diskriminasi, pelecehanan, dll)? Sejak kapan ya tradisi ini hilang di Jawa?

    Like

  20. rikejokanan said: terima kasih juga atas kunjungan dan jejaknya… 🙂

    hihiks.. ketauan ya mbak “jalan” tanpa izin ke kampung mu??? sorrryyyyy

    Like

  21. rikejokanan said: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Raden_Adjeng_Kartini.jpg KARTINI OH KARTINI (pergeseran esensi itu halal) Di beranda teman-teman facebook dan beberapa postingan teman-teman multiply bertemankan Hari Kartini. Saya baru inget kalau hari ini tanggal 21 April, tanggal lahir Kartini ya? Dulu heboh sangat mengucapkan selamat hari Kartini pada teman-teman perempuan dan ibuku dan ibu pacarku dan ibu teman-teman dekatku. Sekarang kok rasanya agak ampang

    hihiks.. ketauan ya mbak “jalan” tanpa izin ke kampung mu??? sorrryyyyy

    Like

  22. yherlanti1971 said: …Sekarang para wanita Jawa yang telah lepas dari kungkungan budaya Jawa kuno (pingitan, diskriminasi, pelecehanan, dll)? Sejak kapan ya tradisi ini hilang di Jawa?

    bertanya untuk mendapatkan jawaban valid atau bertanya untuk konfirmasi jawaban yang telah Anda yakini kebenarannya? hihihi

    Like

  23. monikyosmeri03 said: hihiks.. ketauan ya mbak “jalan” tanpa izin ke kampung mu??? sorrryyyyy

    I love being visited….. silakan berkunjung lagi hihihi

    Like

  24. monikyosmeri03 said: hihiks.. ketauan ya mbak “jalan” tanpa izin ke kampung mu??? sorrryyyyy

    udah dipersorry, Mbak…. 😉

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: