January 6, 2016
rike jokanan

8 comments

Tongue Faves (Lidah Suka ‘Kan)

Eating is a must for me, not that routine of having breakfast, lunch and dinner as a package – but can be the combination of breakfast and lunch, brunch and dinner, lunch and dinner or three of them. Sometimes snack is coming in between. Please feel free to criticize my eating pattern…. 🙂

Having eaten for the past 40 years, I almost didn’t remember what’s the real purpose of eating. Oh, is it to be full? Can be. To supply energy to body, yes. Sometimes to compensate one stressful day, ok. I did eat when someone asked me to go out even when I was not hungry – oh, to please somebody…. Too complicated to talk about what eating is for when you actually don’t understand the concept of eating.

As I forgot, I just follow what my tongue wants. Like today, my nostrils captured the fragrance of Indonesian sambal brought by the wind through my window sills. Then I decided to have “Bebek Goreng Pak Ndut” for my dinner. And when my house mate asked if I want her Indonesian fried chicken, my tongue still danced to say yes.

Do I really need the fried chicken after the fried duck? I am actually not hungry. But my tongue, oh my tongue….

My tongue seems to rule my stomach. My stomach does not feel the hunger but my tongue instructs me to eat.

Hold on. Hey, Brain. Brain, please give true signage. Don’t give me false alarm. You want me to be fatter? You want the stomach to get bloated? Stop, stop, stop!

But Brain refused the right thing. Tongue is Brain’s bestfriend this time. And I took my house mate’s offer — a plate of oily delicious Indonesian fried rice.

1439795849747

Fried duck by Pak Ndut

Oh gosh! How could I ignore the real purpose of eating and just care about my tongue fave.

I’m sorry my stomach…. I know now you are too full but I promise this will be the last to take a side of Tongue.

Ummm…. No, no I cancelled my promise. But at least most of my eating will be to supply energy to my body.

Oh, stupid me!!!

==== (versi Bahasa Indonesia)

Makan itu keharusan, tapi nggak harus rutin serangkaian sarapan, makan siang dan makan malam – bisa saja kombinasi antara sarapan dan makan siang, makan Dhuha dan makan malam, makan siang dan makan malam atau ya ketiga-tiganya. Kadang ada cemilan di sela-selanya. Kalau mau mengkritisi pola makan saya, silakan…. 🙂

Padahal sudah pengalaman makan selama 40 tahun kok ya masih lupa tujuan makan yang sebenarnya. Apa sih tujuan makan? Biar kenyang? Kali…. Untuk mensuplai energi kepada badan, iya lah. Kadang sih juga untuk menghilangkan stres akibat kerjaan. Sempat juga makan saat tidak lapar, hanya karena diajak teman jadi kadang makan untuk menyenangkan orang lain…. haduh, susah banget ngomongin tujuan makan kalau nggak ngerti konsep makan yang sejatinya.

Ya tapi namanya lupa saya suka mengikuti apa kata lidah dalam hal makan. Seperti hari ini, hidung saya menangkap aroma sambal terasi ala kampungku di Indonesia yang terbawa angin lewat daun jendela yang terbuka. Nggak kuku…. Akhirnya saya putuskan makan “Bebek Goreng Pak Ndut” malamnya. Eh, pulangnya orang rumah nawarin ayam goreng kuning ala Indonesia Raya. Ampun mak…. Lidah kok masih bergoyang-goyang kepengen mencicipi.

Apa memang aku perlu ayam goreng ya? Nggak lapar sih. Tapi Lidah ini oh Lidah….

Tampaknya lidahku telah menguasai perutku. Perutku tak merasa lapar tapi Lidah mengharuskanku makan.

Eh, nanti dulu! Otak eh Otak (bukan otak-otak), tolong kasih tanda yang bener dong. Jangan false alarm. Kamu mau aku makin gendut? Kamu au perut jadi kembung?

Tapi Otak menolak melakukan yang seharusnya. Lidah sudah jadi sahabat Otak. Dan akhirnya saya iyakan tawaran sepiring nasi dan ayam goreng yang memang lekker, makin berminyak makin lezat.

60506653.P1090515copy

semacam inilah ayam goreng yang saya makan
dipinjam dari: http://www.pbase.com/image/60506653

Ya ampun! Kok bisa-bisanya kuabaikan tujuan utama makan dan hanya peduli apa yang lidah sukai.

Maafkan aku, perutku. Aku tahu kamu udah kenyang tapi aku janji ini yang terakhir memihak pada Lidah.

Mmmm…. Nggak juga sih, nggak jadi janji ini yang terakhir deh. Tapi paling tidak sebagian besar makanku akan ditujukan untuk mensuplai energi untuk tubuhku.

Aku emang bodoh!!!

Temasek – January 6, 2016 – 10:35pm

8 thoughts on “Tongue Faves (Lidah Suka ‘Kan)

  1. Enaknya, gagal diet mulu jika lidah dan perut tidak pernah sepakat :v

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: