Tersandung Cahaya – pengingat (Indonesian)

Tak akan lepas dari ingatanku kutipan dari seorang guru: Sesama murid dilarang memberikan rapot. Artinya, tidak perlu menilai orang-lain dalam perjalanan ini. Masing-masing memanggul salipnya sendiri, setiap diri menangisi lukanya, beban dan segala derita yang didukungnya sendiri. Tak elok menganggap bebanmu lebih berat dan hebat daripada yang lain — menangis dalam diam menelan tapi tertawa saat ada yang mengajak melihat lebih tajam meminjam mata sesama.

Pun, ketika kau melihat diri sebagai pembawa cahaya.
Lalu kau menilai siapa yang membawa cahaya dan siapa yang membawa kegelapan, kau puja pembawa cahaya (versimu) dan kau sentil pembawa kegelapan (versimu). Aduhai, lalu kau menjadi pengamat gelap-terang. Seakan kau paling gape tentang gelap dan terang-Nya.

Kepahitanmu sendiri tak kau tilik, sedangkan rasa di sekitarmu harus menutup diri supaya tak mengendusnya.
Kebijaksanaanmu bagai puncak ilmu, sedangkan rasa di sekitarmu harus memicingkan mata memahami kebenarannya.
Kehalus-budianmu bagai elusan malaikat, sedangkan rasa di sekitarmu bagai tercucuk duri-duri tajam sakit linu ngilu hingga di dasar jiwa.
Kebahagiaanmu bagai warna pelangi, sedangkan rasa di sekitarmu ketakutan kehilangan warna karena tak mampu mengekspresikan diri secara merdeka.

Tapi kupaham, ini hanya spectrum cahaya.
Biar dipandang sebagai spectrum gelap-Nya. Tiada mengapa….
Aku tinggal di sini, di gelap-Nya supaya dapat menonton yang sedang dikucuri kemenangan akan kesadaran cahaya. Aku ada di kesadaran spectrum lainnya dan aku bahagia. Tiada mengapa….
Kubahagia untuk kalian….

Bagaimana jika nanti kau terkurung gelap?
Bagaimana jika tersandung cahaya?
…. Jika ternyata kau terserimpet cahayamu sendiri?

Mengapa tak pernah kau panggil aku ke rengkuhanmu sebelum kau caci?
…. tak kau sapa aku sebelum kau hakimi?
…. tak kau tanyai sebelum kau namai?
Cahayamu mulai nyerimpet dari awal perjalanan kita.
Terlalu silau lalu menyilapkan.
Terlalu dekat hingga menghanguskan.

Tidak ada sesal di rasaku.
Tidak ada maaf akan kukirimkan,
Sebelum kau dapatkan cerlang dari gelapku.

Biar kubahagiai cahayamu.
Sampai kau temukan spectrum yang bening untuk menengok dirimu sendiri, rasamu sendiri.

Runtuh satu pilarmu.
Kurengkuh diriku sendiri, kupersembahkan pada Kanjeng Nabi. Dalam sunyi.

Lagi, kuingat kata guruku “dilarang memberi rapot pada sesama murid” dan akan kulakukan selama aku dalam spectrum cahaya-Nya.

Duh Gusti, mugi paringo ing margi kaleresan
Kados margining menungso kang manggih kanikmatan
Sanes margining menungso kang paduko la’nati

Shollu ‘alaa Sayyidinaa Muhammad….

Temasek – 13 Mei 2018 – 02:07 pagi

Spectrum.2400.1800.S.G

Picture borrowed from Wikipedia.org/wiki/Datei:Spectrum.2400.1800.S.G.png

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

the !n(tro)verted yogi

nomadic, poetic, and sometimes ascetic

SevenHues

A place you can call home

lastflyingcow.com

Life, love and alienation along the way...

. . .

love each other like you are the lyric to their music

yaskhan

Poetry

Writing about...Writing

Some coffee, a keyboard and my soul! My first true friends!

Painting with words

Everything that I want to paint with words 🎀

The Gastronomy Gal

Simplicity in food and travel

COLORFUL SISTERS

Traveling Fashion Designers 🌼

Books by Patricia Furstenberg

Where Books and Dogs Travel through History

Shawn L. Bird

Original poetry, commentary, and fiction. All copyrights reserved.

Made of sticks and stones

Frank Regan in words

Penumbra Haiku

..... Just ....... Haiku .....

ram H singhal

Journey of Creative Enlightenment

Flora Fiction

A Creative Space

tinytotspoetry

Aspiring to be the best at writing. Poetry lover, haiku and free verse to be precise, I hope to one day master

myScribbles

Absent-minded musings

Melody Chen

Word-Experimentalist

Den of Dreams

Creativity Is a Wild Thing

Daydreaming as a profession

Daydreaming and then, maybe, writing a poem about it. And that's my life.

Pee Kay

voice_of_the_pen

The Broken Specs

Here's To Express.. :)

Light Play ~ Revitalize

we are fish that play in a sea of light

Cooking

recipes, tips & ideas

Simplify Tasks

Want to learn the simple way?

myvvoice

Escaping reality or facing reality.

The BELOVED

Our hearts are home, secured in God's Love. Find Hope and Encouragement in The LORD, The HOLY BELOVED.

POET CAFE

POET CAFE - blog by Alex Markovich (42 y.o., Russia, author, artist, theater director)

thoughts and entanglements

A collective of poems and photos. All photos taken by me unless stated otherwise.

Rusted Honey

Poetry, haiku, tanka, and micropoetry

OwnShadow

Looking for people to share the written word

Madamsabi's Blog

Coffee For The Mind, inspiration for the soul!

unbolt me

the literary asylum

THE RIVER WALK

Daily Thoughts and Meditations as we journey together with our Lord.

Inner Peace

True wealth is the wealth of the soul

(Metanoia)

Fan of GOD

The Art of Blogging

For bloggers who aspire to inspire

RENEE VERONA

- Verse Seventeen -

Bombay Ficus

Running, Writing, Real Life Experiences & Relatable Content.

Learning to write

Just your average PhD student using the internet to enhance their CV

a.mermaid'spen_

I rant and write ;)

New Lune

A blog full of tips, inspiration and freebies!

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

listen, and keep it clean

%d bloggers like this: