APAKAH CINTA ENERGI POSITIF ATAU NEGATIF?

APAKAH CINTA ENERGI POSITIF ATAU NEGATIF?

BACALAH DAN BUATLAH KEPUTUSAN

Banyak yang men-sinyalir bahwa perasaan cinta adalah energi positif yang dapat bikin hidup lebih semangat. Namun sejauh mana cinta dapat memberikan pengaruh positif dan bagaimana cinta memberikan energi positif yang dikandungnya? Dan kepada siapa cinta memberikan energi positifnya? Apakah kepada seluruh pecinta atau dicinta atau hanya kepada beberapa diantaranya?

Apakah seorang anak mencintai orang tuanya dan sebaliknya? Apakah sepasang kekasih saling mencintai? Apakah Anda mencintai sahabat dan sebaliknya? Apakah Tuhn mencintai kita dan sebaliknya? Apakah seorang kolektor mencintai koleksinya dan sebaliknya? Apakah saya mencintai pekerjaan saya dan sebaliknya? Ada sebagian yang Anda jawab dengan ya dan ada yang dijawab dengan tidak. Bila ya apakah pengaruh energi positif tersebut terhadap mereka? Adakah? Terasakah?

Seorang ibu atau bapak yang mencintai anaknya akan berkorban banyak demi membuktikan kecintaannya pada anaknya. Anak sakit, orang tua membawakannya obat. Anak lapar, orang tua membawakannya pengenyang. Anak menangis, orang tua menenangkannya. Hal tersebut adalah bukti nyata kecintaan orang tua pada anaknya. Apa yang akan anak lakukan bila orang tuanya sakit, lapar atau menangis? Mungkin hal yang sama, mungkin juga tidak. Ingatlah apa yang dilakukan Ibrahim dan Ismail. Ingatlah pula apa yang dilakukan oleh Malin Kundang dan ibunya.

Bila Anda mencintai sahabat apa yang akan Anda lakukan? Mengiriminya ucapan dan bingkisan saat dia ulang tahun? Mendengarkan keluh kesahnya? Meminjamkan apa yang Anda punya bila dia membutuhkannya? Menelponnya saat Anda tiba-tiba mengingatnya? Atau mengiriminya doa? Atau tidak pernah ingat? Atau tidak punya sahabat? Kapan saat terakhir Anda berputus asa karena menyadari sahabat-sahabat Anda mulai menjauhi Anda karena mereka mempunyai kesibukan atau kecintaan baru? Apakah ada cinta saat itu antara Anda dan sahabat?

Apabila kita mencintai koleksi kita, tentu kita akan dengan senang hati menjaga koleksi kita supaya tetap terjaga: bersih dan tidak rusak atau mati. Kolektor perangko akan menjaga perangkonya dlam album perangko, kolektor burung menjaganya dalam kandang, kolektor perhiasan menitipkannya pada museum atau safety box, kolektor uang akan menyimpannya di bank-bank yang berbeda diseluruh penjuru dunia, kolektor bunga akan menempatkan tanamannya di tempat-temoat yang membuat mereka tahan lama dan tetap cantik, kolektor wanita akan mempertahankan wanita-wanitanya untuk tetap tidak mengenal satu sama lain supaya mereka tidak sakit hati. Mssalahnya adalah apakah Anda mendapat balasan yang setimpal dari koleksi Anda tersebut. Jangan-jangan koleksi Anda tidak peduli pada Anda. Oh… kasihan deh looo

Apakah Anda menyadari bahwa Tuhan mencintai Anda? Dia mencukupi kita demi cinta-Nya. Dia melindungi kita dari berbagai mara bahaya dengan mengirim malaikat-malaikat berbentuk para makhluknya. Namun masih ada juga yang tidak sadar akan karunia-Nya. Apakah Anda meyakini CINTA TUHAN sebesar Anda meyakini cinta yang diberikan oleh orang-orang di sekitar Anda? Apakah Anda lebih takut kehilangan Tuhan daripada kehilangan perangko atau kehilangan bunga atau ditinggal istri atau anak Anda? Ataukah Anda akan meradang pada Tuhan dan menuduhnya tidak mencintai Anda karena telah membiarkan koleksi Anda berkurang atau mengambil orang-orang yang Anda (pernah) Anda cintai atau (pernah) mencintai Anda. Sesering apa Anda menuduh Tuhan tidak mncintai atau setia kepada Anda?

Terlalu banyak pertanyaan yang berkembang di benak Anda, bukan? Tenang saja, dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya yakin Anda akan menemukan jawaban yang tepat tentang energi apa yang telah Anda peroleh dari cinta Anda.

Bila Anda ingin menguji keyakinan bahwa cinta itu membawa energi positif atau tidak maka luangkan sedikit waktu Anda untuk menyimak sekelumit kisah berikut.

Tuhan

:

Wahai Kolektor, kuberi kau karunia sehingga engkau dapat melakukan apa yang engkau mau. Namun jangan lupa untuk bersyukur

Kolektor

:

Terima kasih Tuhan. Karunia dan cintaMu padaku tiada tara. Aku tidak akan melupakan syarat itu. Tetapi bagaimana aku harus bersyukur padaMu?

Tuhan

:

Mudah saja. Cintailah makhluk-makhluk-Ku seperti Aku mencintai mereka. Berikan pada mereka hak-hak mereka.

Kolektor

:

OK. Aku paham apa yang harus kulakukan.

Apapun yang Kolektor inginkan terpenuhi karena cinta Tuhan kepadanya. Kolekor hanya menginginkan satu hal yaitu Koleksi.

Kolektor

:

Akan kuurus kamu dengan sepenuh hati dan jiwa sebagai tanda syukurku kepada Tuhan yang telah memberikan segala apa yang kuinginkan.

Koleksi

:

Terima kasih. Saya juga akan memberikan apa yang Anda inginkan sebagai tanda terima kasih saya pada Anda yang telah mau berbagi karunia dengan saya.

Kolektor

:

Kamu memang koleksi yang baik. Tahu membalas budi

Makin besar cinta Kolektor pada koleksinya. Seakan tak hingga cinta yang ia curahkan kepada koleksinya sehingga dia lupa akan hak-hak temannya. Dia tidak lagi mengunjungi teman-temannya yang selalu mengingatkannya supaya tidak mencurahkan seluruh harapan kepada koleksinya yang suatu saat akan lapuk dan meninggalkannya.

Teman

:

Hai, apa yang istimewa dengan koleksi kamu?

Kolektor

:

Dia adalah hal yang membuat saya bersemangat dalam hidup ini. Yang membuat saya merasa bermanfaat. Yang membuat saya merasa dibutuhkan. Yang membuat saya merasa berharga. Yang membuat saya merasa memiliki sesuatu yang kusebut HARAPAN.

Teman

:

Tidak cukupkah kamu dengan memiliki teman seperti aku? Aku telah membuat kamu berharga, dibutuhkan, bermanfaat, bersemangat dan selalu saling mengingatkan adanya suatu harapan. Apakah engkau tidak menganggapku seperti koleksimu?

Kolektor

:

Bukan seperti itu. Kamu sama berharganya tapi aku tidak bisa menjelaskan bagaimana berbedanya kamu denga koleksiku ini.

Teman

:

Itu artinya kamu memang tidak mencintai ku lagi.

Kolektor

:

Bukan!

Teman

:

Lupakan saja pertemanan kita. Rasa cinta kita tidak seimbang dan akan membuat kita saling menyakiti. Maaf.

Kolektor

:

Ya sudahlah. Toh aku masih memiliki sesuatu yang bisa menggantikanmu.

Maka lapuklah koleksi yang telah sepanjang waktu ini dia jaga dan sayangi. Dan hancurlah hatinya.

Kolektor

:

Tuhan sudah tidak mencintaiku lagi. Dia seperti temanku. Dia sama dengan temanku yang telah mencabut cintanya. Tuhan telah menyakiti aku seperti temanku menyakitiku dan koleksiku yang meninggalkan kelapukan tanpa sisa. Tuhan tidak memperingatkanku sebelumnya. Dia tidak pernah memberitahuku bahwa apa yang kuharap akan pergi, yang kucinta dapat meninggalkanku, yang menghargaiku akan mengabaikanku. Apa arti cinta Tuhan? Apa arti cinta teman? Apa arti cinta koleksi? Mereka tak punya cinta! Mereka menghendaki cintaku tapi tak memberi sebesar aku berikan pada mereka. Kini aku tak punya cinta lagi

Kini apakah yang Anda dapatkan setelah membaca kisah sang Kolektor? Menurut Anda apakah cinta berenergi positif atau negatif? Absolute atau relative? Apakah cinta membangun? Atau merusak? Atau justru kini Anda memiliki definisi yang sarat percabangan tentang cinta? Ataukah Anda sendiri sang Kolektor itu? Atau Anda sang Teman? Atau si Koleksi? Bisa juga Anda merasa sebagai Tuhan yang tak memberikan syarat apapun kepada yang dicinta kecuali bersyukur dengan kata lain SEIMBANGlah!

Anda yang dapat menjawabnya. Hikmah tidak berada di tubuh cerita namun ada di ceruk jiwa Anda. Let’s start our journey. Start with questioning J

Rike Angg.

2 thoughts on “APAKAH CINTA ENERGI POSITIF ATAU NEGATIF?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s