KESASAR DI BANDUNG, TIDUR DI ANGKUTAN UMUM

Tanggal 6 dan 7 May 2008 saya nginep di RS Pindad karena teman saya operasi pengangkatan platina di lengan kananya dan sejak tahun lalau saya sudah janji akan nemenin dia. Rencana awal saya akan balik ke Jakarta tanggal 7 sore karena tanggal 8-nya saya sudah harus kembali bekerja.

“Pulang besok aja lah Ke.” kata teman saya. Dan OK, saya dapat ijin dari kantor untuk datang ke kantor lebih siang dan tidak mengikuti session with Michele Bruelhart, Account Rep UK asal Swiss yang ternyata berasal dari Dorf kampungnya Heidi, cewek badung favorit saya itu. FYI, HP saya udah mati maka saya pakai HP temen saya untuk menghubungi bos saya dan sejak itu saya tidak bisa menghubungi ataupun dihubungi sampai saya ketemu charger di kamar saya.

Tanggal 8 jam 7:30 pagi setelah nyuapin teman saya, saya segera bergegas berangkat. Diantar sampai jalan besar lalu naik angkot merah 05 ke terminal Leuwipanjang. Ini pertama kalinya naik angkot di Bandung, biasanya dibonceng Mio atau disupiri. Saking ngantuknya waaaaaaaa… saya kebablasan dan kata abang supir udah jaooooh… OK, saya hanya menurut saat disuruh naik angkot warna hijau, entah berapa kodenya dan kebablasan algi karena tidur hahahahahahaha… maklum rek, dua malam gak tidur njagain temanku itu…

Gave up, saya naik Bluebird ke Leuwipanjang. Rp. 25.000,- dan saya tidur lagi hihihihi…

Langsung saya naik Primajasa Bandung-Kalideres dengan harapan saya bisa turun Slipi Jaya untuk kemudian berangkat ke kantor saya di kawasan Jaksel.

Ternyata Sudara-Sudara… saya tidur lagi, terbangun di pintu tol Karang Tengah. Frustrasi karena kebablasan saya tidur lagi saja dengan harapan bisa bangun di Cikokol untuk kemudian naik bus AC 34 atau 138. Ternyata Sudara-Sudara saya tidur lagi dan bangun di……. Kalideres…

Ha… saya akhirnya pulang naik Roda Niaga arah Serpong lalu turun PLN bypass lalu naik becak pulang… tertawa-tawa.

8 thoughts on “KESASAR DI BANDUNG, TIDUR DI ANGKUTAN UMUM

  1. fitrotunmaryono said: Lain kali mampir neng…..kalau ke Bandung ..

    Kalau seperti itu saya sering mengalami. Ms Rike masih mending dari Bandung artinya dari luar kota bisa kebablasan ke jakarta. Saya naik bis apapun jenisnya di daerah JKT aja sering ketiduran. Biasanya kalau pergi sendiri karena ga ada teman ngobrol, tapi kalau ramai2 kadang2 tidur juga, ha…….ha………ha dasar pelor (nempel molor). Apalagi kalau ada pengamen wah langsung dininabobokan. Enak kan ga nyumbang (krn tidur). He……..he

    Like

  2. lilieartini said: Kalau seperti itu saya sering mengalami. Ms Rike masih mending dari Bandung artinya dari luar kota bisa kebablasan ke jakarta. Saya naik bis apapun jenisnya di daerah JKT aja sering ketiduran. Biasanya kalau pergi sendiri karena ga ada teman ngobrol, tapi kalau ramai2 kadang2 tidur juga, ha…….ha………ha dasar pelor (nempel molor). Apalagi kalau ada pengamen wah langsung dininabobokan. Enak kan ga nyumbang (krn tidur). He……..he

    ha ha ha…kita ini saking tenang hatinya sampai bisa tidur dimana-mana 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s