June 4, 2008
rike jokanan

8 comments

HAK PATEN SEBUAH IMPIAN

HAK PATEN SEBUAH IMPIAN


Kisah ini adalah tentang penghargaan terhadap ide seseorang.

Teman terdekat saya memiliki segudang ide yang deras mengalir seakan pikirannya adalah mata air jernih yang tiba2 memancarkan air bah. Dan saya seperti sebuah kuali tanah yang kepenuhan.

Beberapa minggu lalu saat kami menikmati gurihnya tahu goreng dan udang goreng tepung berdua, air bah itu datang lagi.

”Aku ada ide, kita bikin bla bla bla…”

Saya sendiri sang pemikir kelas teri segera mengamini karena yang terbayang di benak saya adalah bisnis yang cocok dengan hobi saya. Orang normal memilih pekerjaan yang dia sukai bukan?

Hingga beberapa saat kemudian karib saya ini tidak juga mengajak saya rembugan ttg bisnis ini maka saya pun langsung mengawalinya.

”Bla bla bla… Ayo kapan? Ntar kalau dalam waktu 2 bulan kamu gak move, ide ini aku jalanin sendiri lho, Bro!” kata saya.

”Iya deh, asal royalti tetep jalan. Traktir n0nt0n atau makan udah cukup,” jawab dia.

”Gak bisa. Kan aku yang kerja… Lagian kamu punya ide bukannya direalisasi sesegera mungkin.” Saya menyergah dengan tegas.

Sekarang saya merenungi apa yang saya katakan pada teman saya bahwa dia tidak berhak mendapat royalti karena sayalah yang mewujudkan konsep menjadi praktik. Kalau hal itu terjadi, alangkah jahatnya saya merebut sebuah impian sukses sesama. Jika saya jadi memakai ide tanpa memperhitungkan proses mengkhayal si pemikir, alangkah bodohnya saya, alangkah sombongnya saya…

Kalau goyang Mbak Inul yang sempat bikin heboh saja dipatenkan, mengapa ide cemerlang tidak? Padahal keduanya sama-sama berawal dari percikan mimpi. Mbak Inul pernah bermimpi terkenal sebagai entertainer. Karib saya bermimpi menjadi seorang pebisnis.

Saya membayangkan Pak Bogan, rekan saya karyawan di Kantor Hak Paten akan sangat sibuk mendata para pendaftar yang ingin mempatenkan penemuan mereka.

Malahan saya sedang berpikir bahwa orang yang mencetuskan ekspresi berikut pantas mendapat hak paten bahasa.

Masak sih…
Iya lah… Masak iya dong. Namanya juga anak sekolah bukan anak sekodong…

Saya yakin hanya orang kreatif yang berani bereksperimen dengan hal baru walau kadang aneh, nyleneh, sinting. Saya gemas mengetahui bahwa saya tergolong manusia yang menghargai ide hanya sebagai sebuah hasil bukan sebuah proses. Dan saya menyesal. Maka saya pun dating kepada karib saya tersebut untuk menyetujui royalty yang dia minta.

”Ok, nanti aku traktir kamu. Tapi jangan bilang-bilang kalau ini ide dari kamu ya Bro,” ujar saya sambil cengengesan.

Ha ha ha…

8 thoughts on “HAK PATEN SEBUAH IMPIAN

  1. ehm…negara kita memang belum memberi ruang “terkunci” buat hak kekayaan intelektual dinda…padahal banyak hal berangkat dari mimpi, jadi jangan pernah berhenti bermimpi buat mewujudkan hak kekayaan intelektual kita…salam kenal yaaa

    Like

  2. tsabitaadzimatillah said: ehm…negara kita memang belum memberi ruang “terkunci” buat hak kekayaan intelektual dinda…padahal banyak hal berangkat dari mimpi, jadi jangan pernah berhenti bermimpi buat mewujudkan hak kekayaan intelektual kita…salam kenal yaaa

    iya nih Mbak… sedih banget. padahal orang-orang seperti temanku ini jumlahnya tidak sedikti ya.salam kenal juga Mbak… makasih kunjungannya 🙂

    Like

  3. tsabitaadzimatillah said: ehm…negara kita memang belum memberi ruang “terkunci” buat hak kekayaan intelektual dinda…padahal banyak hal berangkat dari mimpi, jadi jangan pernah berhenti bermimpi buat mewujudkan hak kekayaan intelektual kita…salam kenal yaaa

    mampir ke blog ku ya din…

    Like

  4. tsabitaadzimatillah said: mampir ke blog ku ya din…

    pasti dong Mbak…

    Like

  5. tsabitaadzimatillah said: mampir ke blog ku ya din…

    If it’s just an idea, everybody can has it. Once the idea materialized, it might subject to copyright issue (depends on situation). My suggestion is, keep the idea for yourself at first, but after you have a solid prove of it then share to everybody else.

    Like

  6. demitmp said: If it’s just an idea, everybody can has it. Once the idea materialized, it might subject to copyright issue (depends on situation). My suggestion is, keep the idea for yourself at first, but after you have a solid prove of it then share to everybody else.

    sometimes we consider an idea as “only”. it is because many still think that thinking is a subtle activity with no big impact. in fact, thinking is the greatest activity that lead this world to a certain direction.but you are right, materializing (good) ideas is badly needed to make life better.thank u Sudara… your idea inspires me to think and materialize my ideas.serious very i am yes (serious banget saya ya ha ha ha…)

    Like

  7. rikejokanan said: serious very i am yes (serious banget saya ya ha ha ha…)

    lol :p

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: