June 11, 2008
rike jokanan

2 comments

SONTOLOYO POPULER KEMBALI

SONTOLOYO POPULER KEMBALI

June 10, 2008 sebuah paket ditujukan kepada saya sudah tergeletak di ranjang saat saya tiba dari kantor. Yang bisa saya baca dari bungkusan plastik transparan adalah nama sebuah tabloid: PARLE. Tabloid yang selama ini, jujur, tidak pernah saya kenal.

Tidak ada nama pengirim. Dan yang lebih aneh lagi, saya tidak sedang berlangganan atau menanti datangnya tabloid-tabloid ini. Yang saya tunggu-tunggu kedatangannya adalah sebuah buku berjudul Jeda.

Diantara tumpukan tabloid PARLE ternyata ada sebuah buku. Bingo! Ini dia buku yang dijanjikan oleh seorang MP-er yang halamannya pernah saya kunjungi dan puji.

Terima kasih, Pak. Paketnya udah nyampai. Interlude-Jeda karya Syafruddin Azhar dan Kurnia Effendi.

Tanpa interlude segera saya baca buku berisi artikel-artikel yang dilahirkan oleh dua orang penulis produktif diatas. Bagian pertama adalah Interlude berisi tulisan-tulisan Mas Syafruddin Azhar sedangkan Jeda diisi karya-karya Mas Kurnia Effendi.

Saat membacanya saya “tersandung” oleh sebuah artikel berjudul Sontoloyo. Penulis terinspirasi oleh ungkapan Sontoloyo yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) berarti konyol, tidak beres, bodoh dan dipakai sebagai kata (umpatan). Dalam bahasa Jawa sontoloyo berarti penggembala bebek. Saya juga jadi tahu bahwa kata sontoloyo dipopulerkan kembali oleh presiden pertama kita yang jenius Presiden Soekarno saat dia menulis sebuah tulisan di koran tentang ustadz yang mencabuli santriwatinya dan beliau menyebutnya sebagai Islam sontoloyo.

Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa sekarang banyak sekali sontoloyo yang bergentayangan di atmosphere hidup kita. Kebodohan, ketidakberesan, kekonyolan dan orang-orang yang pantas dimaki dengan kata sontoloyo menyesaki bumi ini tanpa apologi. Hidup ini berkembang layaknya bisul yang makin lama makin mengembang penuh dengan nanah busuk sontoloyo; hanya bisa sembuh jika ditusuk dan dimusnahkan sontoloyo-nya.

Sudah terlalu banyak penyimpangan norma dalam hidup ini. Saya tidak sedang berbicara tentang norma tertulis. Saya berbicara tentang norma yang terlekat dengan dan tertinggi nilainya dalam manusia. Dialah norma kasat mata yang bersemayam dalam mental manusia.

Hati nurani

Sebagian besar manusia telah lupa bagaimana mendengarkan kata hati mereka. Telinga batinnya telah tuli dan suara batin mereka telah habis dan serak meneriakkan ide-ide halusnya.

Sontoloyo!

Mengapa norma tertulis tidak lagi mempan bagi manusia? Bukankah sekarang banyak orang menginginkan hitam diatas putih? Berapa jenis surat kita kenal? Surat tanah, ijazah sekolah, sertifikat kursus, surat gadai, surat cerai, MOU, surat nikah dan sebagainya… semua itu sekedar sontoloyo selagi hati nurani telah dibunuh oleh nafsu: kepentingan dan kebodohan.

Apa gunanya surat tanah kalau ternyata pemerintah maunya menggusur?

Apa hebatnya ijazah sekolah kalau ujiannya nyontek?

Apa nilai sertifikat kursus kalau bisa dibeli dan ketrampilan tak dikuasai?

Apa guna surat gadai kalau ternyata barangnya sudah dilelang?

Apa manfaat surat cerai kalau masih mau berkencan dengan mantan juga?

Apa gunanya MOU kalau sebenarnya tidak saling understand?

Apa gunanya surat nikah kalau masih selingkuh juga?

Yang hitam diatas putih itu hanya di mata fisik kita. Jika mata fisik kita buta maka tak sulit menipu kehidupan yang penuh nafsu ini. Tak perlulah buta, merem atau lengah saja sekejap maka tertipulah kita. Sedangkan mata batin kita melampaui semua itu. Sehitam apapun tipuan manusia diatas putihnya ketulusan maka berkali-kali mata hati kita akan memproduksi air mata dan bibir batin kita akan meneriakkan kata hati dan jika batin kita masih bersemi maka telinga batin kita akan mendengarnya kemudian dengan intuisi kita berjalan dan selamatlah kita bahkan ketika hitam diatas putih itu telah menipu kita.

Jangan takut ditipu orang lantaran kita tidak punya bukti hitam diatas putih. Hitam diatas putih itu hanya ilusi karena sebenarnya batin kita tidak bermain dengan warna. Yang bermain dengan warna hanyalah Sontoloyo!

Sontoloyo kamu klepto!!!

Terimakasih pada Mas Syafruddin Azhar atas Sontoloyo-nya J

June 11, 2008

2 thoughts on “SONTOLOYO POPULER KEMBALI

  1. Wuah, sama-sama. Imajinasi Anda tajam juga. Gaya tulis kamu juga dahsyat, inspiratif. Kembangkan terus, maju pantang mundur!

    Like

  2. dinazhar said: Wuah, sama-sama. Imajinasi Anda tajam juga. Gaya tulis kamu juga dahsyat, inspiratif. Kembangkan terus, maju pantang mundur!

    Terima kasih compliment dan support-nya, Mas.Anda adalah salah satu yang menginspirasi saya 🙂

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: