July 9, 2008
rike jokanan

8 comments

Chat & Trainer

CHATTING DAN TRAINER

Di kantor kami chatting via online messenger sudah menjadi alternatif untuk berkomunikasi di kantor walaupun sebenarnya kami hanya berjarak satu sampai empat meter, notabene bisa saja kami “nyamperin” teman kerja dan kemudian mengutarakan apa maksud kita kepada beliau. Pada kenyataannya kadang kami tidak mau beranjak dari kursi kami.

Mengapa sebegitu ekstremnya cara kami berkomunikasi ini? Saya baru menyadari bahwa kami ini manusia-manusia yang kadang terlalu merasa sibuk dengan diri sendiri sehingga untuk menyapa orang lain pun kami tidak mau menunjukkan sisi kemanusiaan dengan menyapa manis, bukan basa-basi emoticon senyum atau tawa yang bisa dibentuk dengan tanda “titik dua”, “setrip”, “kurung tutup”, atau huruf D.

Mau tahu alasannya yang spesifik?

  1. Kadang kami membutuhkan satu orang saja untuk membantu kita dan takut mengganggu orang lainnya sehingga kami perlu menyapa satu pribadi ini secara khusus.
  2. Pembicaraan kami memang bersifat pribadi atau rahasia.
  3. Kami sungkan sama trainer kami yang memang kurang suka kami ngobrol selagi kerja dengan alasan sangat logis: takut kerjaan tidak beres.

Dan alasan inilah yang kami legalkan untuk ber-chatting ria sesama orang kantor lokal. Kami yang pengecut ini memilih untuk menjadi manusia bisu selagi ngobrol dan budheg selagi mendengarkan. Kami “menyetorkan” segudang kata tanpa merasa perlu menyentuh sisi “fisik” lawan bicara kami.

Lama-lama ketahuan juga bahwa kami ini suka chatting hal kantor tapi tentu saja diselingi sambil melempar simbol-simbol yang kai dapatkan dari teman-teman yang ujungnya kami tertawa-tawa dan disangka tidak sedang bekerja keras. Maka sindiran-sindiran mematikan dari sang trainer. Dan apakah kami berhenti chatting?

Tidak!

Kami tetap chatting dengan topik yang tidak hanya tentang hal kantor dan sedikit curhat masalah pribadi melainkan ngegosipin sang trainer. Chatting tentang trainer inilah yang justru sangat seru karena membuat kami merasa tidak bersalah. Bagaimana tidak merasa bebas “dosa”, lha wong kami selalu bilang begini:

Ah, dia juga chat kok. Aku pernah lihat dia lagi chat sama teman es em a dia. dia juga suka ketawa-ketawa sendiri. Bunyi keyboard dia kan kenceng banget. Kita malah sopan, ngetiknya dipelanin…

Halah, siapa bilang dia gak chat. Denger gak dia dengan semangat nyeritain Che dan nasehat-nasehat dia… Emangnya cuma trainer yang boleh chat.

Cuek aja lah. Yang penting kerjaan selesai. Dia kan iri karena gak bisa ngobrol lebih bayak kayak kita yang dibawah sini.

Garing kaleeee gak boleh chat. Emangnya pacarku disuruh datang kesini tiap makan siang?

Kami seperti sekawanan srigala kelaparan melihat kambing gemuk pada saat ngomongin chat dan trainer kami yang sedang galak. Kami ini bukannya ngomng baik-baik tapi malah menganggap apa yang dilakukan trainer adalah stempel HALAL bagi “kenakalan” kami.

Andai saja trainer kami tahu bahwa saya ngomongin dia di Multiply ini, mungkin Multiply saya juga akan dia obrak-abrik ha ha ha… Maaf ya Bos Trainer J

8 thoughts on “Chat & Trainer

  1. hahaha.. dimana” sama aja ya…

    Like

  2. atiggna said: hahaha.. dimana” sama aja ya…

    iyaaa… aku termasuk bawahan bandel nih Mbak

    Like

  3. atiggna said: hahaha.. dimana” sama aja ya…

    lebih aneh lagi.. chatting sm temen yg belum kenal” amat, kaya kita ini. hehe.. klo tau bos bisa lebih melotot ya..

    Like

  4. atiggna said: hahaha.. dimana” sama aja ya…

    Sami mawon, kayak kemarin itu kan?

    Like

  5. atiggna said: lebih aneh lagi.. chatting sm temen yg belum kenal” amat, kaya kita ini. hehe.. klo tau bos bisa lebih melotot ya..

    padahal trainer-nya gitu juga… he he he ngeleees 🙂

    Like

  6. bambangpriantono said: Sami mawon, kayak kemarin itu kan?

    iya ha ha ha…

    Like

  7. bambangpriantono said: Sami mawon, kayak kemarin itu kan?

    weleh, di kantor aq jg gitu mb^_^

    Like

  8. teetoncey said: weleh, di kantor aq jg gitu mb^_^

    rata-rata nih kita nilainya he he he…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: