PENJUAL NOVEL DI BUS KOTA ITU TELAH

BAPAK PENJUAL NOVEL DI BUS KOTA ITU TELAH MENYEMBUHKAN PENYAKITKU

(kisah nyata tak terlupakan)

Hidup saya dihiasi dengan mutiara-mutiara hikmah yang kadang-kadang munculnya di tempat yang tak disangka-sangka. Seperti tadi malam sepulang kerja di bus AJA138 di bilangan Slipi Jaya menuju Tangerang.

Tak tahu mengapa saya merasa sangat pening, mual dan tak sabaran. Majalah Femina yang niatnya saya jadikan penutup rasa bosan malahan menjadi semacam beban karena saya sedang membaca tas yang besarnya tidak cukup untuk mengantongi kertas yang ukurannya diatas 25×15 sentimeter. Maka dengan rela tapi terpaksa saya memangkunya dibawah tas.

Bersyukur saya menemukan harta karun minyak cap Kapak yang bisa mengurangi mual. Duh, serasa nenek-nenek.

Tiba-tiba suara yang tak pernah ada sebelumnya muncul. Bukan pengamen, bukan aktor jalanan, bukan penjaja makanan atau mainan, bukan pengemis melainkan penjual novel. Dan, perasaan mual beserta segala atributnya menjadi hilang sama sekali begitu mendengar untaian kata-kata sang bapak yang – saya yakin- sedang berjuang habis-habisan supaya dagangan cepat habis ini. Silakan menikmati.

“Permisi Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, saya membaca sesuatu yang tidak biasa. Saya membawakan untuk Anda sekalian novel-novel yang akan menjadi bacaan menarik. Saya memberikan harga yang sangat menarik pula. Jika Anda pergi ke toko-toko buku besar seperti Gunung Agung dan Gramedia maka Anda akan melihat harganya sekitar limapuluhlima ribu rupiah atau paling tidak limapuluhribu rupiah.

Tetapi disini saya hanya memberikan harga setengahnya. Dengan uang duapuluhlima ribu rupiah Anda telah dapat memiliki novel-novel yang sangat bagus ini. Silakan dilihat dulu. Ada Ayat-Ayat Cinta yang telah difelemkan, ceritanya tentang lelaki sholeh tapi berpoligami. Ada juga Mahabah Cinta tentang orang sholeh juga. Keduanya ditulis oleh Hiburrahman Al Sarizi.

Ini ada juga Laskar Pelangi. Ditulis oleh Andria Herata. Ceritanya tentang orang yang sangat tidak bersyukur kepada Tuhan. Silakan dilihat-lihat dulu. Novel-novel ini sangat menarik. Silakan. Silakan…”

Saya tidak tahu mengapa mual dan pusing saya langsung hilang. Saya tidak tahu apakah rekan-rekan sesama penumpang mendapatkan efek terhadap kebosanan mereka terjebak macet. Yang pasti saya bersyukur karena Tuhan menciptakan sang bapak yang dengan percaya diri menyebutkan kata “lelaki sholeh TETAPI berpoligami” dan “menuduh” si Andria Herata sebagai orang yang “sangat TIDAK bersyukur pada Tuhan”. Mungkin banyak yang tidak setuju namun saya sangat salut dengan paradoks yang disuguhkan oleh keluguan bapak yang mungkin belum sempat membaca novel-novel yang keburu harus dijualnya demi menghidup diri dan (mungkin) anak istrinya atau mungkin beliau menjual novel-novel bajakan yang ceritanya beda.

Lihatlah Saudaraku, Andria Herata juga manusia yang pantas diolok-olok tidak bersyukur pada Tuhannya. Hiburrahman Al Sarizi adalah penulis yang seharusnya dihebohkan oleh ibu-ibu yang tidak suka dimadu dan seharusnya tidak nonton felem Ayat-Ayat Cinta.

Saya ingat bahwa saya sudah pernah baca Laskar Pelangi (sampai habis dua kali) dan Ayat-Ayat Cinta (sampai habis dan tidak mau baca ulang) yang masing-masing ditulis oleh pengarang yang berbeda yaitu Andrea Hirata dan Habiburrahman El-Shirazy jadi saya hanya diam saja. Jangan-jangan mereka adalah orang-orang yang sama? Apakah si Andrea Hirata juga pernah tidak bersyukur pada Tuhan seperti Andria Herata? Dan apakah si Habiburrahman El-Shirazy juga men-support poligami karena kesholehannya?

Yang pasti saya melihat sisi terang mutiara hati bapak ini. Dia percaya diri dengan keluguannya.

PS:

Jujur saya menyesal tidak membeli salah satu novel beliau walaupun saya tahu ada informasi beliau yang kurang akurat. Semoga Allah memberinya rejeki yang melimpah.

July 21, 2008 8:58pm

10 thoughts on “PENJUAL NOVEL DI BUS KOTA ITU TELAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s