July 26, 2008
rike jokanan

11 comments

MENCARI HOT SPOT DI WTC SERPONG

MENCARI HOT SPOT DI WTC SERPONG

Sekarang saya punya jurus jitu untuk ngirit sejak BBM naik. Saya nge-net di area hotspot tiap akhir pekan. Jadi kerjaan saya tiap hari Sabtu atau Minggu jika tidak sedang menikmati kesempatan yang lain adalah hunting hotspot di Tangerang.

Awalnya saya agak canggung karena kok rasanya gimana gitu… selain itu yang biasanya bawa tas kecil maksimal isi mukena, dompet, kamera dan satu buku sekarang tambah notebook dan perangkatnya yang dibutuhkan. Saya serasa menjadi IT programmer profesional yang kemana-mana tak mau lepas dengan “istri pertama?”.

Ada sebuah pengalaman yang sangat mengesankan ketika saya ber-hotspot di WTC Serpong. Rupanya tempat itu adalah favorit para hotspotter muda yang kebanyakan kaum Adam berkumpul. Alhasil semua meja terisi baik oleh para pengunjung yang sedang lapar maupun kelompok pemuda ber-laptop yang sedang serius. Saya hanya bisa celingukan.

Bingo! Dibelakang panggung ada meja dengan 2 kursi. Tak berpenghuni. Maka dengan segera saya menjajahnya dan memulai aksi. Para hotspotter yang – mungkin – sudah langganan disini memandangi saya dengan tatapan asing karena saya memang orang asing bagi mereka. Seandainya mereka perempuan saya mau bergabung dengan mereka tapi karena mereka semua berdada rata, saya memilih menyingkir. Bukan apa-apa, selain laki-laki mereka juga terkesan sangat jago IT (saya sempat mencuri dengan obrolan mereka) sedangkan saya kan gaptek, takut ditertawakan.

Maka dengan percaya diri saya connect ke wireless yang tersedia dan mulai bekerja. Saya tidak sadar bahwa ternyata dibelakang saya ada beberapa makhluk tak diundang turut menikmati gambar-gambar yang tampil di layar monitor. Dan karena tidak terlihat oleh mata saya, saya cuekin saja.

Makin lama mereka ternyata juga makin bertambah. Dan, saya masih malas melihat mereka. Akhirnya salah satu dari mereka berkata-kata.

“Tante, buka gambar hewan-hewan yang di Afrika tadi dong.”

Wow, wow, wow… Ada tujuh orang anak usia SD dan Tk sedang ngeriung dibelakang saya. Rupanya mereka haus hiburan seperti saya juga.

“Oh, ok. Ya udah, tunggu ya.” Saya berpamitan pada teman chat saya untuk melayani “client” saya.

Kami pun bersama-sama browsing gambar-gambar dan video-video hewan dan pemandangan. Saya juga bukakan situs yang berisi pelajaran bahasa Inggris yang fun dan edukatif. Setelah sekitar satu jam, saya melihat indikator battery saya melemah.

“Ok, kapan-kapan lagi ya. Udah low bat nih.”

“Makasih ya Tante.”

“Sama-sama.”

“Eh, Tante, Tante. Tante lagi sedih ya?” tanya si gendut sipit.

“Emangnya kenapa?”

“Tadi kan Tante lagi sekali-sekali chatting curhat kalau lagi sedih karena handphone-nya ilang dan pacarnya lagi marahan juga ha ha ha…”. Si gendut sipit tertawa gembira diikuti cekikikan teman-temannya yang lain.

“Patah hati nih ye… Kasihan deh Tante. Udah pacarnya marahan, hapenya kecopetan pula.”

Saya tersenyum menahan marah. Aduh, susahnya menghadapi anak-anak. Mau marah, mereka masih kecil dan anak orang tak dikenal. Tidak marah, malu di tengah keramaian. Seperti makan buah simalakama. Atau lebih tepatnya adalah saya seperti buah simalakama.

Saya berjanji tidak akan chatting di tengah keramaian seperti ini. Dan saya berjanji nanti akan mengajari anak saya untuk tidak mendekati hotspotter yang sedang sibuk.

Awal Juli 2008

11 thoughts on “MENCARI HOT SPOT DI WTC SERPONG

  1. thegraphicalsense said: turut prihatin deh…

    karena anak-anak nakal atau karena yang lain yang menimpa diriku??? he he he

    Like

  2. rikejokanan said: karena anak-anak nakal atau karena yang lain yang menimpa diriku???

    apa aja deh pokonya turut bete… hehehe…

    Like

  3. rikejokanan said: karena anak-anak nakal atau karena yang lain yang menimpa diriku???

    Hueheee…. makanya.. nyari meja tuh yang bekanya tembok.. biar nggak ada yang ngintip…

    Like

  4. thegraphicalsense said: apa aja deh

    bungkusssss 🙂

    Like

  5. thegraphicalsense said: apa aja deh

    Anak2 jaman sekarang, yang lahir di era informasi, he he he

    Like

  6. thegraphicalsense said: apa aja deh

    huhu.. kesian amat digangguin 🙂

    Like

  7. aguskribo said: nyari meja tuh yang bekanya tembok.. biar nggak ada yang ngintip…

    foodcourt, mas. gak ada tembok-e he hehe…

    Like

  8. kopiradix said: Anak2 jaman sekarang

    sing ngintip emang anak-anak jaman sekarang. korbane iki lho rek, wis tuwek kok kathik diintip segala ha ha ha…

    Like

  9. atiggna said: kesian amat digangguin 🙂

    untungnya yang ganggu anak-anak, kalau dewasa, pasti wis tak-tampol he he he…

    Like

  10. atiggna said: kesian amat digangguin 🙂

    Numpang nanya, saya coba conect via wifi kok ga bisa surfing ya ?

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: