PEKERJAAN SAYA, TUHAN SAYA

PEKERJAAN SAYA, TUHAN SAYA

Ada dua orang yang seharusnya saya jenguk karena sakit. Tetapi karena keegoisan saya mempertahankan pekerjaan yang tak ada habisnya maka saya melewatkan kesempatan emas untuk menghibur saudara-saudara saya yang sedang kesusahan tersebut.

“Abi sedang sakit, Mbak Rike, makanya saya hari ini harus pulang cepet. Sekarang di rumah sakit Ashobirin.” Abi adalah panggilan untuk suami Mbak Yanti, Finance Manager di LIA Taruna.

“Mbak Rike, Ibu Tuti dirawat di rumah sakit Tebet. Sudah harus dicuci darah karena fungsi ginjalnya sudah sangat menurun.” Begitu kata Nining, teman saya ketika mengabarkan bahwa Ibu Tuti, pemilik rumah yang sekarang saya tempati, sedang sakit.

“Mbak Rike, kapan main ke Bojong? Gak kangen sama kami?” belum lagi hello-saying seperti ini yang jumlahnya tak sedikit.

Saya sedang meratapi alangkah tidak bagusnya manajemen waktu saya sehingga orang-orang yang saya kasihi tidak mendapatkan perhatian yang selayaknya karena saya lebih memandang penting pekerjaan saya. Saya ketakutan jika nanti pekerjaan saya yang sudah ketemu deadline hari Minggu tidak bisa selesai. Kalau client mengeluh maka atasan saya bisa saja memarahi saya. Kalau atasan saya memarahi saya maka pekerjaan saya dinilai tidak baik. Jika pekerjaan saya tidak baik nilainya maka kondite buruk akan saya sandang. Saya takut kehilangan pekerjaan. Saya takut pada pekerjaan saya. Pekerjaan saya adalah penguasa saya. Pekerjaan adalah tuhan saya. Saya diperbudak pekerjaan.

Kemudian saya mendapat kabar bahwa Ibu Tuti sudah sampai di rumah. Maka saya berazam dalam hati bahwa saya harus menemui beliau dan bersyukur bahwa beliau telah pulang.

Saya sempat mengatakan pada Mbak Yanti bahwa saya akan ke Ashobirin hari Minggu jika Abi masih ada disana. Jahatnya saya… Tidak seharusnya saya berkata demikian. Seharusnya saya mengatakan semoga lekas sembuh titik tanpa embel-embel apapun.

Dan saya segera membalas sms-sms dari orang-orang yang menyayangi saya itu.

Sms saya

:

Insya Allah, besok aku kesana. Tapi boleh bawa kerjaan ya… Ok?

Balasannya

:

Ok, tapi jangan kerja ya. Kita ngobrol aja, kerjaan kamu masukin ke tong sampah sehari saja.

July 26, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islami (AMPLI)

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Dinamisasi Otak dan Hati dengan berbagi informasi, ilmu dan pengetahuan

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

My First Orchid

LEARNING TO CARE FOR YOUR FIRST ORCHID

DBR Foundation Blog

Coming together to solve global problems

Lukecats

About cats and man

A Charmed Yogi

Inspiration to live your yoga from a passionate yogi & yoga teacher

Tatikprice's Blog

Life's experiences of a thirtysomething girl living in the far east of London

%d bloggers like this: