August 7, 2008
rike jokanan

8 comments

GOOGLE EARTH…

EALAAAH… GOOGLE EARTH…

Google Earth saya kenal lewat seorang rekan yang putranya bersekolah di STAN yang kelak apabila lulus akan bekerja sebagai pegawai yang tugasnya menaksir harga tanah dan lain sebagainya (saya tidak begitu mengenal profesi ini).

Google Earth telah membuka mata saya lebar alias terbelalak karena saya bisa melihat atap rumah orangtua saya yang jaraknya berkilo-kilometer dari tempat saya sekarang. Satu lagi, saya bisa memberi tanda pada peta dunia dimana letak rumah keluarga saya. Hebat! Rumah ibu saya masuk peta! Saya gembira naudzubillah ketika untuk kesekian kalinya berhasil membantu teman-teman saya menandai rumah-rumah mereka dan tempat-tempat “penting” atas rekomendasi mereka. Coba bayangkan, apakah Anda bisa membeli peta yang memuat tulisan “SD Jatimulyo 3” atau “Agus Mulyana’s Residence” atau “LIA Taruna” atau “Dalemipun Bu Bidan Dajah Jabon” atau tulisan konyol lainnya? Anda bisa “membantu pembuat peta melengkapi karyanya” lewat Google Earth. Subhanallah.

Dengan peta global hasil pencitraan satelit NASA ini, saya bisa melihat bentuk besar Waduk Gajah Mungkur yang menurut saya tidak mirip gajah yang berdiri membelakangi saya. Sekarang bentuk tampak atas Penjara Laki-laki Dewasa Tangerang juga tidak membuat banyak orang di sekitar saya penasaran. Dan, begitu luas air laut menyelimuti daratan kita. Kami sungguh-sungguh merasakan benar betapa kecilnya kami ini.

Saya kemudian mulai berpikir bagaimana seandainya dengan layanan ini seorang pencuri bisa melihat rumah mana di komplek mana yang bisa secara optimal dirampok dan rumah mana yang perlu ditinggalkan saja karena minim properti. Konon, teman kantor saya tahu bahwa tetangganya di kawasan Halim, Jakarta memiliki kolam renang yang biru mendayu juga dari Google Earth. Tetangga yang tinggal berdampingan bertahun-tahun baru diketahui memiliki kolam renang setelah dia mengenal Google Earth.

Itu Google Earth standar. Untuk Google Earth Advance, kita harus bayar. Wah, saya hanya bisa membayangkan apa saja yang bisa saya tandai dengan Google Earth Advance ini. Apakah saya bisa melihat jalan-jalan tikus di seluruh dunia? Ataukah teman saya bisa melihat orang yang sedang berenang di kolam renangnya? Ataukah saya bisa mencari harta karun? Atau saya bisa juga melihat apa yang konon dilihat oleh para ahli strategi militer Amerika Serikat di daerah Irak jika mereka ternyata mampu mengambangkan penginderaan satelit yang jauh lebih advanced daripada layanan ini?

Saya tidak tahu apakah Google Earth edisi lengkap juga dapat saya optimalkan sehingga menyaingi Friendster atau Facebook demi menemukan teman-teman lama saya yang saya rindukan kehadirannya.

Teknologi semakin canggih. Manusia semakin dimanjakan dengan fasilitas-fasilitas yang memungkinkkan mereka untuk membuat pekerjaan dan kegiatan lain jauh lebih efektif dan efisien. Namun ada pertanyaan yang mengganggu benak saya sendiri: apakah manusia bisa tetap mengendalikan diri dalam menggunakan teknologi sehingga teknologi tetap menjadi alat yang (idealnya) ada dan hanya ada demi membuat hidup SEMUA orang menjadi lebih damai?

Kadang kemudahan dan kecanggihan justru membawa efek kengerian yang tak terkira.

8 thoughts on “GOOGLE EARTH…

  1. Kayaknya, semua kembali kepada pribadi manusianya, ya teh…the man behind the gun, tea….ajdi PR kita (yang akan selalu jadi PR) adalah membina dan membina terus manusia-manusia…

    Like

  2. Saya kagum sekali melihat tatakota Canberra dr google earth, iri melihatnya. Kapan ibukota negara kita seperti Canberra?

    Like

  3. Google earth ….. bisa intip orang mandi dikali enggak mbak ?hahahahhahaaa………..

    Like

  4. hihi.. sama dong udah nandain rumah di bogor.. nama jalannya pun kedeteksi.tapi kalo medan ternyata malah blm jelas tuh..

    Like

  5. muhamadnahwannur said: adalah membina dan membina terus manusia-manusia…

    yep, tugas kita adalah memanusiakan manusia. semoga saja kita tetep istiqomah menjadi manusia yang benar-benar manusia 🙂

    Like

  6. lilieartini said: Kapan ibukota negara kita seperti Canberra?

    kalau sama gak bisa Bu Lilie, tapi kalau punya kualitas yang sebanding saya rasa bisa, asal manusianya mau. ayuk, kita jadikan negara kita yang makmur dan sentosa 🙂

    Like

  7. madelyncute said: bisa intip orang mandi dikali enggak mbak ?hahahahhahaaa………..

    Hayo, mau ngintip siapa? kalinya udah pada tercemar… orang mandi ketutup limbah he he he…

    Like

  8. atiggna said: hihi.. sama dong udah nandain rumah di bogor.. nama jalannya pun kedeteksi.tapi kalo medan ternyata malah blm jelas tuh..

    seneng rasanya rumah kita masuk peta ya Mbak Anggit he he he.. aku lagi mau nandai rumah embah di Bukit Menoreh Jogja juga belum tampak…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: