August 7, 2008
rike jokanan

2 comments

AGUSTUSAN, MERDEKA SEHARI SAJA

MERDEKA SEHARI SAJA

AGUSTUSAN

Orang Indonesia mana yang tidak kenal kata Agustusan? Istilah yang identik dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini hampir pasti akrab dengan telinga mereka. Dan, tak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Agustusan adalah hari yang paling ditunggu-tungu kehadirannya setelah Hari Raya Besar keagamaan semacam Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Nyepi dan Waisak.

Anda sendiri, apa yang paling Anda rindukan dari hari jadi bangsa kita ini? Upacaranya? Sirine tepat jam 10 pagi sebagai tanda waktu Proklamasi dibacakan oleh Bung Karno didampingin Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945 silam? Renungan? Atau acara-acara seru di RT/RW, desa, komplek perumahan, kecamatan, kabupaten, provinsi atau nasional? Atau yang lain? Bagus jika ternyata Anda masih memilih salah satunya. Mari kita hayati kemerdekaan walau cuma setahun sekali dan dengan cara yang sangat sederhana.

Agustus dinobatkan menjadi bulan merdeka disini.

Kapan lagi bapak-bapak bisa bebas pakai daster batik sambil main bola di lapangan?

Kapan murid-murid bisa liar bercita-cita selain lewat karnaval yang memungkinkan mereka menjadi apapun atau siapapun di hari itu? Fyi, saya pernah dengan inisiatif sendiri minta berdandan jadi perawat perang, penari Bali, R.A. Kartini, wartawan, dll. Saya juga pernah menghias sepeda saya gila-gilaan saat pawai sepeda.

Kapan lagi juga ibu-ibu da mbak-mbak bisa tarik tambang atau balapan karung tanpa bingung masalah setrikaan, cucian atau pekerjaan rumah lainnya?

Dan, kapan lagi anak-anak bisa berbaur dalam acara yang tidak benar-benar diatur untuk menunjukkan keahlian mereka? Dulu waktu masih kecil tiap Agustusan (ada acara semacam pasar malam 16, 17, 18 Agustus di lapangan sepakbola dekat sekolah) saya dan teman-teman pergi kesana sehabis Maghrib daftar main judi yang bervariasi mulai dari lempar kalung rotan ke leher bebek, lempar bola tenis ke hadiah yang kita inginkan, juga judi tebak gambar dengan hadiah telur ayam. Asyik…

Agustusan mewakili kesyukuran akan adanya kemerdekaan. Biarkan jiwa Anda berpawai dengan bergabung dalam lomba-lomba yang pada hari biasa dianggap tidak wajar. Kenalilah bahwa jiwa lain juga ingin merdeka paling tidak pada hari itu. Mungkin kita bisa bercengkerama bersama tetangga-tetangga ngobrolin para pahlawan yang mungkin namanya tak kita temukan di memori kita. Dan bisa juga memberikan kesempatan pada anak-anak yang ingin sekali bergabung dengan tetangga-tetangga yang mungkin tidak mereka kenal dengan baik; mereka butuh support supaya tidak malu atau gengsi berlomba konyol. Kapan lagi wahai orang tua, kalian membiarkan anak-anak bebas sejenak dari persaingan akademis atau prestise demi membiarkan mereka menikmati kemenangan dan kekalahannya dengan cara yang sama: tertawa bersama. Ayo, Ibu-Ibu, Mbak-Mbak, Adik-Adik, ikut lomba senam, merangkai bunga, hias tumpeng, dandan tanpa cermin, pasang dasi, dll.

Agustusan milik kita, Sudara. Siapa yang akan memperingatinya kalau bukan pemiliknya? Ayo lepas egomu. Merdekakan dia sehari saja.

Merdeka!

2 thoughts on “AGUSTUSAN, MERDEKA SEHARI SAJA

  1. Sekali Merdeka …… Merdeka sekali ……!!

    Like

  2. merdeka slamanya… 🙂

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: