PANCASILA, YANG RINGAN-RINGAN SAJA

PANCASILA

  1. Ketuhanan Yang Mahaesa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah skebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Jika Pancasila bisa bicara, maka dia akan menjerit-jerit pada manusia Indonesia bahwa dia dirumuskan bukan untuk tujuan yang tidak baik. Siapa tahu dia juga menyesal karena telah ada? Dia tidak merasa sempurna. Dia sendiri tidak pernah merasa sakti. Dia juga tak pernah merasa menjadi ideologi. Kita hanya berlebihan memandang Pancasila baik dari kutub positif maupun negatif. Yang bisa saya terima secara netral adalah bahwa Pancasila adalah sebuah tanda mata, pencapaian kebijaksanaan para fouding fathers kita yang dengan sukarela berpikir, berjuang mengorbankan banyak hal untuk manusia-manusia yang kelak (mereka sangka) akan melanjutkan perjuangan mereka menjaga keutuhan negara yang disatukan semata untuk kesejahteraan BUKAN untuk saling menguasai antar kelompok satu terhadap kelompok lain.

Pernahkan Anda mendengar sebuah atau banyak pertengkaran yang terjadi karena meributkan Pancasila? Pancasila yang jumlahnya hanya lima saja dan tidak terlalu berbahaya jika hanya ditulis sebagai dasar perjalanan sebuah usaha dagang telah menjadi (atau tepatnya dijadikan) kambing hitam kebangkrutan bangsa. Berapa banyak organisasi yang harus terbelah karena Pancasila? Berapa orang harus adu jotos diawali dengan perdebatan tentang Pancasila?

Bagi saya Pancasila bukan sebuah kredo yang menjerat kemerdekaan saya dalam menjalankan tugas saya sebagai apapun. Sebagai warga negara, saya tidak pernah dites untuk membuktikan kesetiaan saya. Sebagai pegawai, saya tidak pernah dipajaki karena tidak mengerti kandungan Pancasila. Sebagai pemeluk agama tertentu saya juga tidak dipantau karena tidak menamakan diri saya pemeluk agama dengan embel-embel Pancasila atau beribadah di masjid Pancasila. Saya hanya belajar PMP (Pendidikan Moral Pancasila) yang selalu dengan gemilang menyumbangkan nilai 9 selama saya sekolah dan A saat kuliah. Saya hanya pernah diwajibkan untuk mengikuti Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dulu sekali dan tidak pernah sedikitpun rasa benci atau suka saya pada Pancasila bertambah atau berkurang. Pancasila ya Pancasila, dasar negara Indonesia.

Saya mungkin terlalu ignorant terhadap Pancasila. Atau mungkin terlalu berani menerima Pancasila tanpa reserve. Saya hanya menganggap Pancasila sebagai satu-satunya oleh-oleh utuh yang diberikan founding father saya selain teks proklamasi.

(August 7, 2008)

2 thoughts on “PANCASILA, YANG RINGAN-RINGAN SAJA

  1. blackdarksun said: duh, kamu nasional banged sih…….. thanks masih ada aja yang inget Pancasila di jaman sekarang

    iya nih, Mbak. nyatanya aku lahir, dibesarkan dan sampai saat ini dapet berkah di Indonesia, bukan Pancasialis hanya berusaha adil terhadap diri sendir dan kenyataan đŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s