IBUKU ULANG TAHUN 9 OKTOBER

IBUKU ULANG TAHUN 9 OKTOBER

Sungguh tak mudah menguntai kata-kata

Karena engkau tak terlukiskan

Tak mudah menggambarkanmu

Karena kau jauh lebih indah dari gambaran

Tak mudah memujimu

Karena tak ada kosa kata yang memadai

Tak mudah terharu karenamu

Karena air mataku telah tercurah olehmu

Tak mudah berterima kasih padamu

Karena budiku tak berarti bagi jasamu

Tak mudah, Ibuku

Kau telah lakukan apa yang kau bisa

Sebisa yang engkau mampu

Semampumu walau sungguh kadang kau tak mau

Tak mau surut

Tak mau mundur

Merengkuh dengan kasih yang kau terjemahkan dalam lelakumu

Menyirami kami dengan keterbatasan kasih yang luasnya tak tertampung samudera

Kau telah melakukannya

Dengan upaya berawalan “segala daya”

Kau bidadariku

Kau…

Ibuku,

Bagaimana kubisa membencimu

Kalau ternyata kau tambatan tali pusatku

Bagaimana kubisa mengabaikanmu

Kalau ternyata kutumbuh oleh darah dan air susumu

Bagaimana kubisa melupakanmu

Kalau a ternyata engkau cetakan ragaku

Bagaimana bisa kutempatkan kau setelah mereka

Kalau ternyata kau tak pernah melepasku dari keprihatinanmu

Bagaimana bisa?

Kalau ternyata kaulah manusia yang sanggup melakukannya…

Maafkan aku

Yang acap kali mengatakan “Ah!”

Maafkan aku

Yang berulang kali ngambek karena petatah-petitihmu

Maafkan aku

Yang tak bosan mengguruimu dengan ilmu mudaku

Maafkan aku

Yang seakan jauh lebih berjasa padamu

Maafkan aku

Yang akan banyak tak menuruti saranmu

Aku hanya tak mampu, bukan tak mau

Ibuku,

Kecantikanmu berbatas usia tapi…

Kesetiaanmu seperti matahari

Pengabdianmu seperti nabi pada Tuhannya

Kekuatanmu seperti tetesan air

Ketabahanmu seperti kerang yang mengulum arang menjadi mutiara

Kelembutanmu seperti sutera China

Kesabaranmu bagai aliran sungai ke laut

Ibuku…

Sungguh tak mudah menggambarkanmu

Hanya Tuhan yang membalas jasamu

Telah disiapkan kebahagiaan tak terhingga untukmu

Ibuku hari ini, ulang tahunmu

64 tahun kau merangkum musim

Selama itu pula kau menangguk ilmu

Selama itu pula kau kibaskan segala halangan

Kau terpilih

Kau terpindai

Menjadi yang diberkahi

Menjadi yang disucikan

Kau menjadi manusia mumpuni

Lewat segala sungkur, tangis dan pilumu

Lewat segala lagu, senyum dan tawamu

Selamat ulang tahun, Ibuku…

Aku menyayangimu.

Prepared on October 8, 2008 – 11:57pm

35 thoughts on “IBUKU ULANG TAHUN 9 OKTOBER

  1. shafa2hilman said: mbak, aku jane yo duwe puisi nggo binar pas lara dhek lebaran..ini mengapa aku pas lebaran nggak posting2..binar semaleman begadang n muntah panas nggigil..paginya aku ke pediatric center..dijalan aku nulis puisiku di HP..mungkin begitulah kesetiaan ibu..bagai burung2 yang menunggui panen musim berikutnya datang lagi..setia dan tak berhenti berharap..panen kali ini tak gagal lagi..*lho, iki ngobrol ibu opo petani..dadi ambigu ik..

    wah, sehati tenan kita ini. tadi aku juga hampir nulis bahwa kesetiaan ibu itu seperti petani menemani tanaman yang disemainya tapi batal mbuh kenapa. jebule wis diparingke njenengan karo Gusti Allah.gak papa, topik ibu ki ora habis-habis juga lho. ayo diposting kono puisi buat Binar. kapan-kapan nggawe geguritan alias puisi Jowo.nah looo, nantang lageeee ha ha ha ha

    Like

  2. otrad said: salam sungkem lan katur keselametan kangge kanjeng ibu…

    mbak, aku jane yo duwe puisi nggo binar pas lara dhek lebaran..ini mengapa aku pas lebaran nggak posting2..binar semaleman begadang n muntah panas nggigil..paginya aku ke pediatric center..dijalan aku nulis puisiku di HP..mungkin begitulah kesetiaan ibu..bagai burung2 yang menunggui panen musim berikutnya datang lagi..setia dan tak berhenti berharap..panen kali ini tak gagal lagi..*lho, iki ngobrol ibu opo petani..dadi ambigu ik..

    Like

Leave a comment