22 thoughts on “DI (puisi)

  1. shafa2hilman said: wah..iki mbiyen pas jik gadis aku anti pati..tapi tyt aku tau manfaatnya..terima kasih balsem..terima kasih dit benggol..*serius..

    awas lho, Mbak… mengko kebeler.tenang aja, sapa sih di tlatah jawa yang gak kerokan? nek gak kerokan dudu wong Jowo pokoke wekekekek

    Like

  2. cobadua said: berjalan santai saja, tujuan kan sudah jelas di depan. insya Allah, nyampai dengan selamat. amin 🙂

    kadang tujuan tertutup kabut. membuat keraguan menggayuti hati ibarat dahan keberatan buah yang berlimpah… ironis: buah melimpah tapi memberatkan… manusia 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s