BOOMERANG

BOOMERANG

Terbang seperti burung

Berputar seperti gasing

Berdesing seperti peluru

Mendesis seperti semburan kembang api

Melintas di jalur lurus (yang pasti berbelok)

Tass!!!

Kutersungkur kesakitan.

Lemparkan saja

Kutahu kau memburu ketabahanku

Kusadar kau menginginkan keikhlasanku

Kucium rencanamu—

Membuatku tak berdaya di tempatku—

Supaya tak mengikuti langkahmu

Amboi…

Kau lupa kau bukan orang Aborigin

Yang ahli melemparkan boomerang dan menangkapnya

Sebentar lagi instrumen itu kembali pada punggungmu

Tass!!!

Kau tersungkur kesakitan.

Aku masih tersenyum geli

Melihat mata sombongmu mengemis

Mendapati jiwamu meronta

Memanggilku dalam diam

Haruskah kutertawakan si pengirim boomerang

Atau kutolong ia walau telah melukaiku?

November 2, 2008 – 6:29pm

14 thoughts on “BOOMERANG

  1. dhanuh said: ¤moral: tak baik tertawa diatas penderitaan orang laen.¤air tuba hendakny dibalas dg air susutfs-inspiratif bgt

    you are welcome.kadang kita perlu bicara pada tataran realita. nilai moral kadang terbatas pada kertas dan orasi. hati-hati menggunakannya pada orang lain. bisa jadi seperti diatas he he he…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s