BAKIAK WAK HAJI

BAKIAK WAK HAJI

Bakiak Wak Haji

Berkelontangan

Menghajar tanah kering yang sedang mengantuk

Menyayati jalanan kampung yang mulus

Membangunkan pikiran-pikiran santri

Menjengkelkan telinga-telinga malaas

Menggoreskan sejarah bising yang sunyi

Tapi…

Wak Haji tak berhenti berjalan

Walau surau terlewati

Muadzin menjerit memanggilnya

Jamaah bertepuk tangan mengingatkannya

Anak-anak berceloteh keheranan

Ibu-ibu berbisik-bisk jengkel.

Bakiak Wak Haji

Makin lama makin tipis hilang bunyi

Tanah tertawa kegelian serasa dielus tangan putri

Jalanan kampung serasa diluluri

Santri-santri menjadi murah senyum

Telinga-telinga malas hidup kembali

Imama muda memimpin sembahyang

Tepukan lembut disapa santun bacaan benar

Anak-anak tetap sembahyang sambil berlari

Ibu-ibu terbuai doa khusyu’nya sendiri

Wak Haji tetap berbakiak

Bakiaknya setua jumlah uban di kepalanya

Bakiak Wak Haji

Semakin tua

Semakin mengaji…

Kasasi – August 15, 2009 – 9:14pm

BERKATA MANUSIA

BERKATA MANUSIA

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku ingin percaya bahwa takdir tak pernah merugikan manusia tapi rasanya tak mungkin karena rupanya hidup kadang tak adil”.

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku ingin percaya bahwa tak ada pilihan lain selain takdir yang kita jalani tapi rasanya tak mungkin karena rupanya yang saat ini mesti diganti”.

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku ingin percaya bahwa hidup ini penuh hikmah tapi rasanya tak mungkin karena rupanya lebih banyak orang yang tak menemukannya”.

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku ingin percaya bahwa Tuhan akan memberi kita jalan keluar bagi segala urusan tapi rasanya tak mungkin karena ruapanya manusia niscaya mesti berusaha menciptakan solusinya”.

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku ingin percaya bahwa aku bisa menyelesaikan segalanya tapi tak mungkin karena rupanya waktu dan ruang kita adalah dimensi yang sangat trerbatas”.

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku ingin percaya bahwa aku punya sesuatu tapi rasanya tak mungkin karena ternyata yang kukatakan milikku selalu berlalu seperti terbangnya debu dari atas meja”.

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku ingin percaya bahwa aku tak percaya tapi rasanya tak mungkin karena aku terus menerus percaya dengan segala yang tak kupercaya adanya”.

Berkata manusia

“Sesungguhnya aku sungguh percaya adanya sesuatu yang dapat dipercaya namun sangat sulit untuk dilakukannya dan sebaliknya. Semuanya lengkap seperti sisi-sisi berlian yang jika satunya tak berkilau yang lain memantulkan cahaya dan berlian itu tak berubah nilainya”.

Kasasi – July 5, 2009 – 9:27pm