August 1, 2010
rike jokanan

16 comments

MAKIN KEATAS MAKIN HANGAT

MAKIN KEATAS MAKIN HANGAT

Perjalanan saya dua hari ini bisa saya simpulkan dengan judul diatas. Makin ke atas, makin hangat.

Keramahan adalah bagian dari budaya yang (entah dulu saja atau sekarang juga) menjadi bagian dari kepribadian masyarakat Jawa. Dulu waktu masih tingla di desa saya hobi banget mengatakan kata “Monggo…” lepada orang-orang yang saya lewati dalam perjalanan jkra kecepatan saya tidak melebihi 60km/jam. Bahkan ketika kecepatan 60km/jam pun saya masih berteriak “Monggo…” kepada sesama pengguna jalan atau kepada mereka yang sedang menikmati duduk manisnya. Dasar bengal!

Namur sekarang saya pribadi telah lupa bahwa keramahan adalah hadiah bagi pribadi yang hangat baik pelaku maupun objek pelakunya. Sedangkan sekarang saya sudah tak punya lagi namanya kehangatan pribadi digerus oleh keangkuhan yang saya bangun semenjak saya mengenal “Time is Money”. Uang telah membuat saya berkejaran dengan waktu dan mengabaikan sisi kiri kanan yang saya lalui sepanjang perjalanan. Saya seperti kelinci yang sedang ngibrit takut diburu kura-kura yang dengan segenap energi kesabaran dan keikhlasannya berjalan lambat. Kelinci mengejar garis finish dengan keyakinan penuh bahwa dia akan mengalahkan si kura-kura. Sedangkan kura-kura bersungguh-sungguh berjalan dengan keyakinan dia akan mencapai garis finish tanpa pretensi hanya mau membuktikan bahwa yang menjadi bahan tertawaan bukan saja sesuatu yang lucu melainkan sesuatu yang serius.

Kembali kepada keramahan: kemarin saya traveling dari Djogja perbukitan Menoreh tempat kelahiran embah-buyut-canggah-wareng-udhegudheg-gantungsiwur-gedebogbosok saya yang telah lama tak saya sambangi. Dari hotel saya pakai taxi karena ternyata Terminal Umbulharjo sudah deactivated (kayak fesbuk aja…) dan sekarang siganti Terminal ngGiwangan. Sari ngGiwangan saya naik yang jurusan Kenteng. Disana saya dijemput sepupu saya.

Dalam bus jurusan Kenteng itulah saya merasa kok semakin bus saya merayap memanjati dataran tinggi kok penumpangnya semakin ramah ya? Ada seorang ibu yang serta-merta menebak bahwa saya bukan orang Jogja melainkan “wong dolan” (traveller) padahal sebisa mungkin saya menerapkan kosakata-tatabahasa-dialek Djogdja yang diwarisi oleh bapak saya.

Ada lagi seorang anak kecil yang dengang percaya diri duduk dan sendhen (bersandar) di pundak saya yang pasti tidak akan terjadi di Jakarta tanpa ibunya turut cambur melindungi anaknya dari kejahatan orang asing.

Ada lagi seorang ibu yang menjelaskan dengan gamblang tanpa saya tanya bahwa kalau saya disuruh mbayar Rp. 6000 berarti memang benar nanti saya akan diturunkan ke Kenteng nDekso bukan Kenteng yang masih lingkup Djogdja dalam.

Dan terbukti naik sedikit si daerah Samigaluh sepupu saya benar-benar jadi amat sangat ramah (usuran saya). Me-monggo-i hampir setiap orang yang berpapasan dengan kami, menyenyumi ibu-ibu dan bapak-bapak tua yang melambaikan caping atau tangan. Waktu saya tanya “Emang kenal?”, dia bilang “Ya ora ning kan apik yen gelem cluluk”.

Saya terkesima.

Tapi pagi (1 Agustus 2010) saya ke pasar. Dan makin tambah merasa jadi selebriti karena ada satu blok yang pedagangnya langsung mengenali siapa saya. “Panjenengan punapa putranipun Lik Jokanan ta, Mas”, spontan saya bilang “Lho kok panjenengan pirsa?”, dan sebagian besar jawabannya adalah “Lha wong persis jebles bapakne…”

Olala… Kalau di Yakarta mungkin nggak berlaku. Mungkin para pedagang itu hanya akan membatin “Kayak si Jokanan sih? Anaknya kali ya?”

Itulah. Keramahan. Prasangka baik. Persaudaraan yang tanpa pamrih apapun itu pamrihnya. Saya berharap saya masih punya itu. Amin…

Djogdja, August 1, 2010 – 10:30pm

16 thoughts on “MAKIN KEATAS MAKIN HANGAT

  1. Wedehh.. judulnya sereeem.. Makin Ke Atas Makin Enak

    Like

  2. aguskribo said: Wedehh.. judulnya sereeem.. Makin Ke Atas Makin Enak

    lho bisa aja kalau refer ke rasa makanan to, Dik… *geleng-geleng kepala melihat Agus yang makin penakut — refer ke kata “sereeem”*

    Like

  3. aguskribo said: Wedehh.. judulnya sereeem.. Makin Ke Atas Makin Enak

    wooo lagi pulkam ya…

    Like

  4. rikejokanan said: Dari hotel saya pakai taxi karena ternyata Terminal Umbulharjo sudah deactivated (kayak fesbuk aja…)

    Oh….. oh….., layak. Mlayu nang Face Book sih? Dadi wis lali sapa-menyapa nang kene.Apa kabar mbak?

    Like

  5. t4mp4h said: wooo lagi pulkam ya…

    Mas Mpah, ini secara tidak sengaja pulkam alias ditugaskan ke kebon Djogdja dan akhir pekan ini bisa off jadi ngaciiiiir munggah gunung he he he

    Like

  6. bundel said: Oh….. oh….., layak. Mlayu nang Face Book sih? Dadi wis lali sapa-menyapa nang kene.Apa kabar mbak?

    alhamdulillah sae, Bunda Julie… facebook sih masih cuma kok kayaknya makin nggak jelas arahnya kemana. kalau disni kan saya bisa curhat lebih terarah he he he…

    Like

  7. bundel said: Oh….. oh….., layak. Mlayu nang Face Book sih? Dadi wis lali sapa-menyapa nang kene.Apa kabar mbak?

    mBak Rikeee……terus terang ku terharu banget mBakkk, ku pingin balik ke jogjaa lagiii……sampean semept naik ke Suroloyo ora mBakkk…? bisa melihat borobudur dari puncak suroloyo itu…

    Like

  8. t4mp4h said: wooo lagi pulkam ya…

    dab coba show up contact mu sing kancane si Reni jeneng Cipta seenng photography kae dab… omahe seputaran mbahe si mBak Rike kono…. samigaluh, kulon progo….aku lali, addictedraurush pa sapaa….

    Like

  9. ohtrie said: mBak Rikeee……terus terang ku terharu banget mBakkk, ku pingin balik ke jogjaa lagiii……sampean semept naik ke Suroloyo ora mBakkk…? bisa melihat borobudur dari puncak suroloyo itu…

    nah loooo…. lha aku nek kon urip ning Djogdja malah wegah kiye… wonge kalem-kalem…. kerjanya kurang rikat, urusanku sempat kedowo-dowo gara-gara contact person yang di Djogdja enten-entenan.belum pernah kemarin cuma lihat Borobudur dari Salaman sambil ndherekake big boss.

    Like

  10. rikejokanan said: erjanya kurang rikat, urusanku sempat kedowo-dowo gara-gara contact person yang di Djogdja enten-entenan

    bweheheheh, kalo yang ini jangan pukul rata ya mBakkk..otre aku juga gak mau terlalu subyektive, memang kebanyakan seperti itu, namun tak semuanya melakukan hal n kebiasaan yang sama…..Kalo mau buktikan dari perempatan Kentheng arah selatan kira2 dua kilometer sebrang Gereja Kristen Jawa, ada kerajinan Tas agel (semacam eceng gondok) “Menoreh Handicraft” itu produk export n selalu tepat waktu juga lumayan dipercaya bule….Berarti iki isih nang Yoja mBakk…? apa wis balik Cipondoh..?

    Like

  11. ohtrie said: Kalo mau buktikan dari perempatan Kentheng arah selatan kira2 dua kilometer sebrang Gereja Kristen Jawa, ada kerajinan Tas agel (semacam eceng gondok) “Menoreh Handicraft” itu produk export n selalu tepat waktu juga lumayan dipercaya bule….Berarti iki isih nang Yoja mBakk…? apa wis balik Cipondoh..?

    wah, kerjaanku soale kan gak berhubungan dengan Menoreh Craft itu to… yang saya adepi ini (katanya) lulusan universitas ternama semua tapi ya begitu deh… etos kerjanya kurang bagus, masih terlalu bangga dengna apa yang mereka dapat sebagai karyawan PMA tapi dedikasinya mbelgedhes he he he…ini masih di Djogdja, entah sampai kapan je… mulai bosen 😀

    Like

  12. rikejokanan said: i (katanya) lulusan universitas ternama semua tapi ya begitu deh… etos kerjanya kurang bagus, masih terlalu bangga dengna apa yang mereka dapat sebagai karyawan PMA tapi dedikasinya mbelgedhes

    bwahahaha, univ ternama…? huweeeekkkk… ku meh muntah jugaa…… hihihi :))moga nanti Kang Tambir ikut nambahin muntahanne… 🙂

    Like

  13. ohtrie said: bwahahaha, univ ternama…? huweeeekkkk… ku meh muntah jugaa…… hihihi :))moga nanti Kang Tambir ikut nambahin muntahanne… 🙂

    nuwun sewu… kalau muntah jangan disini ha ha ha ha

    Like

  14. rikejokanan said: nuwun sewu… kalau muntah jangan disini ha ha ha ha

    wis kebacutttt……pakak’ke kucing doyan ora yaa…? 🙂

    Like

  15. rikejokanan said: alhamdulillah sae, Bunda Julie… facebook sih masih cuma kok kayaknya makin nggak jelas arahnya kemana. kalau disni kan saya bisa curhat lebih terarah he he he…

    Lha mulakno tha, welcoming back!

    Like

  16. bundel said: Lha mulakno tha, welcoming back!

    Bunda… multiply cuma ada satu kendala: internet lemot, walhasil masuk MP lamaaaa niaaan… untuk sementara belum bisa dolan ke senthong Bunda Julie…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s