Advertisements

KOSONG TAK BISA DIMENGERTI

KOSONG TAK BISA DIMENGERTI

(untukku yang tak juga bersiap menuju Bahtera Nuh)

Tak ingin bicara

Kecuali tentang hari-hari yang sibuk

Dengan peluh dan kesigapan

Untuk bertahan hidup.

Bercakap dengan diri sudah cukup;

Memadukan penasaran dengan jawaban.

Usah ragu memilih yang tepat,

Berat tak dirasa berat karena semua ringan

Karena jika berbicara tak bisa dimengerti,

Jika menulis tak cukup mewakili isi,

Hanya dapat dibaca lewat mata batin,

Hanya cocok diramaikan dalam perenungan.

Lumbung telah dipenuhi

Labu-labu air telah terisi

Pundi telah diikat tali

Hanya satu: kurungan tak dipunyai guna membawa makhluk di pangkuan.

Segeralah!

Perahu Nuh mengarungi samudera untuk yang mau berpasangan.

Berpasanganlah, maka bahtera itu menampungmu.

Jika tidak, kau mesti berlayar sendiri…

Satu, dua, …

Hitungan makin naik

Rapatkan keberanian

Lalu bergegas menjemput kemenangan;

Atau tidak sama sekali memiliki nyali

Lalu tenggelam atas nama kelalaian.

Keramat – 7 November 2010, 10:06 pagi

PERSIAPAN BENCANA

PERSIAPAN BENCANA

(sekedar persiapan sebagai langkah bijak)

Semoga berguna untuk siapa saja yang membaca dan tolong sebarluaskan, terutama yang (masih) tinggal (di dekat) daerah bencana dan belum mengungsi.

Persiapan dan Sikap Mental

  1. Meskipun masih dinyatakan dalam batas zona aman dan belum ada tanda bahaya atau perintah evakuasi, sebaiknya segera mulai “packing”, mengemas barang- barang yang amat diperlukan. Sehingga ketika perintah evakuasi ataupun situasi memburuk dengan tiba-tiba, anda bisa langsung mengungsi tanpa harus (panik) direpotkan untuk menyiapkan bawaan/perlengkapan anda
  2. Jangan PANIK !… ketika situasi darurat tiba… meskipun anda takut, tetaplah berpikir jernih untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak perlu.
  3. Hindari membawa bawang yang tidak perlu, karena nanti malah merepotkan
  4. Letakkan kunci kendaraan bermotor dan kunci rumah/kamar di tempat yang mudah digapai/dicari
  5. Jangan lupa mengunci rumah/kamar dan memadamkan listrik/lampu, televisi, alat elektronik lainnya dan gas/kompor

Barang-barang yang harus dibawa/ disiapkan

  1. Air minum, (susu bagi balita)
  2. Makanan kering seperti biskuit, coklat,permen, sereal, gula, garam, sardine kaleng dan makanan berkalori tinggi lainny (mie instan tidak berkalori tinggi, tapi lumayan buat ganjel perut)
  3. Pakaian kering secukupnya, jaket
  4. masker, pelindung muka/mata
  5. peralatan makan (sebaiknya yang ringan); sendok, piring/gelas plastik
  6. kantung tidur (sleeping bag) bagi yang punya… bagi yang ga punya jaket juga ga apa-apa
  7. peralatan mandi (handuk kecil, sikat gigi, sabun mandi, sampo kemasan kecil)
  8. obat-obatan dan P3K (obat merah, plester, obat flu, dsb) dan obat tertentu bagi yang memiliki penyakit khusus (seperti obat asma, jantung, diabetes dsb).
  9. lampu senter, lilin,korek api (tapi hati-hati mengunakannya/bahaya kebakaran) amat berguna bila listrik padam
  10. pisau lipat dan tali
  11. kopi bubuk, teh celup, gula, garam (opsional/boleh dibawa ataupun tidak)
  12. kompor gas portabel /parafin, kompor “survival” (opsional)

Sebaiknya semua itu dikemas dengan ringkas, yang berat di bawah, yang ringan di atas…

Memang benar, di pengungsian nantinya mendapat bantuan makanan minuman, obat, tempat berlindung tapi ada baiknya berjaga-jaga dan tidak terlalu bergantung/merepotkan orang lain

**repost dari seorang teman Multiplier yang tinggal di Jogja (Mas Tampah)

Keramat, 6 November 2010 – 9:53 malam

MENDENGAR YANG TAK TERDENGAR TELINGA

MENDENGAR YANG TAK TERDENGAR TELINGA

Kalau kudengar lagi

Maka yang kudengar adalah yang tak terdengar.

Telingaku bukan telinga yang dulu lagi:

Yang kudengar adalah yang dulu tak dapat kudengar

Yang hanya bias ditangkap oleh makhluk berbulu yang tidur di pangkuanku…

Apakah yang kudengar sungguh ada?

Atau hanya ilusi yang menampar lamunan?

Juga mungkin angin yang terkesiap ranting pepohonan?

Haruskah kujalin cerita untuk menghibur diri?

Supaya hatiku tenang tanpa perubahan?

Rentang waktu seperti rentangan tali

Yang makin kentang terpancang,

Makin kempling suaranya…

Jadi waktuku sedang riuh…

Kubungkam waktu yang bergerak memutar ini.

Hmm…

Diam –

Bisu sesaat

Namun sesaat rasanya sejuta tahun… cahaya…

Terlalu cepat

Menembus realitas,

Mengakhiri keresahanku;

Terpaksa atau tidak

Kuterima suara-suara itu

Sebagai anugerah rumah laba-laba semesta raya.

Taruna, 6 November 2010 – 5:42 sore

THE RIVER WALK

Daily Thoughts and Meditations as we journey together with our Lord.

Inner Peace

True wealth is the wealth of the soul

Luna

Every now and then my head is racing with thoughts so I put pen to paper

(Metanoia)

Fan of GOD

The Art of Blogging

For bloggers who aspire to inspire

Verona

- Renee verona -

The Travellothoner

Travel, Running, Fitness, Life, Writing.

Learning to write

Just your average PhD student using the internet to enhance their CV

a.mermaid'spen_

I am as lost as the ocean💫

New Lune

A blog full of tips, inspiration and freebies!

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

Listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: