November 6, 2010
rike jokanan

8 comments

PERSIAPAN BENCANA

PERSIAPAN BENCANA

(sekedar persiapan sebagai langkah bijak)

Semoga berguna untuk siapa saja yang membaca dan tolong sebarluaskan, terutama yang (masih) tinggal (di dekat) daerah bencana dan belum mengungsi.

Persiapan dan Sikap Mental

  1. Meskipun masih dinyatakan dalam batas zona aman dan belum ada tanda bahaya atau perintah evakuasi, sebaiknya segera mulai “packing”, mengemas barang- barang yang amat diperlukan. Sehingga ketika perintah evakuasi ataupun situasi memburuk dengan tiba-tiba, anda bisa langsung mengungsi tanpa harus (panik) direpotkan untuk menyiapkan bawaan/perlengkapan anda
  2. Jangan PANIK !… ketika situasi darurat tiba… meskipun anda takut, tetaplah berpikir jernih untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak perlu.
  3. Hindari membawa bawang yang tidak perlu, karena nanti malah merepotkan
  4. Letakkan kunci kendaraan bermotor dan kunci rumah/kamar di tempat yang mudah digapai/dicari
  5. Jangan lupa mengunci rumah/kamar dan memadamkan listrik/lampu, televisi, alat elektronik lainnya dan gas/kompor

Barang-barang yang harus dibawa/ disiapkan

  1. Air minum, (susu bagi balita)
  2. Makanan kering seperti biskuit, coklat,permen, sereal, gula, garam, sardine kaleng dan makanan berkalori tinggi lainny (mie instan tidak berkalori tinggi, tapi lumayan buat ganjel perut)
  3. Pakaian kering secukupnya, jaket
  4. masker, pelindung muka/mata
  5. peralatan makan (sebaiknya yang ringan); sendok, piring/gelas plastik
  6. kantung tidur (sleeping bag) bagi yang punya… bagi yang ga punya jaket juga ga apa-apa
  7. peralatan mandi (handuk kecil, sikat gigi, sabun mandi, sampo kemasan kecil)
  8. obat-obatan dan P3K (obat merah, plester, obat flu, dsb) dan obat tertentu bagi yang memiliki penyakit khusus (seperti obat asma, jantung, diabetes dsb).
  9. lampu senter, lilin,korek api (tapi hati-hati mengunakannya/bahaya kebakaran) amat berguna bila listrik padam
  10. pisau lipat dan tali
  11. kopi bubuk, teh celup, gula, garam (opsional/boleh dibawa ataupun tidak)
  12. kompor gas portabel /parafin, kompor “survival” (opsional)

Sebaiknya semua itu dikemas dengan ringkas, yang berat di bawah, yang ringan di atas…

Memang benar, di pengungsian nantinya mendapat bantuan makanan minuman, obat, tempat berlindung tapi ada baiknya berjaga-jaga dan tidak terlalu bergantung/merepotkan orang lain

**repost dari seorang teman Multiplier yang tinggal di Jogja (Mas Tampah)

Keramat, 6 November 2010 – 9:53 malam

8 thoughts on “PERSIAPAN BENCANA

  1. musimbunga said: drmu msh di jogja kah?

    tidak, Teh Nia… aku sudah di Tangerang tapi kok aku merasa perlu bersiap. bukan membuat panik tapi hanya sikap bijak terhadap kondisi alam yang tidak menentu…

    Like

  2. musimbunga said: drmu msh di jogja kah?

    Lha mbak, kalau bencana kan datangnya tiba-tiba, jadi maksudnya setiap saat kita harus siapkan bahan pangan di lemari dapur, begitu?

    Like

  3. musimbunga said: drmu msh di jogja kah?

    TFS, Bu….Baik-baik kan?

    Like

  4. musimbunga said: drmu msh di jogja kah?

    Kalau di sini Ke, diajarin utk selalu punya kotak plastik besar atau tas ransel besar yang diisi perlengkapan tanggap bencana tersebut. Yang kurang: air minum dan radio berbaterai utk memantau situasi.

    Like

  5. jandra22 said: Lha mbak, kalau bencana kan datangnya tiba-tiba, jadi maksudnya setiap saat kita harus siapkan bahan pangan di lemari dapur, begitu?

    bukan, Bunda. maksudnya persiapan adalah semacam kalau ibu-ibu hamil yang mempersiapkan satu tas jadi nanti tinggal angkat kalau waktunya tiba… semoga kepanikan tidak menguasai kita sehingga kita nggak salah ngambil tas 🙂

    Like

  6. smallnote said: TFS, Bu….Baik-baik kan?

    baik-baik, pon…hanya ada sesuatu yang mengingatkaku untuk bersiap…

    Like

  7. penuhcinta said: Kalau di sini Ke, diajarin utk selalu punya kotak plastik besar atau tas ransel besar yang diisi perlengkapan tanggap bencana tersebut. Yang kurang: air minum dan radio berbaterai utk memantau situasi.

    itulah, Mbak Irma…rasanya kita ini anak-anak ayam yang kehilangan induknya.aku membayangkan kondisi ideal semacam di US ketika pemerintah mengurus kebutuhan masyarakat termasuk dalam hal pelatihan bencana…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: