November 26, 2010
rike jokanan

2 comments

BERAPA

BERAPA?

(hitungan mundur)

Menghitung itu seperti menghimpun pasukan, sekelompok prajurit yang dibariskan menunggu teriakan komandan. Tanpa tawaran mereka bergerak, maju ke medan perang. Jika mati, hitungan dimulai lagi dan sekelompok besar atau lebih besar lagi tiba: datang menumpas musuh yang bisa menang bisa juga kalah jika sandi komandan tak tepat.

Dan,

Sempalnya satu angka pasti akan mengakhiri hitungan. Prajurit kelak berhenti menyerbu, tak ada lagi yang datang oleh panggilan komandan. Niscaya dunia terasa damai…

Sebentar lagi

Hitungan itu berakhir

Menyudahi kelengangan ruang aula raksasa.

Apa yang bakal terjadi?

Berapapun harganya komandan akan menutup mulutnya, membuang peluit dan tongkat komandonya lalu menanggalkan lencana. Duduk di kursi goyang, menikmati godaan kopi pahit dan sepiring pisang rebus…

Hitunglah

Mundur.

Indra Puri Lampung – 26 November 2010 – 10:56 malam

2 thoughts on “BERAPA

  1. Wah, nitip keripik pisang dong :p

    Like

  2. smallnote said: Wah, nitip keripik pisang dong :p

    telat… udah nyampai rumah. aku bawanya kue Bangkit dan krupuk ikan… kripik pisang udah buanyak di Jakarta hi hi hi

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: