March 20, 2011
rike jokanan

2 comments

BERTARUH

BERTARUH

(pemaknaan pencarian oleh seorang yang sedang silau oleh kebenaran)

Berjudi adalah pengibaratan hidup yang dipakai oleh orang yang suka berspekulasi. Tidak salah, bisa jadi juga tidak benar karena sesungguhnya sudut pandang manusia dimaklumi perbedaannya. Sekali dipakai gardu pandang manusia tidak menjadi sebuah tempat tinggal: boleh saja berubah sewaktu-waktu. Jika sekarang ingin sbertaruh, besok ingin bertapa tidak menjadikannya tidak bermakna karena hidup tetap punya makna seburuk apapun kondisi kehidupan seseorang.

Seorang tetangga membuat saya tak habis pikir kenapa saya begitu egois memandang privasi saya.

Seorang wanita dengan seorang suami yang penghasilannya jauh lebih kecil bisa saja menjadi sangat emosional dan dominant dalam rumah tangganya dan itu belum pernah saya alami maka itu beberapa saat yang lalu saya pernah mengutuk kenapa wanita itu mau menikah dengna lelaki itu kalau akhirnya dia marah-marah terus pad suaminya.

Anak-anak yang dinilai lucu dan pintar oleh tetangga ternyata bisa membuat ontran-ontran (huru-hara, Bahasa Jawa) di rumah sendiri. Dan itu baru saya sadari ketika saya harus bertahan menghadapi anak-anak tetangga yang awalnya lucu tetapi menjadi agak menyebalkan setelah mereka berani buka-buka kulkas dan mengambil apapun yang mereka suka tanpa minta ijin kecuali ketahuan oleh saya.

Pembantu yang menurut saya penurut dan malang telah menjadi sebuah boomerang berat dan menyakitkan setelah ternyata selama ini sang pembantu dianggap telah “mengurangi jatah keuangan” sebuah keluarga. Kemudian terdengarlah selentingan bahwa perbudakan mungkin masih bisa dihargai oleh orang tertentu. Baru kemudian saya sadar bahwa akhir-akhir ini saya memilih mencuci baju-baju saya sendiri daripada mengirimkannya ke laundry kiloan; tujuan awal bukan untuk mandiri tetapi untuk mengurangi pengeluaran.

Hidup ini sangat berharga sehingga jika dipertaruhkan akan sangat besar harganya; terutama jika petaruh memenangkan perjudian pribadinya.

Saya tidak akan mempertaruhkan sesuatu karena saya bukan orang yang visioner mampu melihat kemenangan atau kekalahan di depan sana. Saya juga tak akan mendiamkan hidup saya tanpa saya “jual” karena ternyata hidup saya sungguh terlalu berwarna hanya untuk dinikmati apa adanya.

Pertaruhan saya mulai. Kugadaikan kepercayaanku kepada pemilik semesta alam yang sesungguhnya karena aku ingin mendapatkan kemenangan yang tak pernah terbantahkan keniscayaannya. Tapi aku tidak akan membiarkan pemilik alam semesta ini mengatur sendiri permainannya.

Hidup ini indah. Hidup ini judi. Hidup ini patut dinikmati dengan atau tanpa harapan. Karena akhirnya adalah disini juga, tempat yang tak terbantahkan untuk memulai dan mengakhiri.

Salam,

Rike

Tangerang – 20 maret, 2011 – 3:26 sore

2 thoughts on “BERTARUH

  1. sekedar fokus pada apa yang sedang mengambang di dalam pikiran… bukan untuk mengkaji yang tersirat dari yang tersurat…

    Like

  2. Aih! Sudah menjadi filsuf Rike Jokanan rupanya! :p

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: