May 13, 2011
rike jokanan

10 comments

FRIDAY THE 13TH

FRIDAY THE 13TH

Dulu waktu saya masih sekolah, ada film serial TV berjudul Friday the 13th; ada 2 tokoh utama pengelola sebuah took barang antic: Ryan (ponakan lelaki pemilik toko) dan Micki (ponakan perempuan). Tiap jumat ke-13 mereka selalu disibukkan dengan kegiatan menumpas “penghuni barang antik” tentu saja bersama dengan barang antiknya.

Ada sebuah boneka yang mengajari anak-anak yang pernah menjadi pemiliknya untuk berkata “I hate you” kemudian bisa membalaskan dendam sang pemilik kepada siapapun yang dibencinya. Pada akhirnya ketika pemilik sudah tak lagi mau menuruti permintaan si boneka, dia juga akan “tersedot” kea lam barzah dimana mereka mati tidak hidup juga tidak.

Satu-satunya jalan adalah mengalahkan perasaan benci tersebut dengan perasaan cinta. Jadi ketika Ryan dan Micki (eksekutor pemusnahan) menolong para korban boneka tersebut, mereka menebak-nebak apa yang harus dilakukan anak-anak itu untuk lepas dari rengkuhan pintu kematian.

Akhirnya Ryan dan Micki menyuruh mereka mneriakkan kalimat “I love you” kepada anak-anak itu. Bukan usaha yang mudah karena ternyata untuk mengatakan I love you rupanya menjadi kesulitan besar bagi anak-anak yang sudah kadung menanam kebencian.

Dengan segala usaha maka mereka dapat meneriakkan “I love you” dan setelah diulang-ualang berkali-kali kalimat itu seperti mantra… Mereka semua terlepas dari kutukan boneka pembenci. Lalu Ryan dan Micki memasukkan boneka iblis itu kedalam ruangan rahasia dimana mereka memenjara roh-roh jahat.

Friday the 13th atau Jumat ke-13 adalah semacam kepercayaan yang masih diyakini oleh sebagian orang sebagai waktu kesialan. Kalau ditanya percaya atau tidak, sulit untuk menjawabnya karena saya percaya bahwa kata “sial” itu ada karena manusia menciptakannya. Jadi saya rasa kesialan itu sendiri adalah buah perbuatan manusia. Apakah kesialan itu menimpa dia secara langsung atau harus menunggu beberapa saat maka itu hanya urusan timing saja.

Lepas dari Friday the 13th, saya hanya ingin mengatakan bahwa seperti boneka jahat itu, kesialan hanya tercipta karena ada bibit kebencian dalam suatu hati dan dipupuk dengan pembenaran diri yang tak terkendali dan tak berdasar. Entah ini hanya sebuah rumusna asal ngomong atau kengelanturan pikiran yang tak berdasar juga yang pasti kesialan pernah dirasakan oleh seluruh manusia; tinggal tingkat kekerapan atau ukurannya yang berbeda.

Maka serial TV Friday the 3th tentang boneka pembenci itu menjadi semacam pengingat buat saya bahwa membenci membuat saya sial. Apapun akan saya terima walau awalnya ada semacam “perasaan sebal akan apa yang menimpa saya”. Dengan cinta, saya akan terbebas dari kutukan apapun termasuk kutukan “mati tidak, hidup juga enggak”. Sebenarnya kalau kebencian saya hanya menimpa orang lain sih sebodo teuing (egois sekaleee…) tapi nyatanya kebencian selalu mengejar saya pada akhirnya atau malah dari awal hingga akhir. So… saya tak mau lagi membenci. Sebel dikit boleh lah… tapi sedikit pun hanya boleh sebentar saja. Atau kalaupun ada seseorang yang sedang membuat hidup resah dan sial selalu, baiknya berpikir positif “ya sudah, memang itu adalah kesialan dia yang menimpa kita juga”; biar kita nggak pusing-pusing amat mikirin susahnya hidup…

Jadi kalau boleh kusarankan, mencintalah tak perlu membenci biar tidak sial di Friday the 13th ini hi hi hi…

Tautan penting:


http://en.wikipedia.org/wiki/Friday_the_13th:_The_Series

http://en.wikipedia.org/wiki/Friday_the_13th

10 thoughts on “FRIDAY THE 13TH

  1. Ku juga suka, Mbak Ari Wijaya hi hi hi…

    Like

  2. musimbunga said: Blom pernah nonton

    ini tontonan orang jaman rekiplik hi hi hi…

    Like

  3. musimbunga said: Blom pernah nonton

    Mestine apik ya mbak?

    Like

  4. bundel said: Mestine apik ya mbak?

    film-nya sae, Bunda… itu duluuuu banget waktu saya masih sekolah, belum kuliah masih kinyis-kinyis… 🙂

    Like

  5. bundel said: Mestine apik ya mbak?

    Pinjem dong :p

    Like

  6. bundel said: Mestine apik ya mbak?

    Pinjem apa? Film? Kagak punya… Ini ada di TV jaman kecilanku hi hi hi

    Like

  7. rikejokanan said: ada 2 tokoh utama

    Jack n Dylon kok gak ditokohinnn…?

    Like

  8. rikejokanan said: ada 2 tokoh utama

    Soale sing paling membekas ning hatiku si ganteng Ryan dan si pemberani Micki… Jack karo Dylon muncule ora sekerep wong loro kuwi to???

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: