July 28, 2011
rike jokanan

14 comments

TUHAN MAHATAHU DI SINGAPURA

TUHAN MAHATAHU DI SINGAPURA

(negeri seribu kamera)

Berada di negeri kecil bernama Singapura ini rasanya seperti dijagai malaikat bermata seribu yang bisa mengawasi tiap gerak-gerik seluruh titik emosi di tubuh. Mau begini, takut. Mau begitu, takut. Kenapa? Karena ternyata Tuhan Mahatahu dan akan memberitahukan kejahatan kita pada para polisi di negeri itu supaya segera diproses hukum.

Diawal kunjungan saya berpikir pantesan para koruptor kita merasa nyaman berada disini. Mungkin hanya sekian kemungkinan mereka tertangkap karena tak ada yang namanya polisi nyanggong di prapatan atau tikungan untuk nyari duit buat makan pagi atau makan siang atau setoran untuk istri atau pacar atau atasan. Semua belokan bersih dari “aksi” polisi. Pun tak ada tempelan-tempelan semacam “sedia tempat kost”, “sedot WC”, “guru privat hubungi nomer ini”, “badut ulang tahun”, apatah lagi “dicari koruptor dengan bayaran…”. Koruptor kita tak akan bisa dikenali karena fotonya nggak dipajang. Saya pikir di Singapura ini saya bisa berbuat seenak saya baik secara moral maupun personal.

Tapi pikiran saya bahwa orang berdosa bisa lepas begitu saja disini bisa saja salah besar. Anda mau nranyak (melanggar, Bahasa Jawa) garis kuning bisa langsung dapat panggilan surat tilang seharga SGD100 tanpa harus dikejar polisi. Silakan buang sampah di jalanan, lalu Anda akan dapat surat pemberitahuan. Silakan corat-coret di tiang listrik, nanti Anda akan ditatar masalah vandalisme. Bagaimana tidak: dimana-mana kamera boooow…

Maka seandainya para koruptor kita bebas berkeliaran di negeri kecil ini sebenarnya kecil kemungkinannya tidak tertangkap kecuali memang kamera-kamera itu “dibikin mandul” untuk kalangan tertentu yang sedang “dilindungi”. Tuhan Mahatahu di negeri ini bukan karena Dia tidak mahatahu di negeri lain; tapi bahwa Dia Mahatahu dan kemahatahuan itu diekspresikan secara elegan tanpa paksaan dalam kehidupan manusia itu lain maknanya. Tuhan Mahatahu di Indonesia tapi masih banyak yang bisa kita lakukan untuk membodohi kemahatahuan Tuhan dengan melakukan hal-hal bandel dalam kehidupan sehari-hari dengan segudang pemakluman mulai dari “lupa”, “tak paham” atau “apa boleh buat” yang lainnya. Kalau di Singapura ini manusia masih nakal dan orang jahat masih bergentayangan, alangkah kasihannya Tuhan. Disini Tuhan Mahatahu tapi diledek mati-matian bukan oleh rakyat Singapura yang lempeng-lempeng jasa melainkan justru oleh segelintir “suaka politik” (yang entah legal atau tidak) yang bernapas lega karena lepas dari tanggung-jawab menjalani proses hukum baik untuk dirinya sendiri maupun demi membuka borok kelompoknya atau juga rivalnya.

Negeri seribu kamera ini, dimana Tuhan Mahatahu, telah menjadi sarang warga negara tetangganya yang ingin terbebas dari penegak hukum yang merasa pantas mewakili kebenaran yang dijual dengan sekian digit. Disini juga beberapa orang belajar bahwa tak ada satupun yang bisa mengadili dirinya kecuali tuhan yang diwakili oleh malaikat bernama Seeseeteevee. Nah, bagaimana pendapat Anda?

Loyang – 27 Juli 2011 – 1:56

Kebelet pipis tapi nggak ada tempat cebok

Foto dipinjam dari http://fingerprint-security.net/tag/surveillance-cameras-tips2008/

14 thoughts on “TUHAN MAHATAHU DI SINGAPURA

  1. rikejokanan said: Kebelet pipis tapi nggak ada tempat cebok

    awas jangan pipis sembarangan, ada kameranya lhoo

    Like

  2. t4mp4h said: awas jangan pipis sembarangan, ada kameranya lhoo

    wahahahaha… nek sing tukang njaga kamerane iseng iso nggawe candid video sak nDayak… didol payu ha ha ha…

    Like

  3. rikejokanan said: wahahahaha… nek sing tukang njaga kamerane iseng iso nggawe candid video sak nDayak… didol payu ha ha ha…

    lha hyo kuwi, sampeyan nek pipis karo dadah2 wae, sapa reti masuk candid camera

    Like

  4. t4mp4h said: lha hyo kuwi, sampeyan nek pipis karo dadah2 wae, sapa reti masuk candid camera

    gubraaaaakkkk! dadah-dadah arah seluruh jarum jam? wis nguyuhe ora khusyu ditambah gaya pisan ha ha ha

    Like

  5. t4mp4h said: lha hyo kuwi, sampeyan nek pipis karo dadah2 wae, sapa reti masuk candid camera

    Nginep nang endi jeng? Kalau mau cari kedai nasi Indonesia asli jalan lah ke Geylang Serai, daerah pasar itu. Di depan pasar keringnya yang jual kain-kain, buku, gerabah dst di Joo Chiat Rd ada Kedai Ibu Maimunah, rasanya asli Indonesia, harganya ya harga warungan. Tapi kalau mau yang rasa restoran Sunda seperti di Saung Kuring, pergilah ke Great World Shopping Centre. Ya harganya sudah lain lagi, harga restoran. Silahkan deh dicoba kalau mau tahu. Bahkan rasanya Restoran Minang Garuda yang ngetop itu juga ada di daerah belakangnya Paragon Plaza. Tapi saya lupa nama tempatnya.

    Like

  6. bundel said: Kalau mau cari kedai nasi Indonesia asli jalan lah ke Geylang Serai, daerah pasar itu. Di depan pasar keringnya yang jual kain-kain, buku, gerabah dst di Joo Chiat Rd ada Kedai Ibu Maimunah, rasanya asli Indonesia, harganya ya harga warungan.

    naaaahhhh… makasih info-nya, Bunda… sepertinya akan segera meluncur kesana. tapi jam bukanya jam berapa ya?

    Like

  7. rikejokanan said: naaaahhhh… makasih info-nya, Bunda… sepertinya akan segera meluncur kesana. tapi jam bukanya jam berapa ya?

    Pagi-pagi juga udah buka, saya dulu sambil belanja kadang-kadang ya numpang maem di situ.

    Like

  8. bundel said: Pagi-pagi juga udah buka, saya dulu sambil belanja kadang-kadang ya numpang maem di situ.

    kalau sore sampai jam berapa, Bunda?

    Like

  9. rikejokanan said: kalau sore sampai jam berapa, Bunda?

    Wah, kurang paham, kayaknya sampai jam makan malam jeng. Habis itu kalau yang doyan makan duren pada nongkrong di pinggir jalan di sekitar Geylang Rd situ.

    Like

  10. jandra22 said: Wah, kurang paham, kayaknya sampai jam makan malam jeng. Habis itu kalau yang doyan makan duren pada nongkrong di pinggir jalan di sekitar Geylang Rd situ.

    betuuul… durennya benar-benar bikin ngiler… mbenjing kula padosi deh, Bun trus kula kabaraken…

    Like

  11. jandra22 said: Wah, kurang paham, kayaknya sampai jam makan malam jeng. Habis itu kalau yang doyan makan duren pada nongkrong di pinggir jalan di sekitar Geylang Rd situ.

    Tuhan tahu, tapi Ia menyuruhmu ke Singapura! Hahaha…

    Like

  12. smallnote said: Tuhan tahu, tapi Ia menyuruhmu ke Singapura! Hahaha…

    aku diajak sama-sama menunggu hi hi hi…

    Like

  13. smallnote said: Tuhan tahu, tapi Ia menyuruhmu ke Singapura! Hahaha…

    Ironis ya Singapura.

    Like

  14. penuhcinta said: Ironis ya Singapura.

    perlu dikasihani, Mbak… hi hi

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: