March 16, 2012
rike jokanan

20 comments

KEMATIAN

KEMATIAN

(kewajaran yang perlu persiapan)

Anak teman kantor saya – berusia belum genap 2 bulan – meninggal karena sakit. Informasi akurat tentang sakit apa si kecil ini tidak kami ketahui; si ibu mengabarkan kepada saya awalnya dia sakit batuk pilek hingga dinebulasi lalu didiagnosis paru-paru tapi terakhir dia bilang kelainan jantung. Saya mendoakan si kecil melanjutkan perjalanan dalam cahaya dalam keadaan diikhlashkan.

Doa saya untuk yang meninggal tak pernah berubah dari dulu hingga sekarang: semoga perjalanannya disertai kerlip cahaya. Indahnya… Silakan mengartikan sendiri. Toh saya juga hanya asal mengucap apa yang ingin terucap sebagai doa. Daripada kumengatakan “bersatu dengan Rabb-nya” padahal nggak mudeng apa artinya kata-kata itu. Menurut pemahaman saya kalau meninggal itu kan terbang bersama malaikat nah malaikat itu kan materinya cahaya. Udah titik.

Mati adalah kewajaran yang tak disukai. Siapapun akan menghindari mati kecuali orang-orang putus asa. Orang bunuh diri putus asaterhadap keadaan yang tidak kunjung membaik. Bahkan saya beranggapan para martyr (orang yang mati karena berkorban demi ideologi yang diyakini, Bahasa Inggris) adalah orang-orang yang telah tak punya harapan terhadap hidupnya di bumi ini.

Orang-orang yang mati karena usia uzur dianggap “ya, memang sudah sepantasnya yang tua meninggalkan kita”. Jadi orang tua yang emninggal – walau tetap diratapi – tidak terlalu menjadikan yang ditinggalkannya menjadi sangat berduka kecuali jika sepeninggal si mati masalah jadi bertambah banyak. Masalah warisan baik berupa harta yang banyak dijadikan rebutan atau tidak adanya harta yang bikin keluarganya sengsara sepeninggalnya.

Lain lagi kalau Anda mati muda. Kematian Anda akan dianggap sesuatu yang mengagetkan dan memilukan. Jika Anda mati dalam keadaan meninggalkan nama baik maka Anda akan disubyo-subyo (diangkat-angkat namanya, Bahasa Jawa) oleh sebagian orang yang menganggap amalan Anda adalah kebaikan dan bermanfaat. Kalau si mati meninggalkan anak istri yang masih butuh nafkahnya maka akan masih ada tangan-tangan beruluran membantu. Namun jangan tanya kalau Anda hanya sekedar pecundang dalam hidup Anda maka tak banyak yang mengenang Anda kecuali keluarga dan sebagian kecil teman yang pernah Anda bikin tertawa. Dan kalau si buruk mati meninggalkan seonggok tanggungan maka hanya orang-orang yang luar biasa saja yang punya kekuatan untuk sudi menolongnya.

Bagaimana kalau yang meninggal adalah seorang anak kecil atau katakanlah bayi seperti anak teman saya? Maka tak bisa dipungkiri duka-cita itu akan semakin dalam. Si bayi yang digadhang-gadhang (diharapkan, Bahasa Jawa) menjadi seorang mulia yang berguna bagi nusa dan bangsa dan membanggakan orang tua dan keluarga ternyata tak berusia panjang. Akan lebih banyak yang menyayangkan kematian itu; menyesali pendeknya umur dan mengasihani yang ditinggalkannya. Si anak itu seharunya punya kesempatan untuk dididik menjadi orang yang lebih baik daripada orang tuanya atau saudara-saudara atau teman-temannya. Andaikan hidup maka anak itu bisa saja menjadi anak yang mencerahkan dunia dengan kesegaran dan keceriaannya. Seandainya dia tak mati maka hati orangtuanya tak hancur karena waktu tunggu kehadiran anak itu juga telah cukup lama. Alangkah sedihnya…

Tapi kematian tak memilih selalu berdasarkan usia kita. Kematian bagai arisan yang kalau dikocok bisa saja mengalahkan kekuatan ilmu tak kasat mata sekalipun. Kematian adalah seperti ruangan gelap ditutup oleh berlapis tingkap (jendela) yang jika dibuka masih harus dibuka lagi pintu misteri. Kematian adalah ketidakpastian yang pasti datang yang oleh karenanya saya tak berani menyebutnya kepastian atau ketidakpastian. Kematian adalah enigma. Kematian adalah yang datang dan tak pernah pergi hingga membawaku bersamanya nanti.

Semoga kematian itu datang ketika aku telah jatuh cinta padanya walau aku tak mengenalnya…

Penang – 16 Maret 2012 – 7:08 waktu Malaysia

Gambar dipinjam dari http://serenadevi.wordpress.com/2012/01/21/dance-of-cherry-blossoms/

Dan http://www.eso.org/public/news/eso1049/

20 thoughts on “KEMATIAN

  1. yuu….bahkan kemarin ak berbincang soal kematian karena tak dinginkan :-((((

    Like

  2. rengganiez said: yuu….bahkan kemarin ak berbincang soal kematian karena tak dinginkan :-((((

    critane piye kuwi, Mbak Niez…?

    Like

  3. rikejokanan said: critane piye kuwi, Mbak Niez…?

    contoh ketika ada benih yang gak diinginkan dan akhirnya “dilepaskan” sebelum dia lahir ke dunia

    Like

  4. rikejokanan said: critane piye kuwi, Mbak Niez…?

    betapa kematian itu hanya Alloh yang tau…kalo saya baru kehilangan ponakan yang bahkan belum lahir. hmmm

    Like

  5. rengganiez said: contoh ketika ada benih yang gak diinginkan dan akhirnya “dilepaskan” sebelum dia lahir ke dunia

    nek kuwi nggarai esmosi… nek ora siap mbok ra sah reka-reka memberikan jalan bagi eksistensi makhluk kecil lainnya…

    Like

  6. dyasbaik said: betapa kematian itu hanya Alloh yang tau…kalo saya baru kehilangan ponakan yang bahkan belum lahir. hmmm

    semoga perjalanannya disertai cahaya…

    Like

  7. dyasbaik said: betapa kematian itu hanya Alloh yang tau…kalo saya baru kehilangan ponakan yang bahkan belum lahir. hmmm

    Kematian, zona perpisahan dan pertemuan yang nyata.

    Like

  8. smallnote said: Kematian, zona perpisahan dan pertemuan yang nyata.

    definisimu sangat nyata tapi membuatku makin melihat kematian dengan pandangan kabur….

    Like

  9. rikejokanan said: Semoga kematian itu datang ketika aku telah jatuh cinta padanya walau aku tak mengenalnya…

    Saya suka kalimat ini jeng. Tapi semoga kita diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah ya. Amin-amin-amin.Turut berduka cita untuk temannya, bisikanlah bahwa anaknya akan jadi penghuni surga yang bakal menjemputnya di sana ketika nanti dia meninggal. Itu dulu bujukan orang kepada saya waktu anak saya meninggal baru lahir.

    Like

  10. jandra22 said: Saya suka kalimat ini jeng. Tapi semoga kita diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah ya. Amin-amin-amin.Turut berduka cita untuk temannya, bisikanlah bahwa anaknya akan jadi penghuni surga yang bakal menjemputnya di sana ketika nanti dia meninggal. Itu dulu bujukan orang kepada saya waktu anak saya meninggal baru lahir.

    ya, Bunda… rasanya indah sekali menyambut sebuah kepastian yang tak pasti atau ketidakpastian yang pasti dengan senyum… semoga persiapan kita tak pernah lengah dalam kesibukan apapun….akan saya sampaikan, Bunda….

    Like

  11. jandra22 said: Saya suka kalimat ini jeng. Tapi semoga kita diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah ya. Amin-amin-amin.Turut berduka cita untuk temannya, bisikanlah bahwa anaknya akan jadi penghuni surga yang bakal menjemputnya di sana ketika nanti dia meninggal. Itu dulu bujukan orang kepada saya waktu anak saya meninggal baru lahir.

    Misteri yang pasti.

    Like

  12. rikejokanan said: KEMATIAN (kewajaran yang perlu persiapan) Anak teman kantor saya – berusia belum genap 2 bulan – meninggal karena sakit. Informasi akurat tentang sakit apa si kecil ini tidak kami ketahui; si ibu mengabarkan kepada saya awalnya dia sakit batuk pilek hingga dinebulasi lalu didiagnosis paru-paru tapi terakhir dia bilang kelainan jantung. Saya mendoakan si kecil melanjutkan perjalanan dalam cahaya dalam keadaan diikhlashkan. Doa saya untuk yang meninggal tak pernah berubah dari dulu hingga sekarang: semoga perjalanannya disertai kerlip cahaya. Indahnya… Silakan mengartikan sendiri. Toh saya juga hanya asal mengucap apa yang ingin terucap sebagai doa. Daripada kumengatakan “bersatu dengan Rabb-nya” padahal nggak mudeng apa artinya kata-kata itu. Menurut pemahaman saya kalau meninggal itu kan terbang bersama malaikat nah malaikat itu kan materinya cahaya. Udah titik. Mati adalah kewajaran yang tak disukai. Siapapun akan menghindari mati kecuali orang-orang putus asa. Orang bunuh diri putus asaterhadap keadaan yang tidak kunjung membaik. Bahkan saya beranggapan para martyr

    mung isa garuk2 thok iki

    Like

  13. penuhcinta said: Misteri yang pasti.

    pasti misterius…. Yu Sum tumpen komene ming sithil thok….

    Like

  14. rembulanku said: mung isa garuk2 thok iki

    Lil, ra kiro-kiro reply mbok blok kabeh?garuk-garuk opo koweeeee???? ojo bokong yo….

    Like

  15. rembulanku said: mung isa garuk2 thok iki

    hahaha, komene karo ngantuk gek tikuse diobahke angel dadi ke block kabeh xixixi….sing genah garuk2 kantong wong kantonge gatel pengen diiseni 😀

    Like

  16. rembulanku said: mung isa garuk2 thok iki

    Walaaaah kantonge gatel ono tikuse… *makin ngantuk makin ra nyambung*

    Like

  17. rikejokanan said: Walaaaah kantonge gatel ono tikuse… *makin ngantuk makin ra nyambung*

    iki jam turu awan paling pas, mending merem ae ah ngimpi wong ganteng hehehehe*joko sembung, ga nyambuuuuung*

    Like

  18. rembulanku said: iki jam turu awan paling pas, mending merem ae ah ngimpi wong ganteng hehehehe*joko sembung, ga nyambuuuuung*

    Lil, nek ngimpi sing nggantheng-nggantheng ajak-ajak dong….

    Like

  19. rembulanku said: iki jam turu awan paling pas, mending merem ae ah ngimpi wong ganteng hehehehe*joko sembung, ga nyambuuuuung*

    emoh ah, mengko ndak rebutan xixixi….

    Like

  20. rembulanku said: emoh ah, mengko ndak rebutan xixixi….

    yo wis lah aku tak mbalik kucing nggone Mas Keanu Reeves bae ha ha ha

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: