HORE… ASYIK…

HORE… ASYIK…

Kata hore dan asyik mungkin jadi favorit saya. Siapa sih yang asing dengan kata-kata tersebut? Dua kata yang sarat dengan kegembiraan. Saya memang lagi gembirasehingga apapun yang diberikan pada saya hanya akan menggali kegembiraan saya makin dalam dan ternyata pusat kegembiraan adalah penerimaan terhadap realitas hidup termasuk kemarahan.

Minggu lalu saya pulang kampung. Sekalipun hanya dua hari berjumpa ibu dan dua kakak perempuan saya, saya merasa sangat lega karena telah menunaikan kerinduan saya pada orang-orang yang hatinya tulus itu. Yang membuat saya benar-benar lega adalah bahwa kami berempat telah mampu berkomunikasi dengan baik tanpa salah paham atau menyimpan ketakutan.

Hati saya gembira karenanya. Kata hore dan asyik menjadi sangat berharga untuk mengungkapkan kesyukuran saya.

Itu tentunya berpengaruh pada kerjaan saya. Walau jadwal luar biasa mobilitasnya, saya tidak merasakan kegundahan yang membuat saya berkata “aduh”. Pendeknya sih ayo aja deh mau disuruh kemana juga oke…

Menerima kemarahan sebagai bagian dari hidup saya adalah salah satu kunci juga seperti saya sebutkan diatas. Ada suatu waktu dalam hidup saya ketika kemarahan hanya saya pendam atau redam dan akhirnya menjadi semacam borok dan kebencian dalam hati. Sekitar enam bulan terakhir ini saya jadikan kemarahan sebagai ungkapan baik di status Faceboook, Blackberry ataupun QN di Multiply. Rasanya lega deh… Tapi itu tak boleh lama-lama. Kemarahan harus saya lelehkan dan cetak menjadi sebuah karya seni yang indah.

Kemarahan adalah energei seperti juga kegembiraan adlah energi. Kalau dengan gembira saya bisa berkata hore atau asyik amka dengan rasa marah seharusnya bisa tercipta kata yang lebih membangun. Apa dong?

Belum ketemu kata yang tepat karena sementara ini saya hanya memakai asem, asyu dan bete sebagai ungkapan utama kemarahan saya.

Rasanya sih nggak ada kata yang tepat untuk mewakili kemarahan berenergi positif. Lebih baik saya ungkapkan dalam semangat hidup saja ah….

Ok, saya mau mandi dulu.

Ini tulisan ndhak penting jadi nggak usah diambil pusing…

Tulisan penting akan tiba setelah ini, setelah saya beli meja buat laptop saya…

Tangerang, 4 Maret 2012 – 10:35 pagi

Sindrom pagi menganggur

Gambar dipinjam dari http://greenenergyv.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islami (AMPLI)

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Dinamisasi Otak dan Hati dengan berbagi informasi, ilmu dan pengetahuan

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

My First Orchid

LEARNING TO CARE FOR YOUR FIRST ORCHID

DBR Foundation Blog

Coming together to solve global problems

A Charmed Yogi

Inspiration to live your yoga from a passionate yogi & yoga teacher

Tatikprice's Blog

Life's experiences of a thirtysomething girl living in the far east of London

%d bloggers like this: