Saya ngeMPi sejak Oktober 2007 tepatnya sejak saya galau karena sebuah masalah dan tidak lagi percaya pada manusia darat (maksudnya yang nggak online gituuu…). Sejak itu lebih banyak curhatan saya tumpahkan di blog MP – saat itu belum ada QN. Sering juga dulu saya nulis cuma buat diti sendiri; semacam virtual diary rahasia gitu…Dulu MP ramai banget sehingga saya bisa melekan tanpa merasa kesepian. Sejak para kontakku beterbangan meninggalkan MP mulailah rasa gamang menyerang; barangkali karena beberapa orang terdekat juga tak lagi beredar sesering dulu. Lebih banyak kontak yang mati (suri?) daripada yang semaput atau ketiduran. Dan sejak itu saya hapus-hapus kontak dari sekitar 180 menjadi hanya 80-an saja seperti sekarang. Ya buat apa nyimpan “kurungan kosong”?Trus kok rasanya saya jadi hobi banget nyocot di status Facebook; status-status mulai dari yang filosofis ampe kembang-kempis ada tapi nggak bikin saya jadi lega seperti setelah posting tulisan (walau ngaco) di MP. Pokoknya alasan utama Facebook-an adalah ketemu teman-teman lama yang tetap setia menemani saya. Sayangnya kebutuhan curhat tak terpenuhi jadi MP tetaplah rumah yang bikin diri ini nyaman, aman sentausa…Kontak dikit kagak papa yang penting bisa ketawa… Komen dikit tak masalah yang penting otakku terlatih berpikir kritis… Tidak bisa tiap hari posting bukan halangan yang penting tetap kulestarikan MP-ku karena bagaimanapun MP adalah rumahku…Rumah kecilku di bantaran kali Cisadane, 24 April 2012 – hampir tengah malam
2007 yu?? sesepuhku berarti 🙂
LikeLike
Saya ngeMPi sejak Oktober 2007 tepatnya sejak saya galau karena sebuah masalah dan tidak lagi percaya pada manusia darat (maksudnya yang nggak online gituuu…). Sejak itu lebih banyak curhatan saya tumpahkan di blog MP – saat itu belum ada QN. Sering juga dulu saya nulis cuma buat diti sendiri; semacam virtual diary rahasia gitu…Dulu MP ramai banget sehingga saya bisa melekan tanpa merasa kesepian. Sejak para kontakku beterbangan meninggalkan MP mulailah rasa gamang menyerang; barangkali karena beberapa orang terdekat juga tak lagi beredar sesering dulu. Lebih banyak kontak yang mati (suri?) daripada yang semaput atau ketiduran. Dan sejak itu saya hapus-hapus kontak dari sekitar 180 menjadi hanya 80-an saja seperti sekarang. Ya buat apa nyimpan “kurungan kosong”?Trus kok rasanya saya jadi hobi banget nyocot di status Facebook; status-status mulai dari yang filosofis ampe kembang-kempis ada tapi nggak bikin saya jadi lega seperti setelah posting tulisan (walau ngaco) di MP. Pokoknya alasan utama Facebook-an adalah ketemu teman-teman lama yang tetap setia menemani saya. Sayangnya kebutuhan curhat tak terpenuhi jadi MP tetaplah rumah yang bikin diri ini nyaman, aman sentausa…Kontak dikit kagak papa yang penting bisa ketawa… Komen dikit tak masalah yang penting otakku terlatih berpikir kritis… Tidak bisa tiap hari posting bukan halangan yang penting tetap kulestarikan MP-ku karena bagaimanapun MP adalah rumahku…Rumah kecilku di bantaran kali Cisadane, 24 April 2012 – hampir tengah malam
LikeLike