ADIK MALAS (ATAU BODOH?)

ADIK MALAS (ATAU BODOH?)

Saya lagi bener-bener dicoba untuk sabar menghadapi para pemalas (atau orang bodoh?).

Saya nggak mudeng apakah memang standard lulusan perguruan tinggi saat ini jauh menurun dibanding beberapa tahun yang lalu. Jujur ya para pembaca, saya sedang bicara tentang lulusan Universitas Indonesia.

Maafkan jika saya terdengar seperti Marzuki Ali yang cocotannya kurang bermutu tapi memang itulah kenyataan yang sedang saya hadapi.

Seorang lulusan UI angkatan 2007 menjadi pegawai baru di bagian operation sejak bulan lalu. Layaknya orang baru, dia dipasangkan dengan orang yang telah bekerja dahulu.

Sebagai chaperone (saya nggak mau disebut senior karena terkesan superior) saya meminta dia untuk melengkapi laporan sebagai proses pembelaran seperti dulu chaperone saya menugasi saya dengan aktivitas yang sama. Bahkan laporan yang saya berikan kepada dia sudah terisi 30%. Dulu jaman saya, senior saya cuma ngasih template kosong dan saya benar-benar menulis semuanya sendiri hanya berbekal daftar temuan hari itu.

Hasil pekerjaan sang adik saya ini sungguh menggelikan. Selain dari segi bahasa tidak memenuhi syarat saya – please deh dia bekerja di perusahaan multinasional kok bahasa Inggrisnya nggak pokro (tidak cukup bagus, Bahasa Jawa Timuran) dan yang lebih mengecewakan adalah dia tidak menulis report sesuai dengan instruksi yang secara gamblang telah ditulis bahkan dilampirkan bersama jadwal kerja kami. Contoh laporan juga sama sekali tidak tecermin dalam laporan yang dikirimkannya padaku. Indikasinya: dia tidak membaca instruksi penulisan dan/atau laporan contoh.

Wahai Sudaraku baik yang lulusan UI maupun bukan. Apakah yang sedang terjadi terhadap lulusan kita? Kalau orang yang pernah jadi Asisten Dosen di UI aja kayak gini, gimana yang nggak pernah jadi Asdos ya?

Maafkan, Sudaraku…
Aku memang negativist.
Aku tidak menua gracefully (menua gracefully adalah menua tanpa pernah marah-marah dan/atau berkonflik dengan teman) karena menua gracefully bukan target hidupku. Target hidupku adalah hidup dengan benar dan gamblang walau keanggunan jauh dariku.

Silakan komen baik gracefully maupun disgracefully. Jujur, saya kehilangan kepercayaan pada lulusan UI secara lulusan UI di kantor saya cuma dua yang tidak kacrut; selebihnya (ada empat) bikin emosi aja policy dan decision-nya ha ha ha…

Rumah kecilku di bantaran Kali Cisadane – 26 Mei 2012 – 6:55 petang
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

15 thoughts on “ADIK MALAS (ATAU BODOH?)

  1. Mungkin,mungkin loh emang orgnya aja yg lemot,admin sy kakak tingkat sy lulus lbh awal dr sy tp susah jg,g musti lulusan akhr2 ini atw lulusan lama,tergantung orgnya aja

    Like

  2. smallnote said: Kau terlalu banyak mengeluh. Daripada menulis tentang keluhan ini, lebih baik kau berikan didikan kepada dia.

    iyoi…. ini sebenernya proses pembelajaran… bete aja ada anak baru tapi nggak mau baca yang seharusnya dibaca hihihi…

    Like

  3. rembulanku said: wah tiwase aku meh njaluk kerjayen lulusan UI disangsikan po maneh aku sing dudu lulusan UIxixixixixi *UI = ulil ingusan*

    aku ra lulusan UI, Lil… tak pede-pedein… wis muga-muga aku iso metu kerjo dan dapat tempat yang gak ada sik ngagul-ngagulke lulusan ngendi…Ulil, wis gede kok ijik ingusan wahahahahaaaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s