Mengalah (in Bahasa Indonesia)

Kata temanku aku tidak terbiasa mengalah. Mungkin benar, mungkin salah. Benar karena profesiku sebagai auditor identik dengan cari-cari salah orang dan harus mempresentasikan “kesalahan” tersebut secara sistematik dikemas apik sehingga yang disalahkan tetap mau ikhlash disuruh memperbaiki kesalahannya dalam waktu singkat secara akurat.

Salah karena sesungguhnya aku banyak sekali berkompromi terhadap tujuan hidup orang lain di luar pekerjaan. Saya biarkan orang yang seharusnya bertanggung-jawab terhadap kami para perempuan di keluarga kami “ucul” menikmati kenikmatannya sendiri malahan seringkali membebani kami mulai dari beban pikiran, perasaan maupun materi. Aku juga berkompromi terhadap tak terwujudnya beberapa mimpi besarku sebagai seorang perempuan. Pokoknya nggak papa deh ngalah asal jangan masalah pekerjaan aja.

Tapi sebenernya nggak juga. Aku banyak juga membiarkan orang lain melangkahiku. Lagi-lagi nggak papa….

Sudah lama kukesampingkan menang-kalah walau masih sedikit tersisa dikotomi kedua makna tersebut. Menang jadi arang, kalah jadi abu – sama-sama hancur karena api amarah. Tak ada yang memang, keduanya kalah….

Hari ini baru saja kumenangis. Rasanya hatiku terpukul sekali karena satu masalah yang telah begitu panjang diperjuangkan dan hampir menang ternyata dipupus dan (hampir) diputus kalah.

Bukan, bukan aku tak mau kalah. Bukan masalah. Sungguh.

Hanya kutelusuri lagi betapa orang ini memperjuangkan kesalahannya yang (hampir) (di)menang(kan) ini dengan jalan yang menyakitkan, sangat kasar dan menganiaya.

Oh, tak apa. Kuambil ini sebagai praktik puasa. Berpuasa dari yang terlihat, berpuasa terhadap kemenangan semu.

Lalu aku tersenyum, menarik selimut dan siap tidur….

Bukan menang, bukan salah. Bukan tersakiti, bukan disakiti. Bukan harga-diri, bukan kehinaan. Aku hanya ingin terbebaskan…. dari diriku sendiri….

Batam – 28 Oktober 2016 – 23:50

5 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

Listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islami (AMPLI)

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Dinamisasi Otak dan Hati dengan berbagi informasi, ilmu dan pengetahuan

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

My First Orchid

LEARNING TO CARE FOR YOUR FIRST ORCHID

DBR Foundation Blog

Coming together to solve global problems

Lukecats

About cats and man

%d bloggers like this: