HAKIM DAN PERKOSAAN

Muhammad Daming Sunusi, calon Hakim Agung yang konon dicalonkan oleh PKS (allahua’alam) terperosok dalam kekalutan batal menjadi Hakim Agung. karena tidak mampu membedakan mana yang disebut candaan dengan pelecehan.

Dia mengatakan bahwa pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati perkosaan tersebut.

TERLALU!!!

Manusia macam apa kau, Daming?
Istrimu perempuan bukan? Ibumu perempuan bukan? Nenekmu perempuan bukan? Atau kau punya anak perempuan? Saudara perempuan? Bagaimana kalau mereka diperkosa? Apakah kau akan mengatakan pada mereka “Udah, nikmati aja…” sambil tertawa-tawa menikmati canda.

Hanya satu pintaku pada Semesta: supaya lelaki ini benar-benar menyesali perbuatannya bukan karena dia batal jadi Hakim Agung; lebih dari itu dia harus merasakan Tuhan Mahaadil jauh di atas keadilan calon Hakim Agung yang cuma asal njeplak mulut dan otaknya sama-sama kehilangan kendalinya.

15 Januari 2013 – 22:24
Rumah mungilku di bantaran Kali Cisadane

Bacaan referensi:
http://m.tempo.co/read/news/2013/01/15/063454490/Profil-Hakim-Daming-Sunusi

LELAKI, MENGAPA KAU LECEHKAN WANITA?

CRYING

Pelecehan seksual terjadi seperti orang meludah di negeriku

Baru-baru ini bocah RI dari Jakarta Timur meninggal karena demam tinggi setelah kemudian ditemukan infeksi karena luka dalam vagina hingga bagian dalam kewanitaannya. Kemudian baru sore ini kudengar seorang anak perempuan usia 4 tahun dilecehkan sejak lama oleh tetangga dan baru mengaku. Dan belum lama ini juga seorang wanita usi 23 tahun diperkosa secara brutal beramai-ramai di sebuah bis di India.

Lelaki…

Wahai, kaum lelaki

Di mana tanggung-jawabmu sebagai pelindung wanita dan anak-anak?

Sungguh sakit hati dan jiwaku

Menemukan tidak sedikit penyakit yang dialami oleh masyarakat

Apa gerangan yang membuat mereka begitu brutal menyalurkan nafsu amarah mereka?

Karena sang wanita melawan ketika akn diperkosa maka mereka makin beringas?

Bagaimana jika menurut? Apakah mereka tidak beringas?

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan kecuali menyeru pada wanita.

Lindungi dirimu

Lindungi anak-anak perempuanmu

Karena banyak lelaki tak bisa lagi melindungi kita.

9 Januari 2013 – 5:32 sore

Rumah mungilku di bantaran Kali Cisadane