Direction – haiku

Much a do ’bout it
Ripples in a pool have brought
A Star. Guide me please.

I might not involve emotions in my devotion but I mean it. Never ask me to love you coz I don’t. Never force me to long for you coz I don’t. My realm is so much different from yours. Mine is far under the bottomless abyss, yours might be in heaven. Leave me coz I don’t have a promise.

I love myself and that’s just it.

Temasek – March 1, 2018 – 19:57

Sensation – haiku

Touches of the Wind —
Can those in the room feel it?
Ya, don’t shut the windows.

It is just a layer of sensations. You’ll never understand what others really think when you are not at the same layer of logic. And you’ll never comprehend what others really think if you are not in the same state of consciousness. I’m learning and un-learning at the same time — how would Life be cool if you seal yourself in a vacuum case?

Boom!

Moment is waiting.

Singapore – January 9, 2018 – 22:30

Symbol – haiku

Is it to disclose
Or to hide what’s unhidden
That’s so called symbol?


lambda

Picture borrowed from: http://java-demos.blogspot.sg/2013/04/using-lambda-expressions-in-threading.html

For more information about the symbol attached, please go to https://en.wikipedia.org/wiki/Lambda 

Temasek – April 5, 2017 – 00:58

Diving – haiku

In a rough dark sea
She is diving all alone.
Tridacnas await.


Are you ready? At the end of an abyss you’ll see a beauty beyond description.

 

Picture borrowed from this link, you can also learn what is Tridacna in it. Thank you! http://www.advancedaquarist.com/2016/1/aafeature

 

Or, watch below video

Temasek – April 1, 2017 – 22:35

My Goodness – headache to the max!

This below video clip by “The Law” was sent by a friend. We’ve never thought of how a rap group (vocal? band? what? never heard of “The Law”) could sing a negative song, a set of negative lyrics about two women (Maia & Meichan of Duo Maia) who truly achieve very high position in Indonesia music world. Only hatred could generate this work.

Just wanna say…. What you sow, what you reap!
This group is over, might never get up again…. I pity their start cum end….

To Maia and Meichan: Good Luck here and after! You have the beauty, the talent and the attitude. Love, love, love…..

These are the lyrics as sung by “The Law”.

Now throw ur hand in the air buat duo maia
Jari tengah di udara buat duo maia
Middle finger’s in the air buat duo maia
Baladewa sluruh dunia acungkan jari tengahmu

Check this, check this You don’t wanna miss
Gw gak pengen menghujat atau berlaku sinis
Tapi duo maia yang katanya formasi baru
Buat gw contoh buruk yang gak pantas ditiru

Gaya harajuku lu lebih mirip cewe brengsek
Ibu tiga anak kok gayanya seperti bom sex
Ngaku jadi musisi tapi kemampuan cetek
Mendingan gw nonton mulan jadi bintang obat ketek

Kemampuan dan skill lu cuma setahi upil
Gw sumpahin album lu gak bakalan berhasil
Tampang vokalis lu kaya bintang bokep miyabi
Kok kaya mirip cewe yang lagi masturbasi

Gw denger-denger sih lu kan ngakunya sarjana
Tapi klakuan minus kaya cewe gak bragama
Gak becus ngurus anak, ngandelin pengacara
Wajar kalo cinta suami lu tertinggal di malaysia

You had all the money, you had all the fame
You had a good family and you have a good man
Tapi lu masih ngotot lu pengen jadi artis
Lu kaga punya bakat semua lagu lu najis

Untung aja lu masih punya suami yang sabar
Walaupun sifat lu tuh udah kaya cewe bar bar
Lu tau rumah tangga lu udah mau bubar
Tapi lu malah minta duit dua ratus milyar

Now throw ur hand in the air buat duo maia
Jari tengah di udara buat duo maia
Middle fingers in the air buat duo maia
Baladewa sluruh dunia acungkan jari tengah (2x)

Ini babak yang baru cobalah kau dengarkan
Semua orang tau lu tuh mabuk ketenaran
Kalo lu emang bener bener punya kemampuan
Kenapa takut bersaing sama dewi dewi dan mulan

Gw suka dewi dewi apalagi mulan
Gw juga suka ratu waktu vokalisnya pingkan
Tapi sekarang vokalisnya kok diganti mei chan
Doi gak pantes nyanyi doi pantesnya mecun

Lebih baik mei chan lu kirim aja ke batam
Gw yakin lebih laku jadi PSK malam
Karena di musik dia gak punya masa depan
Republik cinta bakal bikin lu semua tenggelam

Mulan jameela udah ninggalin ratu
Album dewi dewi masih yang paling laku
Andra and the backbone yang jadi nomer satu
Gw kasih jempol terbalik buat albumnya ratu

Udah deh mendingan cepetan lu insaf
Sebelum baladewa indonesia pada khilaf
Ini cuma nasihat we still love you anyway
Kalo lu kaga suka HOO! E-G-P

Now throw ur hand in the air buat duo maia
Jari tengah di udara buat duo maia
Middle fingers in the air buat duo maia
Baladewa sluruh dunia acungkan jari tengah mu (2x)
 

 

A building like a dragon in the city – September 28, 2016 – 15:32

Golden Triangle- haiku

Her head cracked of sun.
Water boiled, blown by cool breeze —
Golden Triangle

Temasek – September 19, 2016 – 11:30pm

anantara-resort-and-spa-golden-triangle-newmap-jpg

Picture borrowed from http://www.fnetravel.com/english/chiangraihotels/anantara-resort-and-spa-golden-triangle.html

 

Angkor Wat – old city

I visited Angkor Wat, Siem Reap of Cambodia last week with three of my friends – Mbak Roh, Mbak Endang and Agnes. We did quasi backpacking – why quasi? Well, we decided to travel light – they flew AirAsia which tickets were purchased one year ago – but pack things in pretty luggage.

We stayed in a cheap inn of USD35.5 per night instead of fancy Park Hyatt or Le Meridien and took tuk-tuk everyday instead of rented car. It was a cool journey!

Some pictures captured show the joy! Enjoy!

Singapore – August 28, 2016 – morning….

Fish – haiku ended with a free verse

Fish in frozen pond
It is swimming to the sun.
Hopes for hotter air —

Fish, water and sun —
Forming a natural cycle —
Win life together.

Fish, can you feel me
Stir the water to get you
Out of frozen pond.

Fish stare at my eyes.
They beg me to stop and go,
To find other funs.

Fish….
Me….
Life….
Like
Fish….
Water….
Sun….
Can I play with this life the I want?
I know I can.
But like a fish that can’t live in frozen pond – waiting for
The sun to melt it down.

I am a fish in a life full of water under the sun.

Picture borrowed from https://www.walldevil.com/752644-koi-fish-and-autumn-leaves-wallpaper.html

koi-fish-lake-water-leaf-autumn

Singapore – August 14, 2016 – 2:49am

A word – haiku

Pronouncing good word,
Parrot is nodding its head.
When word is just word.

What does a word mean when it is uttered by a bird, it only repeating what it has heard from environment without knowing what it means. It means…. Meaning is not everything but it is more essential than just the pronounced lining letters.

Life, teach me about what essential when I pronounce a good word as I am not a parrot or any other copiers.

king-parrot

Picture borrowed from National Geography

Singapore – July 21, 2016 – 2:45pm

Dove

I opened my card –

Dove….

White dove.

Serenity, being calm all over the breath, no hustle, no rush, just loyalty and sweetness of being love inside and outside.

Dove is here now, calming down my anger uproar.

Thanks…

Please be here as long as you’d like to.

Please be here as long as you’d think I need you.

So white, so dove, so serene……..

Pause a while….. In the middle of the haste – before gliding through a peaceful passage of unseen orbit.

Singapore – November 20, 2013 – 23:31

Image

Picture borrowed from http://www.ejcr.org/teaching-sets/teaching-sets/White_Dove/manuscriptreviewhistory_whitedove.html

MUSIC

kutemukan musik dalam hidup
aliran udara dan tekanan angin yang berbeda menjadi musik
gemericik air dan gulungan debu menjadi nada
tarikan dan hembusan nafas yang satu-satu lembut, sedang, memburu, sesak… tempo…

musik,
jiwa yang berirama,
kehidupan yang berpola,
nuansa yang menggema beribu tahun, kembali mengingatkanku pada alunan musik

terlupa sejenak lalu ingat ketika terpanggil oleh kerinduan….
akan masa-masa yang penuh cinta…

musik selalu menggugah emosi,
menelusuri rasa,
membangkitkan keimanan akan pertemuan dengan yang sejati

dengan YangSejati….

Yio Chu Kang Road, 28 Agustus 2013 – 21:30

KUCING MELAHIRKAN

??????????

Hari ini aku makan di Sate Wahab yang berlokasi di sebelah prapatan Sinta, Tangerang. Rasanya lumayan enak walau tak seenak beberapa tahun lalu ketika aku makan di sana bersama Eka. Bukan karena dengan siapa tapi lebih karena kondisi badanku sedang drop karena flu sehingga lidah tak mampu bekerja optimal merasai sate yang terkenal enaknya itu.

Setelah makan motor mengarah ke utara mau muter lagi ke kantor temanku. Belum mencapai 5 meter eh kulihat kucing warna hitam yang menurutku posisinya aneh. Tak mungkin seekor kucing membersihkan badan di badan jalan yang sangat ramai. Maka aku minta Lela untuk memberhentikan motor lalu aku turun.

Kucing melahirkan!!!

Duh Gusti, hatiku trenyuh tapi aku – jujur – agak jijik karena kucingnya kurap dan yang lebih bikin aku nggak tega adalah anak kucing sudah keluar satu dan emak kucing sedang membersihkan badannya, lalu keluar ari-arinya.

Lela meneriakkan saran “Miss, minta tolong bapak itu aja…!”

Aku segera memanggil tukang parkir Sate Wahab yang dengan segera mendekat. Seorang bapak-bapak menjewer kuping emak kucing untuk naik ke trotoar. Anaknya terseret… Maafkan aku, kucing-kucing…

Lalu aku minta mereka membawa kardus bekaas jika ada.

Seorang bapak membawa kardus bekas kemasan minuman Aqua. Lalu seorang lagi membawa selembar kertas koran dan memintaku menyorongkan bayi kucing dan ari-ari ke dalam kardus yang sudah ditempati oleh emak kucing.

Setelah keduanya masuk kardus, aku minta bapak-bapak itu menaikkan kardus berisi kucing-kucing itu ke bawah arcade sebelah kanan Sate Wahab karena hujan mulai menderas.

“Sehat ya, Mak, Nak…” kataku pada kucing-kucing itu.

“Makasih ya, Pak…” kataku pada bapak-bapak yang masih ada di situ.

Lalu aku dan Lela melanjutkan perjalanan.

Hatiku masih ternyuh. Masih kuingat sebuah mobil yang dengan sengaja mau menabrak kami (aku dan kucing), si pengemudi sambil melotot-lototkan matanya. Mungkin dia memberikan kode padaku untuk segera minggir. Aku tak tahu, jika aku tak di situ menjaga kucing-kucing itu, pengemudi itu pasti sudah melindasnya karena memang si kucing berbaring lemah tak berdaya di bekas cerukan jalan yang seperti bekas lindasan ban besar.

Aku berharap makin banyak orang yang peduli pada hewan yang ada di sekitarnya entah itu kucing, anjing, kelinci, dll….

Untuk kucing-kucing yang tadi kutemui dan kucing-kucing lain: semoga kalian bahagia dan sejahtera, sayang…

Ruko Liga Mas (kantor Lela); 4:55 sore

Foto adalah Sicily alias Ucil yang sudah tak terlihat lama dari rumahku karena (mungkin) sedang melahirkan

HAKIM DAN PERKOSAAN

Muhammad Daming Sunusi, calon Hakim Agung yang konon dicalonkan oleh PKS (allahua’alam) terperosok dalam kekalutan batal menjadi Hakim Agung. karena tidak mampu membedakan mana yang disebut candaan dengan pelecehan.

Dia mengatakan bahwa pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati perkosaan tersebut.

TERLALU!!!

Manusia macam apa kau, Daming?
Istrimu perempuan bukan? Ibumu perempuan bukan? Nenekmu perempuan bukan? Atau kau punya anak perempuan? Saudara perempuan? Bagaimana kalau mereka diperkosa? Apakah kau akan mengatakan pada mereka “Udah, nikmati aja…” sambil tertawa-tawa menikmati canda.

Hanya satu pintaku pada Semesta: supaya lelaki ini benar-benar menyesali perbuatannya bukan karena dia batal jadi Hakim Agung; lebih dari itu dia harus merasakan Tuhan Mahaadil jauh di atas keadilan calon Hakim Agung yang cuma asal njeplak mulut dan otaknya sama-sama kehilangan kendalinya.

15 Januari 2013 – 22:24
Rumah mungilku di bantaran Kali Cisadane

Bacaan referensi:
http://m.tempo.co/read/news/2013/01/15/063454490/Profil-Hakim-Daming-Sunusi

BUNDA JULIE

bunda julie

BUNDA JULIE

Aku mengenalnya di rumah lama

Multiply

Sekarang kami tetangga desa

Beliau di Blogspot

Saya di WordPress

Tak mengapa

Kami masih bisa saling menyapa

Walau tak bisa senyaman dulu kala…

Bunda Julie

Atau Tante Julie

Seorang ibu yang bersahaja

Dengan pengalaman hidup luar biasa

Menceritakan kepahitan dan manisnya

Bagai lairan sungai menuju segara

Terima kasih atas indahnya berbagi, Bunda…

Kukirim surel menyapanya

Menanyakan informasi yang kubutuhkan saat ini

Dan dia menyepaku dengan kehangatan seorang ibu

Belaiu sedang sakit

Parah

Dan dirawat

Dengan bantuan kawan-kawannya yang setia…

Sungguh

Kau seorang ibu yang baik hati

Masih tak kumengerti bagaimana lelaki itu meninggalkanmu

Justru di hari tua

Oh, mungkin dia mendapatkan yang muda dan masih bersinar

Tapi tahukah dia?

Nyala api abadi Bunda Julie tak pernah padam.

Selalu menyinari sekitar

Dua anak lelakinya yang selalu siap melindunginya

Keluarga besarnya yang selalu menemaninya

Sahabat di dunia nyata dan maya yang selalu menyayanginya…

Semangat ya, Bunda…

Tuhan menyayangimu

Memberikanmu kehidupan yang tak terbayangkan beratnya di kepalaku

Tapi sungguh membuatku terpesona dengan kekuatanmu.

Salamku, Bunda Julie…

Selalu sayangku padamu…

29 Desember 2012 – 2:38 siang

Rumah kecilku di bantaran Kali Cisadane

RESOLUSI 2013

WP_000054

Kiamat yang seperti dipikirkan berupa huru-hara tak berjalan sesuai ramalan maka resolusi menjadi hal yang cukup menarik untuk menyemai harapan.

Tahun 2013 adalah tahun yang penuh energi positif dimanapun aku berada. Cinta akan tiba dalam bentuk yang paling sesuai dengan kehidupanku saat ini. Keluarga dan sabahat makin memancarkan sinar kasihnya ke penjuru arah tujuanku. Kehidupan cita-citaku juga menjadi lentera bagiku dan orang-orang di sekitarku.

Tak ada yang tak mungkin dengan kekuatan positif yang selalu dipancarkan oleh jiwa. Kulakukan yang terbaik; jika bermanfaat bagi banyak manusia, kurela.

Oh Hidupku, ijabahlah doaku…

28 Desember 2012 – 9:09

LUPUS LUPIS LEPAS

LUPUS LUPIS LEPAS

Bertahun lalu saya membaca cerita seri Lupus karya Hilman Hariwijaya. Ceritanya lucu bener dan sangat menarik untuk orang “daerah” seperti saya yang hanya bisa membayangkan kehidupan para remaja Jakarta. Saya masih ingat saya bertanya-tanya pada diri sendiri apa arti lupus. Saya sempat berpikir apakah lupus artinya permen karet ya? Ya maklum lah waktu itu saya masih SMP, akses pada informasi sangat terbatas – ndeso, bow – dan terutama internet belum terjangkau.

Sampai akhirnya saya menginjak usia SMA. Saya mulai berkenalan dengan ensiklopedia milik sekolah saya yang saya buka kapanpun ada kesempatan ke perpustakaan. Ternyata lupus itu artinya srigala. Ada juga sih arti lain tapi yang paling pas dengan yang saya harapkan adalah srigala itu.

HOMO HOMINI LUPUS

Istilah ini saya kenal ketika saya kuliah. Artinya sih katanya “manusia adalah srigala bagi manusia lain” atau “manusia memangsa manusia lain”. Sangat mengenaskan kalau memang istilah ini sudah ada sejak jaman dahulu kala; indikasi “istilah lama” ini karena pertama kali diucapkan oleh Plautus dalam karyanya Asinaria pada tahun 195 SM yang tepatnya berbunyi “lupus est homo homini”.

Yang dialami teman saya ini mungkin semacam “homo homini lupus”, dia dimangsa oleh teman yang lainnya.

Seorang karyawan kontrak di sebuah pabrik – sebut saja namanya si Gopel – menjalani kerja sampingan sebagai tenaga harian lepas di pabrik lain. Di pabrik siang dia bekerja sebagai tenaga di bagian pengemasan (packing) dan di pabrik dengan shift malam dia bekerja sebagai tenaga kuli angkut di bagian gudang bahan dan kadang diperbantukan di bagian pengemasan (packing).

Suatu hari, teman-temannya merasa bahwa si Gopel ini hidup lebih makmur daripada dia. Gopel bisa tetap bertahan hidup: membayar kontrakan dan ada indikasi akan mencicil rumah di pinggiran kota tangerang, mencicil motor lewat koperasi perusahaan, membeli sembako di koperasi dan juga menyekolahkan dua anaknya di sekolah negeri yang berlokasi di dekat alun-alun Kota Tangerang. Gopel tidak pernah menyadari bahwa ada sekelompok orang yang menginginkan kemakmurannya. Gopel hanya menjalani hidupnya secara polos tanpa aturan main kecuali norma kesetiaan kepada keluarga dan kesholehan sosial dalam pergaulan.

Tanpa piker panjang, teman-teman itu melaporkan pada pabrik siang dan pabrik malam tentang apa yang dilakukan oleh Gopel. Mereka memprotes apa yang dilakukan Gopel berdasarkan peraturan ini dan itu yang intinya adalah Gopel telah menyalahi hokum karena memiliki 2 pekerjaan yang sama di 2 tempat yang berbeda.

Gopel hanya bisa menarik napas panjang, sepanjang usus dan seluruh otot di tubuhnya jika disambungkan menjadi satu. Gopel kemudian teringat pada gajinya yang selalu hanya bersisa Rp.100.000 karena sisanya telah dipotong hutang koperasi. Dengan bekerja di malam hari sebagai harian lepas maka dia akan mendapatkan tambahan Rp.700.000 per bulan, jumlah yang cukup untuk membayar uang sekolah dua anaknya dan biaya hidup sehari-hari. Seringkali istrinya dan dia harus berpuasa; dia berucap syukur karena anak-anaknya juga ikut berpuasa jika orangtuanya berpuasa.

LUPIS

Istri Gopel bermaksud menjual lupis, makanan yang menjadi kesukaan keluarga. Maka dengan modal kecil dia membeli beras ketan, kelapa, daun pandan dan keperluan lain. Maka di hari itu, di hari Gopel kehilangan pekerjaan sebagai tenaga packing di pabrik tempat dia bekerja sebagai karyawan kontrak karena HRD di pabrik itu mengatakan bahwa itu tidak etis. Gopel hanya pasrah maka dia hanya bisa menjadi karyawan harian lepas di shift malam. Dia memutuskan untuk membantu sang istri di pagi dan siang hari termasuk membuat kue lupis dan menjualnya. Laris juga tapi tetap saja belum cukup untuk menutup kebutuhan keluarga.

LEPAS

Tiba saatnya Gopel mendapat panggilan untuk menerima gaji di pabrik tempat dia bekerja di shift malam. Hati tenangnya mengatakan bahwa Rp.700.000 akan masuk ke kantongnya. Hati galaunya mengusiknya bahwa bulan depan dia akan mengalami krisis keuangan karena tabungan mereka hanya cukup untuk satu bulan ke depan. Dua bulan yang akan datang dia terancam tak bisa membayar kontrakan, cicilan motor dan kehilangan hak mengutang pada koperasi untuk kebutuhan sembako.

Setelah memarir motor, Gopel langsung menuju ADM (petugas administrasi) di bagian packing yang biasanya bertugas membagikan gaji pada karyawan harian lepas.

“Gopel.” Gopel mendengar namanya dipanggil. Dengan langkah tegap dia menghampiri petugas ADM.

“Dipanggil HRD sekarang.”

Gopel merasa tulangnya dilucuti dari tubuhnya; lemas. Dia tahu apa yang akan terjadi padanya. Dia akan kehilangan pekerjaan sampingan yang sekarang telah menjadi pekerjaan utamanya. Kepasrahan memenuhi relung hatinya. Wolo-wolo kuwato, kata orang Jawa.

“Gopel ya?”

“Iya, Pak. Saya mau ngambil gaji tadi trus disuruh ke sini.”

“Iya. Kamu tahu nggak kenapa dipanggil?”

“Mau dipecat ya, Pak?”

“Enggak, siapa yang bilang kamu dipecat.”

“Saya sudah dipecat dari pabrik siang, Pak.”

“Iya, saya tahu kok.”

Gopel diam seribu bahasa.

“Gini Gopel, kamu pernah jadi operator genset ya?”

“Pernah, Pak tapi sudah lama. Sebelum saya pindah ke packing di pabrik siang.”

“Operator genset kita pindah ke Sukabumi, nggak ada lagi yang bisa ngoperasiin genset. Kamu mau nggak jadi operator genset?”

Gopel bengong.

“Beneran ini, Pak?”

“Bener lah masak saya main-main. Tuh orangnya tanyain aja, mulai minggu depan udah keluar. Mau nggak?”

“Mau, mau, Pak. Saya mau banget.”

Manager HRD tersenyum-senyum lega, pekerjaannya tuntas sudah.

“Gini, Gopel. Kamu nanti probation dulu 3 bulan trus habis itu langsung diangkat jadi karyawan tetap ya. Nanti ada training dulu ya.”

Gopel makin bengong karena dia tidak paham arti probation. Tapi kata-kata karyawan tetap membuatnya tersenyum bahagia.

Gopel menyambut tangan Manager HRD yang memberikannya selamat.

Hari itu juga Gopel dan keluarga lepas dari himpitan mangsaan srigala yang bernama manusia.

Jatiuwung, 14 November 2012 – 1:34 siang

Gambar dipinjam dari http://mikebrandlyauctioneer.wordpress.com/2012/02/02/how-ethical-are-auctioneers/

JALAN LURUS INI

Berapa ratus kali dalam hidupku terderas ayat berisi Jalan Lurus ini? Shirotol mustaqim adalah konsep yang selama ini telah mengakar sebagai sebuah jalan yang sangat sulit dan kompleks membuat hidupku sangat berat. Jalan lurus adalah jalan yang jika tak ditempuh oleh orang yang benar maka akan tergelincir di jurang bernama neraka. Jalan yang terbentang setipis rambut dibelah tujuh dan setajam pisau berlian. Tak terbayangkan kecuali menimbulkan ketakutan.

Semakin saya telaah maka hasilnya hanya ketakutan dan penjauhan diri dari persyaratan-persyaratan demi keselamatan meniti jalan lurus itu. Hingga saya berjumpa dengan seseorang akhir pekan lalu.

Seorang wanita yang jika dia tak keberatan kuanggap sebagai salah satu dari guru-guru kehidupanku. Wanita sederhana yang jika orang bicara padanya maka meluncurlah deretan peluru-peluru penuh hikmah dari mulutnya.

Salah satunya adalah pemahamanku tentang Jalan Lurus.

“Jalan lurus itu ya jalan sederhana. Jalan yang nggak membingungkan kita. Lurus saja = sederhana saja. Jalan ini hanya perlu satu kemauan yaitu menjalani segalanya secara sederhana. Sederhana itu ya sederhana, simple nggak usah pusing-pusing. Sederhana dalam berpikir, menyederhanakan sama dengan menyempurnakan. Kau sederhanakan egomu maka sempurnalah pikirmu.”

Luar biasa!

Menyederhanakan.
Sedemikian rumitnya pikiranku dan menyederhanakannya adalah sebuah urgensi pribadi. Tidak ada orang lain yang bisa membantuku menyederhanakan pikiranku. Hanya aku dan aku saja.

Sederhana adalah kembali pada satu komponen terkecil yang sekecil kemampuan terkecilku yang kubutuhkan untuk memahami bahwa “segalanya hanya berdasarkan kesepakatan” maka jika tidak tercapai kesepakatan “jangan marah, diamlah dan nikmatilah hidupmu setiap detiknya”.

Hatiku tersentak dan tersentuh. Musik latar film masa kecilku “Little House in the Prairie” mengiringiku meneguhkan hati untuk menyederhanakan pikiran, tidak memperpanjangnya dengan emosi, menyempurnakannya dengan kemanusiaan. Sungguh kesederhanaan yang tak terlampaui rumitnya.

Jalan lurus adalah jalan sederhana.
Sesederhana keinginanku untuk tak peduli dengan apapun yang berbeda. Sesederhana kemauanku untuk berbahagia setiap saat. Sesederhana hari-hariku yang dimulai dengan ungkapan syukur dan ditutup dengan ungkapan syukur.

Jalan lurusku bukan jalan di mana sujud-sujud panjang menghitamkan dahi para pendoa, bukan jalan di mana dentingan koin emas merisaukan pada pensedekah, bukan jalan di mana rasa lapar dan dahaga ditaklukkan oleh para pelaku puasa. Jalan lurusku adalah sederhana saja: jangan marah dan maafkanlah…

Rumah kecil di bantaran Kali Cisadane
30September2012

RATU KEJAM ITU

Berkelana dari hati ke hati
Menilik mana hati yang sepi
Hati sepi bertahta kilau dunia
Maka bergeraklah dia
Membuai
Membujuk
Memuji
Mengukur kelemahannya
Merontokkan kilauannya
Satu per satu
Dan menendang semua sahabat
Mengusirinya
Demi duduk sendiri

Sungguh hati kosong itu
Makin kosong
Dijajah seorang ratu kejam
Yang bertahta di hati yang bukan miliknya dan
Berkuasa…

Untuk seorang teman yang agak aneh cara bertemannya
Cititel Midvalley – 24 September 2012