February 26, 2008
rike jokanan

2 comments

IQRO DAN AKHLAK NABI

Pagi ini terasa sedikit berbeda dari biasanya karena kok saya seperti di-setting untuk bertemu banyak ibu dan bapak guru sedang berangkat mengajar. Saya jadi ingat ketika saya masih sering didatangi teman-teman muda alias siswa-siswa saya yang semangat belajarnya mengangkasa.

Ada salah satu yang tiba-tiba menanyai saya.

“Miss, menurut Miss, Nabi Muhammad bener-bener gak bisa baca atau gimana sih?”

Wow! Saya sih cukup familiar dengan polemik tentang ummiy tidaknya Nabiku ini. Tetapi ketika seorang Fallen (nama siswa yang mengeluarkan thread) yang mengemukakan itu, kami terpaksa seperti disambar geledek. Kami menamainya “playboy cap kapuk” dan menganggap sangat tidak mungkin dia berbicara hal lain selain gadis manis dan rayuan maut ha ha ha…

“Gini Miss, ayat yang turun pertama kali kan “Iqro”. Nah disitu kan Nabi Muhammad diajari membaca oleh Malaikat Jibril. Pertanyaan saya, apa Nabi Muhammad bener-bener tidak bisa membaca alias buta huruf?”

“Iya Len, menurut buku yang gua baca memang Nabi Muhammad itu ummiy. Lu tahu gak ummiy…Bukan ummi. Ummi itu emak lo. Kalau ummiy itu buta huruf. Jadi memang beliau itu buta huruf makanya diajari membaca dulu sama Malaikat Jibril atas perintah Allah. Itu juga sekaligus pentahbisan beliau sebagai seorang nabi. Dan lagi kalau Muhammad tidak buta huruf, ntar disangkanya Al Quran bikinan ia. Bisa-bisa tidak ada yang percaya dengan kehebatan Al Quran.” kata Yusuf sedikit sok tahu. Yusuf ini tergolong siswa cerdas.

“Jadi emak gua buta huruf gitu?” timpal Fallen sambil tertawa ngakak.

“Menurut saya sih Nabi Muhammad tidak mungkin buta huruf Miss. Masak orang bodoh bisa jadi nabi? Memangnya Allah itu tidak punya kriteria untuk mengangkat manusia yang akan memimpin manusia lain? Secara kaffaah lagi. Professor aja ada syaratnya. Jadi saya nggak setuju sama Yusuf Miss!” Sigit, siswa brilian lainnya menyampaikan pendapat tidak kalah berapi-api.

“Saya juga setuju sama Sigit Miss. Nabi kan fathonah. Cerdas. Siasat perangnya juga hebat. Dia pasti bukan bodoh.” Kali ini Aji bersuara kalem.

“Ah, udah diem kalian. Gua bukan nanya lu. Gua nanya Miss Rike.” Fallen berteriak menengahi.

Olala… Saya juga bingung. Karena terus terang saja pengetahuan agama saya sedalam mangkuk sabun colek ukuran kecil. Kalau saya mengungkapkan pendapat hanya berdasarkan apa yang pernah saya baca dan dengar saya sendiri juga tidak merasakan nikmatnya menghayati apa yang saya terangkan kepada pemuda-pemuda hebat ini.

Belum sempat saya menjawab pertanyaan mereka (karena saya memang bisa dibilang tidak sanggup), Fallen berseru:

“Gini Miss. Kata kakek saya kisah itu bisa dipahami dari sudut pandang yang berbeda.”

“Huuuuu… sok tahu looo!” Yusuf, Sigit dan Aji menyoraki Fallen.

“Kata kakek saya nih Miss – jangan dengerin mereka Miss – itu kisah tersebut mengajari ummat Islam adab berguru atau adab belajar…” Fallen diam sejenak.

“Kok?”

“Sebenarnya Nabi bisa membaca kata Iqro” itu. Tapi karena dia sedang berhadapan dengan seorang guru yang diutus oleh Mahaguru maka beliau mendahulukan adab sebelum pengetahuannya. Dan justru itulah yang menyebabkan Muhammad lulus ujian dari Allah untuk menjadi seorang nabi yang tugas utamanya memuliakan akhlak. Iya kan Miss? Muhammad itu diutus bukan untuk memajukan ilmu pengetahuan tapi memuliakan akhlak. Itu sih kata kakek saya Miss…”

Alih-alih mengejek Fallen, kami semua terdiam.

Sebuah sudut pandang berbeda yang menghantam kepala kami. Bisa saja pendapat itu salah menurut para ulama yang pengetahuan Al Quran dan hadits-nya seluas samudera tetapi pelajaran yang ditawarkan sungguh hebat. Adab dalam berguru.

Kali ini kami berguru pada Fallen, si “Playboy Cap Kapuk” kami.

2 thoughts on “IQRO DAN AKHLAK NABI

  1. Dalem banget ya..Adab dalam berguru..

    Like

  2. kriyaseni said: Dalem banget ya..Adab dalam berguru..

    iya Mbak, soalnya waktu es em a saya orangnya kurang beradab sama guru… ha ha ha… makanya waktu aku jadi guru dan dijahilin siswa, saya terima aja dengan ikhlas he he he

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: