April 8, 2008
rike jokanan

no comments

HUKUMAN TERBERAT ADALAH…

Hukuman yg Terberat adalah…

Tadi sore saya kerja nyambi chatting dgn sudara sy yg jg lg kerja nyambi chatting. Dia sedang sakit hati krn ditinggalkan tanpa alasan kuat oleh pacar padahal sdh ada percakapan serius melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Alangkah sakitnya hati sudara tsb… Saya pastikan sakit krn sy mengalaminya beberapa kali (tdk cukup sekali rupanya ya ha ha ha…).

Lalu keluarlah kalimat kutukan yg menurut sy sebagian cukup layak dan memang perlu ditujukan untuk si lelaki itu. Dalam kondisi “normal” sudara sy ini cukup keras, apalagi dalam keadaan murka begini Sudara… Sy sampai geli membaca kalimat-kalimatnya. Yg dulu dipanggil sayang, sekarang dipanggil monyet. Yg dulu dibela-bela, sekarang habis dicela. Yg dulu dibuai, sekarang diobok-obok. Pokoknya kosakata penuh sensor tak sia-sia dicipta. Bahkan sy sempat belajar beberapa kata: kacrut, hujan bekelir, tumbila, jagres (jagoan rese), dll.

Sudara sy ini jg sempat punya niat menyantet si mantan supaya si cowok menderita semenderita menderitanya di dunia derita. Dia juga berniat menyewa tukang hajar (bukan tukang pukul karena caranya tidak selalu mukul). Ketika sy tanya apa yg dia rasakan yg paling menyiksanya, sudara sy bilang: Malu gak ketulung, Marah sampai mendidih, Kecewa, Sakit hati, Putus asa. Lengkap!

Tapi dia bilang baru-baru ini dia bersyukur krn ditunjukkan oleh Allah atas kebrengsekan si lelaki. Rupanya sudara sy ini sudah KALAH banyak, diduakan pula. Secara materi, ya. Secara emosional, sy tdk tahu sebesar apa. Sy memang menyaksikan sendiri kebangkrutannya selama dia berpacaran dgn si blasteran Menado-Betawi gagah ini. Dan ndilalah, selama pacaran dgnnya sudara sy seperti seret rejeki. Yg biasanya sebulan minimal 10 juta jadi cuma gaji bersih saja… Buat beli pulsa juga tandas (istilah dia).

Berikut petikan chatting kami.

Kalo gak boleh nyantet atau hajar, aku mesti gimana dong Mbak… Don’t tell me to be patient. I’ve been patient this far!

Kamu maunya dia gimana?

Dihukum, dibalas laaar.

Kalau mau balas dia, aku sarankan tidak dgn kekerasan.

Itu boleh bikin dia sadar terhadap kesalahan yg dia buat.

That is brilliant! Buat dia sadar. Kesadarannya bhw perbuatan dia salah atau dosa adalah hukuman terberat bagi dia. Dia akan dihantui perasaan itu dan dia akan memperbaiki diri, tidak menyakiti orang lagi, syukur-syukur kalau mau kembali pada komitmen awal yg diperbarui tentunya.

Aku gak mau balik ke dia. Aku tidak sepemaaf kamu. Setelah dia sadar aku pengen dia merasa bersalah dan tidak ada yg peduli sama dia!

Tiba-tiba internet kantor mati dan kami terpaksa mengerjakan yg serba offline lalu pulang tanpa sempat say bye ke sudara sy tadi.

Di jalan sy berpikir sebegitu besarnya efek penyesalan seseorang sehingga untuk mengobatinya dia rela menyakiti atau sebaliknya. Diam-diam saya sependapat dengan sudara sy tadi. Yg diabaikan ingin mengabaikan. Yg dikhianati harus mengkhianat. Yg dilukai ingin melihat pelaku terluka. An eye for an eye. Mungkinkah?

Selama ini sy berusaha keras untuk rela berdoa semoga orang-orang yg mendzolimi saya diberi kesadaran serta rasa bersalah yg besar shg tdk menyakiti KORBAN lainnya lg. Mungkin doa sy kurang lengkap, seharusnya semoga sy jg diberi kesembuhan dari dendam yg membuat mata saya tidak ramah dan senyum saya tidak tulus.

Hp saya berbunyi. Sms diterima.

Mbak, internet kamu down ya? Sori ya tadi curhatnya berkobar2, hbs dendam bgt smp ga inget kamu jg lg patah hati… Titi DJ ya Mbak… GBU.

Saya cuma nyengir, tersenyum pada air mancur yg menari-nari. Hebatnya dendam itu ya…

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: