May 26, 2008
rike jokanan

no comments

KEHORMATAN VERSI SAYA

KEHORMATAN VERSI SAYA

Berbulan-bulan saya kehilangan rambut sejak saya ditugasi menjawab pertanyaan tentang apa sejatinya kehormatan manusia itu.

Awalnya saya menganggap hal ini satu pertanyaan yang dengan sangat mudah dapat dijawab oleh setiap pribadi yang pernah merasa tersinggung. Ternyata tidak sesederhana itu. Merumuskan arti kehormatan ibarat memaksa anak kecil untuk menerangkan apa rasa cabe rawit sedangkan anak tersebut sedang menangis kejang karena kepedasan semangkuk sambal cabe rawit tanpa bumbu tambahan. Saya yakin baru beberapa saat kemudian si anak akan mampu sekaligus mau memberitahukan apa rasa cocolan cabe terhadap tubuh dan emosinya.

Bisakah Sudara-Sudara membayangkan si anak bercerita sambil marah atau sedih atau kecewa atau bahkan sambil berderai tawa menganggap kejadian tersebut sebagai pengalaman lucu menggelikan.

Kehormatan adalah benda abstrak yang kemungkinan tidak sebanding dengan jabatan, nama baik, hak milik atau keperawanan.

Jabatan rendah sama sekali bukan masalah harga diri bagi seorang tukang sedot tinja yang dengan penuh perasaan riang menjalankan tugas demi anak istrinya. Saya menyaksikan sendiri para petugas penyedot WC ini bekerja dengan peniuh canda; saya dan keluarga sampai heran apa mereka ini tak akan pingsan sedangkan kami berlomba merapatkan kedua lubang hidung kami demi aroma yang menyiksa tersebut.

Nama baik juga bukan lagi hal penting bagi seorang pejabat yang berusaha melindungi anaknya dari tuduhan kriminal yang membahayakan masa depan sang buah hati. Sungguh saya mengenal salah satu dari mereka dengan baik.

Dan, untuk seorang penderita penyakit ganas, habisnya hak milik yang selama ini menjadikannya orang terhormat tidak lagi menjadi bahan pikiran. Dia hanya ingin sembuh, sehat dan mensyukuri nikmat alam sekalipun kekayaannya habis lalu dia harus memulai segalanya dari nul puthul (nol besar).

Juga, keperawanan tidak menjadi berarti bila “cinta” membutakan dua sejoli yang dimabuk kepayang. Atau bagi perek di malam inisiasi dengan iming-iming jutaaan rupiah dari sang cukong.

Maka apakah kehormatan itu?

Saya menangis terharu katika kemudian seorang sahabat membawakan kunci ujian ini bagi saya. Tiba-tiba! Orang yang pelit kata-kata ini mengirimkan pesan pendeknya:

Saya ingin ketemu ikhlas.

Maka bolehkan saya menjabarkan pengertian kehormatan yang saya dapat secara tak terduga ini.

Kehormatan adalah sesuatu yang adanya adalah ketika saya belum ikhlas melepas sesuatu yang saya anggap berharga dan ketika saya belum menerima apa yang saya anggap hina.

Maka, silakan nilai seseorang punya karir yang hebat atau mampet, anggaplah seseorang kaya atau tidak berharta, pandanglah seseorang berasal dari keluarga bermartabat atau tak berharga, anggaplah seseorang suci atau tidak suci. Silakan…

Buat saya anggapan-anggapan tersebut bisa sekejap disulap menjadi sekedar setumpuk sudut pandang. Sudut pandang selalu dibentuk oleh 2 (dua) garis yaitu garis kepentingan dan garis kebodohan.

Faktanya saya hanya manusia yang mau tak mau harus hina dan menerima kehinaan saya suka atau tak rela. Sejatinya saya tidak punya kehormatan. Yang saya punya hanya kepentingan dan kebodohan yang harus semakin dibuat berjarak sampai akhirnya dua garis itu menjadi tidak pernah bertemu atau saling berhimpitan melupakan fungsinya masing-masing; atau sebaliknya bertemu di kedua ujungnya melengkung membentuk lingkaran sebagai simbol bulat utuhnya pikir dan rasa.

Kapankan kebodohan dan kepentingan saya mau melebur di samudera keikhlasan? Saya harus mau berenang dan basah oleh airnya dan perih terluka karangnya, direndam asin garamnya.

Barangsiapa menghendaki kehormatan, maka sesungguhnya kehormatan adalah milik-Nya semata.

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: