June 2, 2008
rike jokanan

11 comments

PEJALAN KAKI AMATIR

PEJALAN KAKI AMATIR

Dari terminal Blok M ke tempat kerja saya berjarak sekitar 2 kilometer. Terlalu pendek untuk ditempuh dengan kendaraan bermotor. Jadi idealnya mesti berjalan kaki. Disinilah tantangan terbesar bagi saya setiap pagi karena berjalan kaki di kota Jakarta bukan sebuah kegiatan yang menyenangkan lantaran banyaknya “godaan”.

Kalau godaan berupa lelaki ganteng bukan hal sulit bagi saya karena subjektivitas saya terhadap keindahan terbilang tinggi. Jadi apa godaannya?

Pernah saya harus merapatkan badan saya ke pagar pembatas halaman dengan trotoar karena para pengendara m0t0r menemukan trotoar sebagai jalur cepat untuk mencapai tujuan.

Pernah juga saya harus keluar trotoar karena sebuah potted plant ukuran jumbo menghadang langkah saya saat harus berpapasan dengan pejalan kaki lain.

Mata juga harus awas karena lubang menganga disana-sini. Biasa-bisa nyemplung basah dan bau atau terbelit kabel entah instansi mana.

Bukan Jakarta namanya kalau tak ada sampah berceceran di persimpangan (sampah ditumpuk di persimpangan untuk memastikan bahwa petugas melihat dan lalu memungutnya), padahal disitu tersedia tempat sampah. Walhasil, sol sepatu saya mesti multi quality: high suspension, anti lengket, anti basah kalau bias juga anti kotor dan bau.

Plus warni (warung mini) yang mengurangi lebar jalur pejalan kaki.

Yang paling mengenaskan adalah sesama manusia yang mencipratkan air lantaran kaca film membuatnya tidak mampu membedakan mana aspal rata mana hitam kubangan air hujan; ditambah musik di m0bilnya membuat teriakan kemarahan senada dengan teriakan Freddie Mercury “We are the champion my friend…” Seakan sedang balapan di Sentul!

Oalah, mau jalan aja kok susah.

Pernah saya berpikir bahwa jalan kaki adalah cara murah dan sehat untuk mencapai kantor. Namun sempat juga saya berpikir naik kendaraan bermotor bisa membuat saya tiba di kantor dalam keadaan lebih tenang dan bersih sehingga tetap merasa nyaman saat bekerja sampai usai nanti.

Alamak, kapan saya bisa hidup tenang sebagai orang kecil? Bagaimana bisa tenang? Sudah saya ini rela hidup sederhana eh masih juga dipersulit. Kalau saya sudah kehilangan kesabaran, saya kemana-mana naik Jaguar saja! Masalahnya untuk seliweran pakai Jaguar saya juga masih harus sabar. Sabar, sabar, sabar…

11 thoughts on “PEJALAN KAKI AMATIR

  1. Membaca ada kata Jaguar saya ingat joke yg saya dapat di internet “What four animals does a woman need in her life?1. a mink on her back 2. a jaguar in the garage 3. a tiger in her bed 4. and a jackass to pay for it all !!! Pejalan kaki di Jakarta kapan ya merasakan seperti berjalan di Sinagpore, Hawaii? atau di kota2 di Eropa amboyyy nyaman nya n aman. Dan yg kontradiktif nya kalau di jalan seperti mau buruan aja, tp kalau di kantor melayani client duh lamanya makjang apalagi kalau berurusan dg instansi pemerintahan.

    Like

  2. lilieartini said: Pejalan kaki di Jakarta kapan ya merasakan seperti berjalan di Sinagpore, Hawaii? atau di kota2 di Eropa amboyyy nyaman nya n aman. Dan yg kontradiktif nya kalau di jalan seperti mau buruan aja, tp kalau di kantor melayani client duh lamanya makjang apalagi kalau berurusan dg instansi pemerintahan.

    iya nih. kapan ya pejalan kaki diberi fasilitas yang memadai. berjalan kaki itu sehat dan murah…nyampai kantor capek karena terganggu selama perjalanan ha ha ha… alasan aja…

    Like

  3. lilieartini said: Pejalan kaki di Jakarta kapan ya merasakan seperti berjalan di Sinagpore, Hawaii? atau di kota2 di Eropa amboyyy nyaman nya n aman. Dan yg kontradiktif nya kalau di jalan seperti mau buruan aja, tp kalau di kantor melayani client duh lamanya makjang apalagi kalau berurusan dg instansi pemerintahan.

    wwwwwwwwaaaaadduuuuuuhhhhhhhhh……bagus banget sih mbak critanya??? ups….sorry that is nice story,true life???oh….ya my mom and my young brother say jakarta and tangerang is not same again when am going here.poor persons who live there…Aussie good country clean and healthy and diciplin…but so expensive country…

    Like

  4. bunga82 said: tangerang is not same again when am going here.poor persons who live there…Aussie good country clean and healthy and diciplin…but so expensive country…

    tangerang is getting better in one side but also getting worse in another side he he he he…good luck in Aussie ya Isgi sayang…

    Like

  5. rikejokanan said: Kalau godaan berupa lelaki ganteng bukan hal sulit bagi saya karena subjektivitas saya terhadap keindahan terbilang tinggi.

    Ahem… klo emang gt, pasti dah jalan kaki semua ya? hehehe… =))

    Like

  6. demitmp said: Ahem… klo emang gt, pasti dah jalan kaki semua ya? hehehe… =))

    iya rek… wis gak butuh jaguar lageee ha ha ha

    Like

  7. demitmp said: Ahem… klo emang gt, pasti dah jalan kaki semua ya? hehehe… =))

    hahaha… siiip lah!

    Like

  8. demitmp said: hahaha… siiip lah!

    orang ganteng dilarang sakit hati he he he…

    Like

  9. demitmp said: hahaha… siiip lah!

    hahaha… 😀

    Like

  10. demitmp said: hahaha… 😀

    rupanya saya berhadapan dengan orang ganteng ha ha ha…*ngibrit sambil pura-pura cuek*

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: