June 23, 2008
rike jokanan

2 comments

Cermin

CERMIN

Terpantul wajah hatiku

Berleleran airmata

Menangisi kenangan

Mengharapkan masa

Lalu garis merah menyeberangi telaga mataku

Melontarkan api menyala

Melelehkan batang lilin malam

Menghancurkan berhala cintaku

Cerminku terang benderang

Silau menyerang bola mataku

Uap menjejakkan titik embun di permukaannya

Cerminku berkabut

Berleleran airmata

Menangisiku

Mengharapkan Kekasih

June 15, 2008

2 thoughts on “Cermin

  1. Waduh, De Rike sudah menjadi seorang pujanggawati.. kekuatan syair-mu bisa duduk sejajar dengan syair mas Ebiet dalam menggambarkan explorasi perasaan cinta, kerinduan, kabahagiaan, kesediah, juga patah hati.. jangan kau patahkan hatimu ya.. masih ada sinar yang tidak menyilaukan yang meyimpan bayangan sejuk wajahmu..:-) Salam rindu dari sebrang..

    Like

  2. bundapuput said: Waduh, De Rike sudah menjadi seorang pujanggawati.. kekuatan syair-mu bisa duduk sejajar dengan syair mas Ebiet dalam menggambarkan explorasi perasaan cinta, kerinduan, kabahagiaan, kesediah, juga patah hati.. jangan kau patahkan hatimu ya.. masih ada sinar yang tidak menyilaukan yang meyimpan bayangan sejuk wajahmu..:-) Salam rindu dari sebrang..

    Aduh, terima kasih Bunda Puput atas support darimu… Itu keluar dari jiwa yang termurni dan terdalam. Mbak, ayo dong pulang… kangen niiiih… ntar kita ngobrol sambil berenang bersama cumi-cumi 🙂

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: